<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960</id><updated>2012-02-16T11:58:38.919-08:00</updated><category term='sejarah'/><category term='facebook'/><category term='media'/><category term='kupat tahu'/><category term='duit'/><category term='bandung'/><category term='web'/><category term='bocah'/><category term='artikel'/><category term='sunda'/><category term='know'/><category term='curhat'/><category term='info'/><category term='hiburan'/><category term='putus sekolah'/><category term='lomba'/><category term='hadiah'/><category term='situs'/><category term='presenter'/><category term='software'/><category term='anak'/><category term='tips'/><category term='internet'/><category term='Poetry'/><category term='Lowongan'/><category term='fun'/><category term='informasi'/><category term='account'/><category term='jualan'/><title type='text'>Let Me Tell</title><subtitle type='html'>Something you must think</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>36</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-2012432001742016117</id><published>2012-01-02T02:23:00.000-08:00</published><updated>2012-01-02T21:11:25.148-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='informasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='facebook'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bocah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='situs'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='web'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='account'/><title type='text'>Media dan Bocah-bocah</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="text-align: center;"&gt;Oleh : Indra Abdurohim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(seorang penjaga warnet)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-w_8hF2GYxiw/TwF_K-yXKXI/AAAAAAAAAFc/i7h9V3xjmGA/s1600/media+dan+bocah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; display: inline !important; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: justify; text-indent: 48px;"&gt;&lt;img border="0" height="203" src="http://2.bp.blogspot.com/-w_8hF2GYxiw/TwF_K-yXKXI/AAAAAAAAAFc/i7h9V3xjmGA/s400/media+dan+bocah.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Seorang anak membuka akun Facebook-nya&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Membicarakan mediatentu merupakan hal yang sudah tak asing baik di mata maupun dalam indra visualdi keseharian kita. Media bagaikan seorang kekasih yang intim memadu informasibagi khlayak, begitu setia memberikan berita &amp;nbsp;&lt;i style="text-align: justify; text-indent: 48px;"&gt;update&lt;/i&gt;&lt;span style="text-align: justify; text-indent: 48px;"&gt; setiap hari. Tak hanya itu, ia pun begitu memanjakan kitadengan berbagai sarana dari mulai program-program hiburan di Televisi hingga videoberbau serampangan di internet.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;Mediakhususnya internet menjadikan semua hal tersebut terasa begitu mudah untukdiakses, mulanya memang media yang memiliki perkembangan sarana hiburan, beritadan informasi yang cepat ini memberikan dampak positif bagi khalayak banyak.Namun kemudian apa yang terjadi? media yang bebas nilai itu cukup membuat gemasdan cemas orang banyak terutama para orang tua. Mereka khawatir anak merekamenjadi ketergantungan oleh apa-apa yang disuguhkan media maya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;Media mayaseolah menjadi momok monster mengerikan bagi orang tua, karena cukup sulit untukdiabaikan oleh bocah-bocah generasi sekarang. Media maya seolah menjadi morphindikehidupan interaksi sosial, padahal mereka adalah anak-anak yang baru sajamengenyam pendidikan sekolah dasar. Ya, mereka hanyalah bocah-bocah yang sedangtinggi hasrat ingin tahunya saja. Namun hal inilah yang menjadikan bocah-bocahtersebut berbeda dengan generasi sebelumnya, wajah bersosial mereka jauh berubah: akrab dengan &lt;i&gt;games online&lt;/i&gt;,facebook, youtube, hingga berbagai hal lainnya yang tak banyak &lt;i&gt;content&lt;/i&gt;-nya bersifat kasar dan “xxx”.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;Maka akibatnyaBocah-bocah yang dalam masanya masih gemar dengan sikap duplikasi itu akandengan gamblang meniru segala tindak tanduk yang dilihatnya, yang mereka anggap“keren” atau “lucu”. Coba perhatikan bagaimana mereka berinteraksi sesama temansebayanya, perkataan “kebun binatang” sering terdengar menggesek telinga bukan?Oleh sebab itu tak heran bila belakangan banyak terjadi berita mengenaipenganiyaan anak oleh teman-temannya sendiri, seperti yang telah dialamiseorang siswi kelas 1 SD Quntum yang dianiaya oleh seniornya kelas 4 padaoktober 2011 lalu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;Dengandemikian orang tua dituntut harus sigap dalam menangani bocah-bocah mereka,jangan sampai ketinggalan jaman dan berpikir kolot dalam menangani prosespergaulan bocah-bocah tersebut.Disinilah perlu ditanamkan rasa melek media yang sehat untuk bocah-bocahagar mereka bisa memisahkan berbagai informasi dan cara bergaul diantarasebayanya dengan baik, sehingga proses pendewasaan dini tidak terjadi. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;Mungkin banyakyang belum menyadari bahwa mengkategorikan bocah-bocah (termasuk remaja) sebagaisebuah konseptual yang berbeda belumlah lama. Seperti halnya dinyatakan Dennis dan Pease dalam bukunya&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Children and the Media&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;(New Jersey:Transaction):&lt;a href="file:///E:/Media%20dan%20bocah.docx#_edn1" name="_ednref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background: white; margin-bottom: 12.0pt; margin-left: 36.0pt; margin-right: 35.3pt; margin-top: 5.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;While children are mentioned in the Bible and in the writings ofPlato, the idea that they ought to be protected catered to and nurtured is afairly recent notion in public&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;discourse.That they are a constituency of the media in all of its functions—news&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;and information, opinion,entertainment and marketing—is itself rather revolutionary&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt;"&gt;(1996: xxi). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;Anak-anak generasi penerus bangsa ini memang harus dilindungi dengan baikoleh pendidikan yang tentunya memerlukan &lt;i&gt;support&lt;/i&gt;pemerintah. Bahkan bila dianggap perlu Dinas Pendidikan memasukan matapelajaran media agar mereka dapat melek dengan benar. Bila hal ini tidakdilakukan maka dikhawatirkan anak hanya akan menjadi target audiens yang empukbagi berbagai fasilitas ataupun produk yang ditawarkan di dunia online. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;Media sosial pun menjadi ancaman tersendiri ketika hal tersebut tidakdapat terpenuhi. Seperti yang telah diteliti di Eropa. &lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial;"&gt;Dari 14 (media sosial) yang diuji, hanyadua (Bebo dan MySpace) yang memiliki kontrol yang diperlukan agar “orang asingpotensial” tidak bisa mendapatkan akses.&lt;/span&gt; Pihak berwenang di Brusselsmengatakan, jumlah anak-anak yang menggunakan internet dan berlangganan kesitus jaringan sosial tumbuh. Saat&amp;nbsp; ini 77 persen dari&lt;span class="apple-converted-space"&gt; anak&lt;/span&gt; usia 13 hingga 16, dan 38 persen darimereka berusia 9 sampai 12, aktif ke situs jaringan sosial.&lt;a href="file:///E:/Media%20dan%20bocah.docx#_edn2" name="_ednref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: black; font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial;"&gt;Dalamhasil penelitian tersebut membuktikan bahwa selain dari Bebo dan Myspace 12lainnya (termasuk facebook)&amp;nbsp; tidaklahaman bagi anak-anak, padahal situs pertemanan ini sedang menjadi trend diIndonesia yang didaulat menjadi rangking ke-2 dunia pengguna facebook setelahAmerika versi &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.socialbakers.com/"&gt;socialbakers.com&lt;/a&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-C0ImH22hxdA/TwGCZfJ8weI/AAAAAAAAAFw/9OiQGrhA43g/s1600/peringkat+fb.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="195" src="http://3.bp.blogspot.com/-C0ImH22hxdA/TwGCZfJ8weI/AAAAAAAAAFw/9OiQGrhA43g/s400/peringkat+fb.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="file:///E:/Media%20dan%20bocah.docx#_edn3" name="_ednref3" style="text-align: justify; text-indent: 48px;" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;Budaya melekmedia kini seharusnya tak lagi hanya di canangkan untuk para mahasiswa, pegawai,guru, PNS, dan orang dewasa lainnya yang memiliki kebutuhan akan tetapi jugaharus di sisihkan untuk bocah-bocah seusia sekolah dasar yang memilikikepentingan entah itu karena pembelajaran ataupun sekedar bermain &lt;i&gt;game online. &lt;/i&gt;Hal tersebut demimenciptakan generasi penerus yang cerdas memanfaatkan media bukan malah menjadikorban media&lt;i&gt;. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;Sebagai umatmuslim dalam mendidik anak ada sebuah hadits yang menjadi sebuah landasan, yak bi&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial;"&gt;lamana manusia telah meninggal dunia, terputuslahamalnya kecuali tiga hal: (1) sedekah jariah; (2) ilmu yang bermanfaat; (3)&lt;span class="apple-converted-space"&gt; anak &lt;/span&gt;shalih yang mendoakannya. (HRal-Bukhari, Muslim dan Abu Dawud).&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr align="left" size="1" width="33%" /&gt;&lt;div id="edn1"&gt;&lt;div class="MsoEndnoteText" style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="file:///E:/Media%20dan%20bocah.docx#_ednref1" name="_edn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;lihat :&lt;/span&gt; &lt;a href="http://budiirawanto.multiply.com/journal/item/12/Media_dan_Anak_Sekadar_Mengelola_Kecemasan?&amp;amp;show_interstitial=1&amp;amp;u=%2Fjournal%2Fitem"&gt;http://budiirawanto.multiply.com/journal/item/12/Media_dan_Anak_Sekadar_Mengelola_ Kecemasan?&amp;amp;show_interstitial=1&amp;amp;u=%2Fjournal%2Fitem&lt;/a&gt; (diakses pada 1 Januari2012)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="edn2"&gt;&lt;div class="MsoEndnoteText" style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="file:///E:/Media%20dan%20bocah.docx#_ednref2" name="_edn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial;"&gt;lihat: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/read/17637/22/06/2011/facebook-kurang-melindungi-anak-anak.html"&gt;http://www.hidayatullah.com/read/17637/22/06/2011/facebook-kurang-melindungi-anak-anak.html&lt;/a&gt;(diakses pada 1 Januari2012)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="edn3"&gt;&lt;div class="MsoEndnoteText" style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="file:///E:/Media%20dan%20bocah.docx#_ednref3" name="_edn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Lihat:&lt;a href="http://www.socialbakers.com/facebook-statistics/?interval=last-month#chart-intervals"&gt;http://www.socialbakers.com/facebook-statistics/?interval=last-month#chart-intervals&lt;/a&gt; (diakses pada 2 Januari 2012)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div id="edn3"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6013409643937580960-2012432001742016117?l=indark7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/2012432001742016117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2012/01/media-dan-bocah-bocah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/2012432001742016117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/2012432001742016117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2012/01/media-dan-bocah-bocah.html' title='Media dan Bocah-bocah'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-w_8hF2GYxiw/TwF_K-yXKXI/AAAAAAAAAFc/i7h9V3xjmGA/s72-c/media+dan+bocah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-5050726030757161785</id><published>2011-11-07T21:49:00.000-08:00</published><updated>2011-12-26T13:14:23.232-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='informasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jualan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kupat tahu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='know'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bandung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sunda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='putus sekolah'/><title type='text'>Putus Sekolah Tak Malu Jadi Pedagang Kupat Tahu Keliling</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-gZIF2JLMSBE/TrjD9hiYf5I/AAAAAAAAAE0/5Xq3atfC9n0/s1600/100_5062.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672499192415158162" src="http://1.bp.blogspot.com/-gZIF2JLMSBE/TrjD9hiYf5I/AAAAAAAAAE0/5Xq3atfC9n0/s320/100_5062.JPG" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0 10px 10px 0; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Pagi-pagi sekali sekitar pukul 5.30 WIB seusai salat shubuh Wisnu Sunarya atau yang lebih akrab dengan sebutan ucok mulai berbenah, bersiap untuk berberdagang menjajakan Kupat tahu dan lonsay yakni akronim dari lontong sayur. Tak seperti teman-teman sebayanya yang sekarang telah masuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Ia di usianya yang mulai memasuki angka 17 tahun di Februri nanti malah memutuskan untuk membantu orang tuanya untuk bekerja. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;”Mau bagaimana lagi, saya sih maunya sekolah tapi daripada sekolahnya gak bener  malah ngabisin duit aja ya mendingan bekerja membantu orang tua” tutur ucok dengan pasrahnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Ia terlihat pilu dengan kenyataan yang mengharuskannya untuk berjalan jauh di terik matahari tak kurang dari tiga kilometer setiap harinya dengan melewati tiga desa, yakni desa Batujajar Barat, desa Batujajar Timur dan desa Galanggang bersama gerobak yang baru saja ia warisi dari ayahnya. Sang gerobak kesayangannya itu memang baru ia miliki satu bulan yang lalu setelah bulan puasa usai di bulan Agustus kemarin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Pada mulanya berdagang kupat tahu merupakan tugas Ayahnya yang terlebih dahulu berdagang kupat tahu di awal tahun 2011 ini. Sang Ayah yang bernama lengkap Dudu Suharya ini terpaksa menjadikan anaknya sebagai tulang punggung kedua setelah ia demi menghidupi seluruh anggota keluarganya yang sekarang berjumlah lima orang terdiri dari istri dan tiga orang anaknya termasuk ucok sebagai anak laki-laki tertua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Dalam masalah sekolah untuk kedepannya ia beralasan ”Kalau untuk sekolah sih nanti ikut saja sekolah persamaan, kan sama-sama saja. Toh tetap diakui, hanya saja memang kurang formal tapi kalo begitukan ucok bisa sambil bekerja karena tak usah sekolah setiap harinya” .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Ucok yang sudah semenjak Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas dua atau sekarang kita kenal dengan kelas VIII ini sudah putus sekolah dari SMP Bhakti Mulya, Batujajar. Pada awalnya memang cukup sedih karena tak bisa menamatkan jenjang pendidikannya dengan baik tapi ia cukup bersyukur karena bisa menamatkannya dengan jalur yang lain yakni dengan ujian persamaan, sehingga ia dapat setara dengan lulusan SMP lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Mengenai cita-cita ia memang cukup kebingungan bahkan ia sempat berkata ”Aduh apa ya? Kalau ditanya cita-cita sebenarnya ucok gak punya tapi ya pernah juga sih dulu sempat berfikir kepengen jadi seorang pembalap.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Anak dari pasangan Dudu Suharya dan Empat Fatimah ini tinggal di salah satu rumah di pinggiran Batujajar daerah kampung Warung Pulus yang notabane banyak pedagang senasib sepertinya, namun kebanyakan ialah para perantau.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Ketika ia berdagang menyusuri desa-desa ia sering berhenti di persimpangan jalan atau di sekolah-sekolah untuk mendapatkan pembeli dan ia pun sering bertegur sapa dengan pedagang lainnya, sesama pedagang boleh ikut menyantap makanan tanpa bayar yang tentunya dengan sewajarnya saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;Berdagang kupat tahu dan lontong sayur tidak usah bermodal tinggi. Ucok untuk berdagang hanya bermodal 80 ribu rupiah saja sudah cukup untuk mencukupi kebutuhan dagang selama empat hari. Kuntugan kotor dalam satu hari pun cukup lumayan bisa mencapai 120 ribu rupiah dan tak usah berlama-lama dalam berdagang karena pukul 10.00 pun ia sudah berada dirumah lagi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt; Dengan begitu Ucok dapat membantu Ayah yang sekarang bekerja sebagai buruh bangunan yang tak tentu upahnya. &lt;span lang="FI"&gt;Ia sedikitpun tak merasa malu bahkan terlihat cukup bangga bisa bekerja untuk membantu perekonomian keluarganya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6013409643937580960-5050726030757161785?l=indark7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/5050726030757161785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2011/11/putus-sekolah-tak-malu-jadi-pedagang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/5050726030757161785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/5050726030757161785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2011/11/putus-sekolah-tak-malu-jadi-pedagang.html' title='Putus Sekolah Tak Malu Jadi Pedagang Kupat Tahu Keliling'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-gZIF2JLMSBE/TrjD9hiYf5I/AAAAAAAAAE0/5Xq3atfC9n0/s72-c/100_5062.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-87504496957661405</id><published>2011-02-12T22:38:00.000-08:00</published><updated>2011-02-12T22:50:43.442-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hadiah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='duit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bandung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lomba'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lowongan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sunda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='presenter'/><title type='text'>Lomba Presenter Sunda di Bandung TV</title><content type='html'>Sob,, ada kabar bagus nih bagi akang2 n teteh2 yang jago presenter khususnya dalam bahasa sunda.. Bandung TV bekerja sama dengan Disparbud Jabar bakal ngelaksanain lomba nih... liat ja deh nih leafletnya dibawah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Z1bCVwe5bX4/TVEAyxCAqpI/AAAAAAAAAQ0/W1TaJrQ7qr4/s1600/lomba%2Bpresenter%2BBasa%2BSunda.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 506px; height: 711px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z1bCVwe5bX4/TVEAyxCAqpI/AAAAAAAAAQ0/W1TaJrQ7qr4/s1600/lomba%2Bpresenter%2BBasa%2BSunda.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;buat yang lulus bisa berkesempatan berkarir jadi presenter di Bandung TV lho.. ya lumayanlah dari pada nongkrong gak jelas di warnet yang gawenya main game terus... hohoho ^^V&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6013409643937580960-87504496957661405?l=indark7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/87504496957661405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2011/02/lomba-presenter-sunda-di-bandung-tv.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/87504496957661405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/87504496957661405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2011/02/lomba-presenter-sunda-di-bandung-tv.html' title='Lomba Presenter Sunda di Bandung TV'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z1bCVwe5bX4/TVEAyxCAqpI/AAAAAAAAAQ0/W1TaJrQ7qr4/s72-c/lomba%2Bpresenter%2BBasa%2BSunda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-5722868237112019031</id><published>2011-02-06T09:10:00.000-08:00</published><updated>2012-01-03T00:19:34.943-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='know'/><title type='text'>Buku Motivasi: 8 Langkah Menuju Ke langit</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TU7WtJle-BI/AAAAAAAAAEg/hod-miMng6U/s1600/jual%2Bbuku.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570625860259477522" src="http://3.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TU7WtJle-BI/AAAAAAAAAEg/hod-miMng6U/s320/jual%2Bbuku.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 244px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Data Mengenai bukunya :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Judul: &lt;/b&gt;8 Langkah Ajaib Menuju Langit – Rahasia Dahsyat Meraih Impian&lt;br /&gt;Rahasia Dahsyat Meraih Impian&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penerbit: &lt;/b&gt;Penerbit Andi, Yogyakarta, 2008&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Harga:&lt;/b&gt; Rp 38.888,-&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ukuran buku: &lt;/b&gt;16 cm x 23 cm;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tentang Buku&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Beberapa kesaksian pembaca buku "8 Langkah Ajaib Menuju ke Langit".&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TU7XV7QmzbI/AAAAAAAAAEo/zCgoSFmDIBM/s1600/img040.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buku ini bila direnungkan dan dihayati mampu membangkitkan semangat   hidup agar seseorang tidak putus asa bila mengalami kesulitan, dalam   konteks ke Indonesia-an buku ini bergunauntuk membangkitkan dan   menyadarkan kembali semangat kemandirian dari seluruh elemen bangsa   bahwa Indonesia dengan segala potensi yang dimiliki mampu menjadi negara   maju dan besar apabila seluruh eleman bangsa mempunyai mimpi untuk   berhasil dan berusaha bersama-sama mewujudkan mimpi tersebut.&lt;/div&gt;Ginanjar Kartasasmita, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku 8 Langkah Ajaib Menuju ke Langit ini memberikan acuan sistematika tentang cara mendefinisikan dan encapai sukses.&lt;br /&gt;Djoko Snatoso, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori yang baik adalah teori yang telah dipraktikkan dalam kehidupan   nyata.. bisa memberikan hasil yang luarbiasa. Sebaliknya, praktik yang   antusias, jika ditorikan akan menginspirasi banyak orang juga. Teori dan   praktik semacam itulah yang tersua dalam buku ini. BACALAH!.&lt;br /&gt;Andrias Harefa, Pembelajar Mindset Transformation, Penulis 30 buku best-seller.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang dibahas dalam buku ini :&lt;br /&gt;- Berani membuat impian atau cita-cita&lt;br /&gt;- Menentukan impian Anda dengan jelas&lt;br /&gt;- Menguji impian Anda, apakah sudah SMART+O?&lt;br /&gt;- Membuat peta perjalanan menuju impian&lt;br /&gt;- Menentukan alat/sistem/kendaraan untuk mencapai impian Anda&lt;br /&gt;- Fokuskan semua pikiran dan tndakan nyata untuk mencapai imian Anda&lt;br /&gt;- Menyelesaikan sesuai rencana&lt;br /&gt;- Jika impian telah tercapai, buatlah impian baru yang lebih besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BUKU UNIK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Buku paling unik dengan angka ‘8’ yang harus menjadi salah satu koleksi buku anda.&lt;br /&gt;-         Harga unik Rp. 38.888,-&lt;br /&gt;-         Buku terdiri dari 8 bab dan 188 halaman isi , total 234 halaman.&lt;br /&gt;-         Backcover-nya menampilkan 8 endorser dari berbagai kalangan profesi.&lt;br /&gt;-         Penulisan  naskahnya membutuhkan waktu 88 jam.&lt;br /&gt;-         Dicetak limited edition 8.888 exemplar edisi perdana oleh Penerbit Andi&lt;br /&gt;-         Launching akan diadakan pada tanggal 08-08-08 jam 08.08 malam di Toko Buku&lt;br /&gt;Gramedia – Paris Van Java- Bandung, dengan 88 kursi undangan dan rencananya akan&lt;br /&gt;diliput oleh 8 masmedia. (waktu unik yang ada tiap 1000 tahun sekali)&lt;br /&gt;-         8x Seminar Buku ini di Berbagai Perguruan Tinggi akan digelar menyusul&lt;br /&gt;launching-nya&lt;br /&gt;-         Bukan hanya judulnya “8 langkah…”, tetapi penerapan isi materi bukunya&lt;br /&gt;juga memberi makna simbolisasi ‘8’&lt;br /&gt;-         Buku unik yang mengajarkan bukan hanya memberdayakan pikiran, tetapi juga&lt;br /&gt;memberdayakan spiritual dan memberdayakan fisik dengan gerakan praktis senam 8&lt;br /&gt;langkah ajaib-nya&lt;br /&gt;Didalamnya termasuk pula &lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;formulir masuk SEKOLAH BISNIS USB GRATIS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yang di bimbing langsung oleh penulis yaitu Victor Asih..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Buku motivasi yang super ini hanya&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;span style="color: #00cccc;"&gt;Rp. 38.000,-&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;saja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Buku ini bisa anda pesan melalui telepon dengan menghubungi&lt;span style="color: #33ffff;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #00cccc;"&gt;0857 9471 1475&lt;/span&gt; atas nama &lt;span style="color: #33ccff;"&gt;Indra A&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Dapatkan diskon menarik bila anda memesan lebih dari 3 buah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TU7XV7QmzbI/AAAAAAAAAEo/zCgoSFmDIBM/s1600/img040.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570626560788450738" src="http://2.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TU7XV7QmzbI/AAAAAAAAAEo/zCgoSFmDIBM/s400/img040.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 370px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 529px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6013409643937580960-5722868237112019031?l=indark7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/5722868237112019031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2011/02/buku-motivasi-8-langkah-menuju-ke.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/5722868237112019031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/5722868237112019031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2011/02/buku-motivasi-8-langkah-menuju-ke.html' title='Buku Motivasi: 8 Langkah Menuju Ke langit'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TU7WtJle-BI/AAAAAAAAAEg/hod-miMng6U/s72-c/jual%2Bbuku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-6489449859774298991</id><published>2011-01-31T22:01:00.000-08:00</published><updated>2011-01-31T22:12:32.912-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lowongan'/><title type='text'>Dicari : Calon guru Rumah Belajar Semi Palar (PG, TK &amp; SD)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.digitha.net/semipalar/images/logosmipa.gif"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 183px; height: 118px;" src="http://www.digitha.net/semipalar/images/logosmipa.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berbagi dari milist tetangga,, siapa tau ada yang minat nih... ^.^&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Pesan ini ditujukan bagi mereka-mereka yang suka tantangan, suka belajar, suka hal-hal baru dan senang berbagi. Mereka yang ingin membagikan apa yang dimiliki dengan menjadi seorang guru. Rumah Belajar Semi Palar membuka kesempatan untuk rekan-rekan bergabung menjadi bagian dari tim guru di Semi Palar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Belajar Semi Palar adalah sebuah sekolah formal (PG, TK dan SD) dengan metoda pembelajaran alternatif (aktif dan terpadu).&lt;br /&gt;Konsep pendidikan yang diterapkan adalah pembelajaran holistik. Untuk memperoleh gambaran tentang Rumah Belajar Semi Palar, silakan tilik blog atau website kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikan yang dicari adalah mereka yang punya antusiasme dan minat besar terhadap dunia anak dan pendidikan. Merasa dirinya adalah pembelajar, ingin terus mengembangkan diri serta mampu dan suka bekerja dalam tim. Pendidikan akhir sarjana dari bidang studi apapun. Minat terhadap bidang lain (mis: musik, fotografi, seni budaya, alam lingkungan, craft, dll) adalah nilai tambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi terdiri dari :&lt;br /&gt;• Surat Lamaran Kerja&lt;br /&gt;• CV selengkapnya (seminar, keterlibatan di komunitas, pengalaman organisasi dll.)&lt;br /&gt;• Tulisan pendek mengenai pendidikan (opini, pengalaman, pengamatan - 2 halaman A4)&lt;br /&gt;• Tulisan tentang ‘aku’ (siapa aku, keluarga, minat, hobi, sifat, cita-cita dll.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikirim ke:&lt;br /&gt;Rumah Belajar Semi Palar.&lt;br /&gt;Jl. Sukamulya 77-79, Bandung&lt;br /&gt;[022 70173412 | &lt;a href="mailto:semipalar@gmail.com" target="_blank"&gt;semipalar@gmail.com&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://www.semipalar.net/" target="_blank"&gt;www.semipalar.net&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://www.semipalar.blogspot.com/" target="_blank"&gt;www.semipalar.blogspot.com&lt;/a&gt; ]&lt;br /&gt;Contact person : kak Andy / kak Nia&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6013409643937580960-6489449859774298991?l=indark7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/6489449859774298991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2011/01/dicari-calon-guru-rumah-belajar-semi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/6489449859774298991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/6489449859774298991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2011/01/dicari-calon-guru-rumah-belajar-semi.html' title='Dicari : Calon guru Rumah Belajar Semi Palar (PG, TK &amp; SD)'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-5431188648823508638</id><published>2011-01-20T18:41:00.001-08:00</published><updated>2011-12-26T13:14:58.010-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='software'/><title type='text'>SpyHunter.v4.1.11.0.Full</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTwYItiD24-fF8B5DCS2mpE2yDroXktbwThFwC6vlcF_Fksk8Ho"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTwYItiD24-fF8B5DCS2mpE2yDroXktbwThFwC6vlcF_Fksk8Ho" style="cursor: pointer; float: left; height: 210px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 240px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari keresahan kena virus mabezat yang udah melanglangbuana di koneksi sharing rumah gwa...  Virus ini akhirnya bisa dibantai,, hahah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagi sobat-sobat yang pengen coba anti malware yang satu ini bisa coba mengunduhnya &lt;a href="http://www.filefront.com/17154564/SpyHunter.v4.1.11.0.Full.zip/"&gt;disini&lt;/a&gt;.. tu jga dah tersedia ma cracknya komplit...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo sobat2 kebingungan buat cara instalnya, nih ada walktroughnya (kaya game aja :D) klik &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=Cqy2_RHJlUo"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK sob selamat mencoba ^^&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6013409643937580960-5431188648823508638?l=indark7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/5431188648823508638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2011/01/spyhunterv41110full.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/5431188648823508638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/5431188648823508638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2011/01/spyhunterv41110full.html' title='SpyHunter.v4.1.11.0.Full'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-1361034704472558340</id><published>2011-01-09T18:02:00.000-08:00</published><updated>2011-12-26T13:15:16.395-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='know'/><title type='text'>Internet, Pendongkrak Pertumbuhan Ekonomi</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;b&gt;VIVAnews&lt;/b&gt; - Industri teknologi dunia telah berkembang  signifikan. Di Asia, akselerasi pertumbuhan layanan jasa dan pelanggan  menunjukkan tren yang berkesinambungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet sebagai salah  satu jenis layanan tekonologi informasi juga membukukan kinerja  perkembangan yang tinggi. Di beberapa negara, selama kurun waktu satu  dekade terakhir, pertumbuhan bahkan tercatat melebihi 1.000 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan  layanan koneksi dunia maya itu tentu akan memberikan dampak yang  signifikan terhadap pertumbuhan pendapatan dan perkembangan bisnis para  pelaku usahanya di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jumlah Pengguna Internet Terus Meningkat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Secara  total, jumlah pengguna layanan Internet di wilayah Asia mencapai  825,094 juta pengguna atau sekitar 41,95 persen dari total pengguna  internet di seluruh dunia yang mencapai 1.966 juta pengguna.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari  total pengguna di wilayah Asia, China membukukan pengguna internet  terbesar yakni 420 juta pengguna. Hingga pertengahan tahun lalu, Jepang  menempati urutan kedua dengan 99,14 juta pengguna. India memiliki 81  juta pengguna internet, sedangkan Korea punya 39,44 juta pengguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia  yang memiliki sekitar 242 juta penduduk menempati urutan kelima  terbesar di seluruh Asia, dengan pengguna internet sekitar 30 juta  orang. Negara lain seperti Filipina, Malaysia dan Taiwan masing masing  memiliki sekitar 29,70 juta, 16,90 juta dan 16,13 juta pengguna  internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila melihat dari sisi pertumbuhan, Indonesia juga  masuk dalam kategori lima terbesar dengan membukukan pertumbuhan sekitar  1.400 persen dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Internet Akan Terus Tumbuh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hingga  beberapa tahun ke depan, kami melihat potensi perkembangan layanan jasa  internet sebagai bagian dari industri telekomunikasi masih akan  mencatat pertumbuhan yang signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rendahnya angka penetrasi  internet Indonesia yang hanya sebesar 12,30 persen, dibandingkan dengan  negara sekitar seperti Singapura (77,80 persen), Malaysia (64,60  persen), Filipina (29,70 persen), dan negara maju lainnya seperti Jepang  (78,20 persen), China (31,60 persen), dan Korea (81,12 persen), tentu  berpotensi memberikan ruang gerak pertumbuhan bagi para pelaku usahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa  operator telekomunikasi yang ikut menawarkan jasa koneksi internet juga  berpotensi mendapatkan benefit dari kondisi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspansi  usaha yang dilakukan untuk mengembangkan jasa layanan koneksi internet  tentu bisa memberikan peningkatan kontribusi total pendapatan  konsolidasian perusahaan serta berpotensi menjadi stabilator terhadap  penurunan pendapatan maupun stagnannya pertumbuhan pendapatan yang dapat  terjadi pada lini bisnis telekomunikasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menilai, perkembangan industri telekomunikasi di Indonesia akan terus positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akhmad Nurcahyadi adalah analis dari BNI Securities&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://analisis.vivanews.com/news/read/198229-internet--pendongkrak-pertumbuhan-ekonomi"&gt;saource&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6013409643937580960-1361034704472558340?l=indark7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/1361034704472558340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2011/01/internet-pendongkrak-pertumbuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/1361034704472558340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/1361034704472558340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2011/01/internet-pendongkrak-pertumbuhan.html' title='Internet, Pendongkrak Pertumbuhan Ekonomi'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-6760255722429188021</id><published>2010-10-25T06:25:00.000-07:00</published><updated>2011-12-26T13:19:11.435-08:00</updated><title type='text'>Sistem Komunikasi politik</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;1. Komunitas Politik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;  &lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Community&lt;/i&gt; vs &lt;i&gt;Society&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;•&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Community &lt;/i&gt;atau komunitas berkaitan dengan pengelompokan manusia yang diikat oleh kesamaan ikatan yang bersifat emosional (&lt;i&gt;emotional attachment&lt;/i&gt;), misalnya Ummat Islam, Paguyuban Warga Pacitan, Kekerabatan Orang Melayu, dsb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;•&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Society&lt;/i&gt; yg juga berarti masyarakat, berkaitan dengan pengelompokan manusia yang diikat oleh kesamaan ikatan yang bersifat material atau fisikal (&lt;i&gt;material attachment&lt;/i&gt;), misalnya: Masyarakat Kota, Warga Kampung Bugis, Masyarakat Kampung Baru, dsb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Perbedaan taraf kemajuan antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Masyarakat politik yg berkembang:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: 0in;"&gt;•Makin banyak jenis tantangan yang dihadapi masyarakat, makin banyak fungsi-fungsi baru yang harus dijalankannya, maka makin beraneka ragam pula struktur atau lembaga yang diciptakan untuk menangani fungsi-fungsi itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: 0in;"&gt;•Yang menjadi pusat perhatian kita dalam mempelajari perkembangan masyarakat politik ini adalah diferensiasi struktural yang berkaitan dengan penyelesaian konflik. Bagaimana masyarakat menciptakan struktur-struktur baru untuk menyelesaikan konflik secara lebih efektif? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: 0in;"&gt;•Karena, konflik umumnya terjadi terutama pada saat masyarakat harus membagi hasil atau perolehan kerja bersama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: 0in;"&gt;•Dalam politik kita mengenal tentang pengalokasian nilai-nilai yang otoritatif, sebagaimana dikemukakan oleh David Easton.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  &lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ada 3 cara melembagakan proses pembagian atau alokasi dalam masyarakat: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: 0in;"&gt;•&lt;i&gt;Secara adat&lt;/i&gt;, yaitu kesepakatan bersama secara adat turun-temurun bahwa, misalnya, orang-orang tertentu memperoleh bagian lebih banyak. Pembagian atau alokasi secara adat ini mencerminkan konsensus atau kesepakatan di antara semua anggota masyarakat, bukan karena tunduk pada kehendak seseorang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: 0in;"&gt;•&lt;i&gt;Secara tukar-menukar&lt;/i&gt;, yaitu transaksi yang terjadi di mana satu orang menyerahkan sesuatu yang bernilai untuk dipertukarkan dengan barang berharga lainnya. Penjatahan secara inipun berdasar persetujuan atau kesukarelaan. Pihak-pihak yang bertransaksi tidak ada yang tunduk pada yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: 0in;"&gt;•&lt;i&gt;Secara perintah&lt;/i&gt;, yaitu barang-barang berharga dibagi-bagikan menurut kemauan atau perintah seseorang. Dalam proses penjatahan secara perintah, satu pihak harus tunduk pada kemauan pihak lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Komunitas politik berkaitan dg:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: 0in;"&gt;•Cara pembagian secara perintah inilah yang bermakna secara politik. Cara penjatahan ini melibatkan hubungan kekuasaan, sesuatu yang menjadi inti kehidupan politik. Karenanya penjatahan secara perintah bisa disebut penjatahan secara politik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: 0in;"&gt;•Dikaitkan dengan proses penjatahan politik, masalah itu menjadi “bagaimana memperoleh keabsahan atas kekuasaan yang diterapkan dalam proses penjatahan politik” atau “bagaimana membuat anggota masyarakat mau menerima proses penjatahan politik itu sebagai  sesuatu yang sah”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: 0in;"&gt;•Jadi komunitas politik yang kita pelajari adalah bagaimana masyarakat mengembangkan lembaga-lembaga atau struktur-struktur untuk menangani konflik yang timbul akibat dari proses penjatahan secara politik itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Komunitas Politik Tradisional&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;•&lt;/span&gt;Pola kehidupan bergantung kepada berkah alam, untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau &lt;i&gt;subsistence&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;•&lt;/span&gt;Hubungan antar kelompok diatur atas dasar garis keturunan atau kekerabatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;•&lt;/span&gt;Konflik atau keresahan yang terjadi antar-warga  diselesaikan dengan membentuk dewan peradilan, yang umumnya terdiri dari orang tua-tua dari berbagai garis keturunan penting (&lt;i&gt;primus inter pares&lt;/i&gt;). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;•&lt;/span&gt;Ketika satu garis keturunan memperoleh prestise yang tinggi dan pemimpin garis keturunan itu menjadi ketua kelompok atau ketua suku, maka mulailah lahir pemerintahan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Munculnya pemerintahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: 0in;"&gt;•Terbentuknya kerangka dasar pertama bagi kehidupan politik, yaitu &lt;i&gt;munculnya suatu pemerintahan&lt;/i&gt; yang terdiri dari seorang kepala pemerintahan, yang bertanggung-jawab pada dewan yang anggota-anggotanya mewakili bagian-bagian dari masyarakat, yaitu kelompok-kelompok garis keturunan itu. Ini adalah diferensiasi struktural yang paling sederhana, karena pada masa itu sang ketua suku masih merangkap banyak fungsi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: 0in;"&gt;•David Apter mendefinisikan pemerintah sebagai: “sekelompok individu yang menjalankan wewenang yang sah dan yang membuat dan menerapkan keputusan-keputusan demi melindungi dan membantu masyarakat menyesuaikan diri dengan lingkungannya”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: 0in;"&gt;•Jadi, pemerintah tidak hanya berfungsi melindungi masyarakat, tetapi juga mengatur agar, misalnya, masyarakat bisa memproduksi makanan lebih banyak dalam menghadapi paceklik atau masyarakat meningkatkan mutu pengetahuannya, dan sebagainya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sistem Kekuasaan dlm Komunitas Tradisional (menurut Weber)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;•&lt;/span&gt;Sistem kekuasaan patriarkal; urusan kekuasaan cukup diselenggarakan oleh seorang &lt;i&gt;patriarch&lt;/i&gt;, yaitu pemimpin laki-laki tertua. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;•&lt;/span&gt;Sistem kekuasaan patrimonial; kekuasaan oleh aparat birokrasi tradisional di bawah kendali seorang &lt;i&gt;patriarch&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;•&lt;/span&gt;Sistem kekuasaan feudal; kekuasaan oleh para adipati atau para tuan tanah di bawah kendali seorang raja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0in; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;•&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;2. Otoritas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Otoritas adalah sebuah bentuk kekuasaan seseorang atas diri orang lain. Pada waktu seseorang memiliki otoritas, misalnya di dalam lingkup pekerjaan tertentu, maka kekuasaan menjadi mutlak miliknya. Baik itu kekuasaan untuk mengatur, mengontrol atau memutuskan sesuatu. Tentu saja jika digunakan oleh orang yang tidak tepat atau memiliki motivasi yang tidak baik, maka otoritas tersebut tidak berfaedah untuk membangun sebuah sistem malah meruntuhkannya. Bukan hanya itu, otoritas di tangan orang yang tidak tepat, akan dapat disalahgunakan untuk menjajah orang lain, mencari keuntungan sendiri dan menghasilkan perlakuan atau tindakan semena-mena. Betapa baiknya otoritas untuk tujuan yang bagik dan betapa buruknya otoritas untuk tujuan yang menyimpang. Otoritas haruslah berada di tangan orang yang tepat, yang mampu menggunakannya secara bertanggung-jawab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Konsep Otoritas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OTORITAS (=al-Sulthah) secara etimologis bahasa Arab berarti “pengaturan, penguasaan, kemampuan dan kewenangan”.[1] Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dikatakan bahwa Otoritas adalah: 1. Kekuasaan sah yang diberikan kepada suatu lembaga dalam masyarakat yang memungkinkan para pejabatnya menjalankan fungsinya; 2. Hak untuk bertindak; 3. Kekuasaan; wewenang; 4. Hak melakukan tindakan atau hak untuk membuat peraturan untuk memerintah orang lain.[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pengertian Otoritas secara terminologis (dengan O kapital) terkadang menimbulkan kesalah-pahaman, sebagaimana tersurat dalam makna etimologis bahasa Indonesia di atas. Seperti ditekankan oleh Michel Foucault, meskipun terlihat secara tegas dalam praktek-praktek politik kenegaraan, tetapi Otoritas —dalam prakteknya— tidak terbatasi oleh ketundukan satu pihak terhadap pihak tertentu (dalam hal ini adalah penguasa); sebagaimana tidak termanifestasikan dalam sebuah bentuk praktek tertentu, misalnya: kekerasan fisik dan atau non fisik. Otoritas menyebar ke dalam seluruh unsur dan tataran masyarakat: dari penguasa kepada rakyatnya, dari bapak kepada anaknya, dari guru kepada muridnya, dan akhirnya dari agamawan kepada pengikutnya. Otoritas adalah tatanan yang mengatur hubungan strategis antara sebuah pihak dengan pihak lain dalam proses produksi sikap dan pikiran, atau dengan bahasa lain: memproduksi realitas. Sedangkan hubungan strategis yang dimaksudkan di sini adalah hubungan kuasa dan ketundukan, yang membuat pihak lain harus menerima realitas yang digariskan, dengan atau tanpa adanya perlawanan.[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Otoritas Politik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LEBIH khusus berbicara tentang politik, berarti juga tentang negara. Sebab, seperti sudah dimaklumi, politik merupakan sebuah sistem atau kumpulan kebijakan dasar dalam mengatur negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara etimologis, politik (dalam bahasa Yunani) berarti “mengatur kota”, maksud dari kota adalah negara. Pengaturan kota di sini bisa melalui partisipasi “para warga negara” dalam jajak pendapat dan pengambilan keputusan, dalam hal ini sarana mereka adalah membalas pendapat dengan pendapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna tersebut tidak berbeda dengan makna politik saat ini. Tetapi yang jelas bahwa negara modern lebih besar daripada “kota”, sehingga —tentu saja— lebih kompleks, bersamaan dengan tugas-tugas dan fungsi-fungsinya yang lebih luas. Tidak ada salahnya kalau kita meletakkan kata “negara” pada posisi “kota”, pada definisi di atas, kita bisa mengatakan: politik adalah mengatur masalah-masalah negara.[20]&lt;br /&gt;Masalah-masalah negara sangat banyak dan bercabang-cabang, di antaranya:&lt;br /&gt;- Masalah-masalah bangsa: menjaga batas-batas, kesatuan tanah air, rakyat dll.&lt;br /&gt;- Masalah-masalah umat: kepentingan-kepentingan ekonomi, independensi politik tradisi kebudayaanya dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk masalah-masalah negara sebagai institusi yang mewakili umat dalam menjalankan kekuasaan adalah menjaga keamanan, mewujudkan keadilan, mencanangkan kemajuan, perkembangan untuk kemudian merealisasikannya, serta menjalin hubungan dengan negara-negara lain guna menjaga kepentingan-kepentingan eksternalnya, termasuk juga ekonomi, strategi dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat fungsi politik yang sedemikian banyak, dapat disimpulkan bahwa politik mempunyai peranan sangat signifikan dalam kehidupan. Politik, atau pengaturan masalah-masalah negara, merupakan aktivitas yang akan dapat terlaksana dengan baik melalui pemberian kebebasan kepada seluruh warga negara. Kebebasan yang dimaksud di sini adalah kebebasan dalam banyak hal, kebebasan berbicara, berpendapat dan kebebasan lainnya, yang tentu saja untuk kepentingan negara itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam otoritas politik dimanifestasikan dalam bentuk negara “khilafah”. Sebuah bentuk negara teokrasi yang dipimpin oleh seorang khalifah yang memegang otoritas penuh, baik dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan dunia atau agama. Di sini kita perlu membahas masalah Khilafah. Masalah khilafah akan mengalihkan perhatian kita pada masalah akar kekuasaan dan sistematisasi negara Islam. Problem khilafah sudah “merangsang” sebuah upaya yang boleh dibilang berani dari seorang pemikir Mesir Ali Abd. al-Râziq tahun 1925, yaitu sekularisasi pemikiran Islam. Di sini akan dipaparkan beberapa penjelasan awal. Terdapat tiga istilah yang perlu kita selidiki. Istilah pertama adalah “al-khalîfah”, yang dalam bahasa Prancis disebut vicaire. Istilah kedua adalah “al-imâm”, di mana secara definitif berarti, seseorang yang memimpin kaum Muslimin dalam shalat dengan menghadap Ka`bah. Bisa dikatakan bahwa, al-imâm adalah pemimpin rohani juga. Adapun istilah yang ketiga adalah “al-sulthân”, yang mempunyai arti seseorang yang menjalankan dan menangani kekuasaan dalam artian politik yang bersifat duniawi. Kita lihat, ketiga istilah ini jelas-jelas berbeda antara satu sama lain. Dua istilah pertama mengandung tanggungjawab-tanggung-jawab spiritual dan temporal, sedangkan yang ketiga berarti menjalankan atau memainkan kekuasaan yang diperoleh melalui jalan kekuatan dan berlangsung berkat adanya kekuatan tersebut. Di sinilah letak perbedaan antara al-khilâfah (=kekhalifahan) dan al-sulthanah (kesultanan=kerajaan). Kita temukan, dua hal ini seringkali bercampur aduk dan bertumpang tindih, ini dikarenakan para sultan Turki mengklaim sebagai pewaris Khilafah.[21]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah satu generasi dari wafatnya Rasulullah saw., negara Islam telah menjadi kekaisaran yang sebenarnya, dan Khilafah menjadi warisan turun-temurun di awal masa pemerintahan Umayah pada tahun 660 M. Sehingga dengan otomatis Khalifah menjadi seorang kaisar seperti kaisar Persia atau kaisar Roma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para khalifah dan para ahli fikih “teras” berpijak pada sebuah perspektif —meskipun secara implisit— yang mengatakan bahwa khalifah merupakan pewaris hak-hak Nabi, sehingga fikih Islam nampak hanya tertarik kepada masalah khalifah berikut hak-haknya, dan sedikit sekali menaruh perhatian pada hak-hak rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama sejarah ke-khilafah-an Islam, penerapan politik selalu saja bertentangan dengan kepentingan-kepentingan manusia. Keadilan, harta dan otoritas keagamaan menjadi milik pribadi seorang khalifah, menjadi hak anak-anaknya dan para menterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pemahaman yang salah terhadap agama dan al-Qur’an serta pandangan-pandangan tradisional dan khayalan yang tidak sebenarnya terhadap kehidupan Nabi berikut para sahabat, Khilafah kembali kepada keadaan semula, yaitu kekuasaan kabilah, di mana orang-orang Quraisy (orang-orang Umayah, Abbasiyah dan para pendukung Ali bin Abi Thalib) mulai masuk ke dalam konflik atas dasar bahwa Khilafah hanya merupakan hak anak-anak dan keturunan-keturunan mereka saja, sebab mereka termasuk dari kabilah Rasulullah saw.. Sehingga Khilafah hanya dikuasai oleh kabilah Quraisy selama sembilan abad, dimulai dari al-Khulafâ’ al-Râsyidîn, kemudian dinasti Umayah, dinasti Abbasiyah dan setelah itu dinasti Fathimiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati kondisi-kondisi historis dan sosial mengalami perubahan, namun Khilafah tetap hanya dimonopoli oleh kabilah Quraisy, secara sederhana, oleh banyak orang, ini dipahami sebagai perintah agama, sunnah Nabi dan syari`at Tuhan, sehingga orang-orang non-Arab tidak diberi ruang untuk berpartisipasi dalam politik dan mengurus masalah-masalah pemerintahan. Pandangan fikih selalu menegaskan bahwa kekuasaan orang-orang non-Quraisy terhadap kaum Muslimin tidak dibenarkan. Padahal Khilafah, paling tidak menurut Sunnah, bukanlah sistem keagamaan, perubahannya menjadi sistem keagamaan hanya pada perkembangan berikutnya, yang oleh para ahli fikih dianggap sebagai “penjaga agama dan pengatur masalah-masalah dunia”. Hal ini telah melahirkan keyakinan di kalangan orang-orang awam bahwa para khalifah adalah ma`shûm dalam ucapan dan perbuatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas praktis pemerintahan Islam, secara umum hanya terpusat pada satu ras tertentu, dan secara khusus pada keluarga Nabi saw.. Inilah yang mendorong upaya para khalifah untuk memerangi negara-negara lain guna melindungi hak kekuasaan atau menambah kekuatan dan mengembangkan sumber penghasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun tujuan ekspansi-ekspansi yang dilakukan untuk menyebarkan Islam, akan tetapi sejarah telah membuktikan bahwa itu tidak sepenuhnya benar, orang-orang Mesir, sebagai contoh, tetap memeluk agama lama mereka selama lebih dari tiga abad setelah ekspansi Islam, kemudian di Andalusia banyak dari para penduduk yang masih memeluk agama Kristen selama pemerintahan Islam yang berlangsung selama tujuh abad.[22]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun orang-orang non-Muslim tidak mendapat tekanan secara sebenarnya di bawah pemerintahan Islam di negara-negara taklukan, akan tetapi keadaan mereka tetap dibedakan dengan orang-orang Arab. Benar bahwa mereka bebas melakukan ritual-ritual keagamaan, namun mereka sama sekali tidak bebas melaksanakan hak-hak polilik atau sosial seperti membangun tempat-tempat ibadah atau merayakan hari besar keagamaan secara terang-terangan, yang mana ini mengakibatkan para warga tertindas membuat aliran-aliran keagamaan khusus. Banyak dari mereka —setelah masuk Islam— mengaku-ngaku Nabi, ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan kekuasaan atau harapan untuk mendapat keselamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak dari para khalifah dengan orang-orang kepercayaannya, para menteri serta para hakimnya yang anti terhadap pendidikan atau kebudayaan luhur di luar Islam. Makanya mereka melarang pendidikan, mereka lebih suka kebodohan, mereka membatasi hak para warga negara, walau Muslim sekalipun, hanya sekedar menghafal ayat-ayat al-Qur’an dan beberapa hadis Nabi, di samping tentunya memberangus pandangan-pandangan yang bertentangan dengan ahli fikih.[23]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kita melihat bagaimana otoritas politik dalam negara Khilafah nampak bertentangan dengan al-Qur’an. Harus diakui bahwa prinsip-prinsip dasarnya memang banyak diambil dari al-Qur’an. Misalnya “La Hukma illâ Allah”, dari sini kemudian muncul apa yang kita kenal dengan “Hakimiyyatullah” yang seringkali diulang-ulang oleh para Khalifah —setelah masa-masa al-Khulafâ’ al-Râsyidîn— agar menjadi bagian dari agama Islam, menjadi topeng yang menutupi tujuan-tujuan pribadi mereka, dan menjustifikasi kedhaliman-kedhaliman mereka terhadap rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kata “al-hukm” dalam al-Qur’an tidak bermakna otoritas politik (=al-sulthah al-siyâsîyah), atau makna yang saat ini lagi berkembang. Kata-kata “La hukma illa Allah” dengan makna yang politis, sebenarnya bukan dari Islam, al-Qur’an juga tidak mengenalnya. Pandangan semacam ini sama seperti pandangan yang muncul di masa Mesir kuno, kemudian menyebar dalam masyarakat-masyarakat Kristen di abad-abad pertengahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata “al-hukm” dalam bahasa al-Qur’an berarti menegakkan keadilan di antara manusia [al-Nisâ’ : 58]. Di ayat lain berarti menyelesaikan perselisihan [al-Zumar : 3]. Juga berarti nasehat dan hikmah [al-Syu`arâ’ : 21]. Sama sekali tidak ada yang mempunyai arti otoritas politik.[24]&lt;br /&gt;Al-Qur’an menyebutkan tentang otoritas politik dalam makna seperti yang populer saat ini dengan kata “al-amr”. Dari kata ini kemudian muncul “al-amîr”, yaitu orang yang memegang kendali kekuasaan dan pemerintahan, makanya Umar bin Khatthab menyebut dirinya dengan Amîr al-Mu’minîn (=pemimpin orang-orang beriman), ini juga dijadikan sebutan untuk dua khalifah setelahnya (Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib).[25]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa kaitan antara politik dengan fikih? Ini merupakan pertanyaan yang perlu mendapatkan jawaban. Politik dan fikih sama sekali tidak sama. Politik, sebagaimana yang dijelaskan tadi merupakan sebuah sistem dalam pemerintahan. Sedangkan fikih mempunyai makna sekumpulan hukum agama. Namun dalam sejarah kita melihat, bagaimana peran politik dalam menentukan hukum-hukum agama dan penerapannya. Kita bisa berikan contoh misalnya pada masa berkuasanya rezim khilafah dalam Islam. Di mana kekuasaan politik dijadikan media paling ampuh demi terlaksananya hukum-hukum agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum melangkah lebih jauh, alangkah baiknya kalau kita membahas masalah lain yang memang berhubungan erat dengan masalah fikih. Masalah yang dimaksud adalah apa yang oleh kaum Muslimin disebut: Syari`ah, yaitu —dalam makna etimologis— jalan lurus menuju Tuhan. Terdapat pemahaman tradisional terhadap syari`at yang ada pada sebagian negara seperti halnya di Jazirah Arab. Syari`at merupakan sekumpulan prinsip-prinsip yang mencakup sisi-sisi peraturan (=hukum), baik hukum sipil, institusional dan hukum pidana, yang diterapkan dalam masyarakat tertentu. Kaum Muslimin menerima aturan-aturan ini dan menjalankannya seolah-olah memang berasal dari Tuhan. Aturan-aturan ini kemudian mengakar pada kesadaran keimanan (=al-wa`y al-îmânî) dan seakan-akan —melalui sebagian sarana deduktif yang diterapkan secara tegas— lahir dari teks-teks al-Qur’an dan hadis-hadis Nabi. Demikianlah misalnya ketika seorang Muslim pergi ke Mahkamah —mahkamah keadilan— seakan-akan ia sedang berada dalam pengadilan Tuhan!! Selama berabad-abad, seperti inilah yang terjadi pada seluruh masyarakat Islam, di perkotaan dan pedesaan yang tersentuh oleh syari`at semacam ini yang menampakkan dirinya seolah-olah berasal dari Tuhan. Di sini kita perlu memberikan catatan sebelum membicarakan syari`at, bahwa ternyata syari`at tidak diterapkan di seluruh negara Islam, sebab dunia yang terdiri dari masyarakat penggembala-agrikultural senantiasa tidak tersentuh oleh syari`at Islam. Pada dasarnya syari`at terkait dengan negara sentral (=al-dawlah al-markaziyyah), yaitu negara dengan kekuasaan khalifah yang dianggap sebagai seorang hakim terbesar (hakimnya para hakim [Qâdhî al-Qudhât]), dengan kedudukannya ini seorang khalifah dapat menentukan para hakim di setiap daerah dan seterusnya. Jadi sebenarnya, penerapan syari`at dan perluasannya secara geografis tergantung pada sejauh mana kekuasaan negara sentral itu menyebar. Ada suatu masa di mana kekuasaan ini tidak menyebar secara menyeluruh dan komprehensif. Misalnya di Aljazair sebelum kemerdekaan, yaitu hingga tahun 1962, ada bagian penting negara yang di dalamnya tidak diterapkan syari`at tetapi yang diterapkan justru adalah hukum lokal (=qânûn mahallî) atau hukum adat (=qânûn `urfî) yang lahir sebelum Islam. Ini juga terjadi di daerah kabilah-kabilah besar misalnya. Namun sejak tahun 1962 hukum disatukan berdasarkan syari`at, di mana dalam penerapannya mencakup seluruh penjuru negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi pertanyaan yang muncul kemudian adalah: bagaimana jutaan manusia bisa percaya bahwa syari`at berasal dari Tuhan? Di sini kita memerlukan metodologi dekonstruktif dan analitis–ilmiyah yang membebaskan dalam penulisan sejarah untuk menjawab pertanyaan ini. Dalam tradisi disebutkan bahwa syari`at terbentuk secara bertahap berkat peran para hakim yang bertugas mencarikan solusi bagi masalah-masalah kaum Muslimin. Metode yang mereka gunakan adalah mencari jawaban dalam al-Qur’an guna mencari dan menarik solusi, yaitu hukum atau keputusan final dengan salah satu bentuk yang disimpulkan dari al-Qur’an. Hukum-hukum ini nantinya akan dikumpulkan supaya menjadi sekumpulan hukum peradilan dalam jumlah yang cukup besar selama tiga abad pertama Hijriah. Teks-teks fikih–peradilan (=al-nusûsh al-fiqhiyyah - al-qadlâ’iyyah) ini dinisbatkan kepada empat pendiri mazhab: Malik bin Anas, Abu Hanîfah, al-Syâfi`î dan Ahmad bin Hanbal. Hukum-hukum ini telah dijaga oleh tradisi dari generasi ke generasi hingga saat ini. Dari sini kemudian lahir empat aliran fikih, yaitu Malikiyah, Hanafiyah, Syâfi`îyah dan Hanbaliyah. Di samping itu, tentu saja aliran-aliran Syi`ah.[26]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian di atas, kita bisa melihat bagaimana proses percampuradukan antara Syari`at dan Fikih. Syari`at yang pada awalnya, bahkan menurut teks al-Qur’an sendiri, mempunyai makna metode (=al-manhaj), atau jalan (=al-sabîl, al-tharîq). Makna ini juga kita bisa dilihat di kamus-kamus bahasa Arab (=ma`âjim al-lughah al-`arabiyyah), namun lama-kelamaan kata syari`at lalu meluas dan mencakup hukum-hukum yang ada dalam al-Qur’an dan hadis-hadis Nabi. Kemudian mengalami perubahan makna dan meluas lagi sehingga mencakup pendapat-pendapat para ahli fikih, malah kadang-kadang terjadi semacam pertentangan atau benturan antara satu ulama dan ulama lainnya dalam masalah yang sama.&lt;br /&gt;Sedangkan fikih merupakan pendapat-pendapat manusia yang tidak suci dan sama sekali jauh dari unsur `Ishmah. Mendalami fikih berarti mendalami pendapat-pendapat manusia yang cukup beragam betapapun posisi atau kedudukan orang yang menyatakan pendapat tersebut. Percampuran adukan antara keduanya tentu saja tidak bisa lepas dari ulah para pemuka agama atau para ulama yang bertanggung-jawab dalam memudahkan urusan-urusan pensucian (=umûr al-taqdîs) yang rela menjadi hanya sebatas pegawai-pegawai yang tunduk di bawah Otoritas politik para penguasa.[27]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah hadis yang kerap kali dijadikan rujukan dalam melegitimasi otoritas politik penguasa. Dalam hadis ini disebutkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: Khilafah dalam umatku adalah tiga puluh tahun, kemudian setelah itu menjadi raja. Dan masih banyak riwayat lain dengan makna yang sama tapi matannya berbeda. Hadis ini oleh kalangan Ahl al-Sunnah dimaksudkan untuk melegitimasi pemerintahan Mu`awiyah sebagai raja pertama dalam Islam, sekaligus juga untuk melegitimasi para khilafah setelahnya, baik dari orang-orang dinasti Umayah, Abbasiyah dan lainnya. Padahal hadis ini banyak yang meragukan. Bahkan para ahli fikih dan ahli hadis melihat bahwa hadis-hadis yang berhubungan dengan politik merupakan hadis yang dla`îf dan mawdlû`. Akan tetapi kalau kita membaca beberapa referensi, Ahl al-Sunnah tidak hanya cukup menerimanya sebagai sebuah hadis yang benar-benar terjadi, malah dianggap termasuk dalam bingkai tanda-tanda nubuwwah yang menegaskan kenabian Muhammad saw. yang menceritakan tentang hal-hal ghaib, maksudnya perubahan khilafah menjadi raja setelah tiga puluh tahun. Jadi Mu`awiyah merupakan raja pertama dalam Islam yang mendapat legalitas keagamaan, tidak saja dengan “bai`at” melalui ijmâ` (=konsensus), sehingga tahun pengangkatannya sebagai ‘raja’ dan mundurnya Hasan dari panggung politik disebut `âm al-jamâ`ah (=tahun rekonsiliasi), akan tetapi juga sebagai tashdîq terhadap apa yang telah dikabarkan Nabi saw. melalui hadis di atas.[28]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang perlu dicatat, bahwa hal di atas tak lain hanyalah merupakan ideologi resmi negara Mu`awiyah dan negara kaum Ahl al-Sunnah secara umum, dan bahwa Ahl al-Sunnah sebenarnya melakukan hal tersebut untuk menghadapi Syî`ah dan Khawârij yang pada saat itu memang tidak mengakui legalitas pemerintahan Mu`awiyah juga pemerintahan yang datang setelahnya. Ini bisa dilihat ketika pada enam tahun terakhir kaum Khawârij menentang kekhilafahan Utsman dan `Alî setelah terjadinya arbitrasi (=al-tahkîm), sebagaimana juga kaum al-Râfidhah sebagai salah satu golongan dari Syî`ah yang menentang kekhilafahan Abu Bakar, `Umar dan `Utsmân.[29]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah proses ketundukan agama pada otoritas politik dalam Islam. Maka, ketika para pemuka agama sudah terjerat dalam lingkaran kekuasaan, secara otomatis politik menduduki otoritas tertinggi yang dengan sangat mudah akan memperalat dan memperbudak para pemuka agama guna menentukan hukum-hukum yang sesuai dengan kehendak-kehendak politik penguasa. Al-Juwaynî sebagai seorang ulama masa klasik menyatakan bahwa otoritas politik bisa dijadikan sebagai “wasîlah” untuk jalb al-mashâlih dan daf`al-mafâsid, dan bahwa setiap muslim, secara riil, diperintah dengan apa yang diperintahkan penguasa (=rajul al-sulthah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bisa dipahami mengingat kata “al-sulthân” (=penguasa) sebagai pemengang otoritas politik mempunyai makna al-tasalluth, al-istibdâd, al-`unf, dan istighlâl al-ra`iyyah. Maka sifat apapun yang dimiliki seorang penguasa atau raja, mulai dari fashâhah al-lisân (=kefasihan berbicara), al-talaththuf `alâ al-ra`iyyah (=bersikap lembut pada rakyat), jahârah al-sawt (=kejelasan suara), sebenarnya ini tak lain hanyalah sekedar sentaja untuk mempengaruhi rakyatnya. Ketundukan rakyat, berarti ketaatan kepada para penguasa berikut kehendak politik mereka.[30]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Rezim Polyarchy Electoralism&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian rezim, meliputi keseluruhan tata aturan, prosedur pengambilan keputusan, kebijakan, struktur atau bangunan yang membentuk dan mempengaruhinya, serta mencakup keseluruhan prosesnya. Ia tidak hanya diartikan secara sempit sebagai pemerintah (eksekutif, legislatif dan yudikatif) yang sedang berkuasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;Rezim adalah serangkaian peraturan, baik formal (misalnya, Konstitusi) dan informal (hukum adat, norma-norma budaya atau sosial, dll) yang mengatur pelaksanaan suatu pemerintahan dan interaksinya dengan ekonomi dan masyarakat. Misalnya, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat" title="Amerika Serikat"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Amerika Serikat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; mempunyai salah satu rezim tertua yang masih aktif di dunia, yang terbentuk sejak diratifikasinya Konstitusinya pada tahun 1780-an.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Secara teoretis, istilah ini tidak mengandung implikasi apapun tentang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemerintahan" title="Pemerintahan"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;pemerintahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; tertentu yang dirujuknya, dan kebanyakan ilmuwan politik menggunakannya sebagais ebuah istilah yang netral. Namun istilah ini sering digunakan dalam budaya populer dengan pengertian negatif atau menghina,&lt;sup&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rezim#cite_note-0"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; sebagai rujukan kepada pemerintah yang dianggap menindas, tidak demokratis atau tidak sah, sehingga dalam konteks ini, kata tersebut mengandung makna penolakan moral ataupun oposisi politik. Misalnya, kita barangkali tidak akan mendengar kata "sebuah rezim demokratis".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Ilmuwan politik &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fred_Judson&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Fred Judson (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Fred Judson&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, mendefinisikan rezim sebagai "hubungan antara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Negara" title="Negara"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;negara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat" title="Masyarakat"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar" title="Pasar"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;pasar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, dan sisipan global".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 14pt;"&gt;Pengertian Sistem, Politik, dan Sistem Politik indonesia&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;            &lt;u&gt;Sistem&lt;/u&gt; adalah Suatu kesatuan yang terbentuk dari beberapa unsur (elemen). Unsur, Komponen, Atau bagian yang banyak ini satu sama lain berada dalam keterkaitan yang saling kait mengait dan fungsional. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sistem dapat diartikan pula sebagai suatu yang lebih tinggi dari pada sekedar merupakan cara, tata, rencana, skema, prosedur atau metode.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;            &lt;u&gt;Politik&lt;/u&gt; adalah cara yang ditentukan oleh seorang individu atau suatu kelompok untuk mencapai sesuatu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Politik berasal dari kata “ polis” (negara kota), yang kemudian berkembang menjadi kata dan pengertian dalam barbagai bahasa. Aristoteles dalam Politics mengatakan bahwa “pengamatan pertama – tama menunjukan kepada kita bahwa setiap polis atau negara tidak lain adalah semacam asosiasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;            &lt;u&gt;Sistem Politik&lt;/u&gt; adalah berbagai macam kegiatan dan proses dari struktur dan fungsi yang bekerja dalam suatu unit atau kesatuan (masyarakat/negara).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Menurut Almond, Sistem Politik adalah interaksi yang terjadi dalam masyarakat yang merdeka yang menjalankan fungsi integrasi dan adaptasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Menurut Rober A. Dahl, Sistem politik adalah pola yang tetap dari hubungan – hubungan antara manusia yang melibatkan sampai dengan tingkat tertentu, control, pengaruh, kekuasaan, ataupun wewenang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;            Dapat disimpulkan bahwa &lt;u&gt;sistem politik&lt;/u&gt; adalah mekanisme seperangkat fungsi atau peranan dalam struktur politik dalam hubungan satu sama lain yanh menunjukan suatu proses yang langsung memandang dimensi waktu (melampaui masa kini dan masa yang akan datang).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Negara adalah suatu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wilayah" title="Wilayah"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;wilayah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; di permukaan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi" title="Bumi"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;bumi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yang kekuasaannya baik &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Politik" title="Politik"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;politik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Militer" title="Militer"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;militer&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi" title="Ekonomi"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;ekonomi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sosial" title="Sosial"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;sosial&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; maupun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya" title="Budaya"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;budayany&lt;span style="color: black;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Syarat-syarat sebuah negara terbagi menjadi dua, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Syarat Primer :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l5 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in;"&gt;1. Terdapat Rakyat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l5 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in;"&gt;2. Memiliki Wilayah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l5 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in;"&gt;3. Memiliki Pemerintahan yang      Berdaulat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Syarat Sekunder :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l3 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in;"&gt;1. Mendapat pengakuan Negara      lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang mempunyai rakyat dalam suatu wilayah tersebut, dengan sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Syarat lain keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu tempat negara itu berada. Hal lain adalah apa yang disebut sebagai kedaulatan, yakni bahwa negara diakui oleh warganya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas diri mereka pada wilayah tempat negara itu berada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  &lt;h2&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Keberadaan negara&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/h2&gt;Keberadaan negara, seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi" title="Organisasi"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;organisasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; secara umum, adalah untuk memudahkan anggotanya (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rakyat" title="Rakyat"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;rakyat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;) mencapai tujuan bersama atau cita-citanya. Keinginan bersama ini dirumuskan dalam suatu dokumen yang disebut sebagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konstitusi" title="Konstitusi"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Konstitusi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, termasuk didalamnya nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh rakyat sebagai anggota negara. Sebagai dokumen yang mencantumkan cita-cita bersama, maksud didirikannya negara Konstitusi merupakan dokumen hukum tertinggi pada suatu negara. Karenanya dia juga mengatur bagaimana negara dikelola. Konstitusi di Indonesia disebut sebagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Undang-Undang_Dasar" title="Undang-Undang Dasar"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Undang-Undang Dasar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Dalam bentuk modern negara terkait erat dengan keinginan rakyat untuk mencapai kesejahteraan bersama dengan cara-cara yang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi" title="Demokrasi"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;demokratis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Bentuk paling kongkrit pertemuan negara dengan rakyat adalah pelayanan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Publik" title="Publik"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;publik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, yakni pelayanan yang diberikan negara pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rakyat" title="Rakyat"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;rakyat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Terutama sesungguhnya adalah bagaimana negara memberi pelayanan kepada rakyat secara keseluruhan, fungsi pelayanan paling dasar adalah pemberian rasa aman. Negara menjalankan fungsi pelayanan keamanan bagi seluruh rakyat bila semua rakyat merasa bahwa tidak ada ancaman dalam kehidupannya. Dalam perkembangannya banyak negara memiliki kerajang layanan yang berbeda bagi warganya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Berbagai keputusan harus dilakukan untuk mengikat seluruh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Warga_negara" title="Warga negara"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;warga negara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum" title="Hukum"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;hukum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, baik yang merupakan penjabaran atas hal-hal yang tidak jelas dalam Konstitusi maupun untuk menyesuaikan terhadap perkembangan zaman atau keinginan masyarakat, semua kebijakan ini tercantum dalam suatu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Undang-Undang" title="Undang-Undang"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Undang-Undang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Pengambilan keputusan dalam proses pembentukan Undang-Undang haruslah dilakukan secara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi" title="Demokrasi"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;demokratis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, yakni menghormati &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hak" title="Hak"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;hak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; tiap orang untuk terlibat dalam pembuatan keputusan yang akan mengikat mereka itu. Seperti juga dalam organisasi biasa, akan ada orang yang mengurusi kepentingan rakyat banyak. Dalam suatu negara modern, orang-orang yang mengurusi kehidupan rakyat banyak ini dipilih secara demokratis pula.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  &lt;h2&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Pengertian Negara menurut para ahli&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/h2&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l1 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in;"&gt;Prof. Farid S.&lt;br /&gt;     &lt;i&gt;Negara adalah Suatu wilayah merdeka yang mendapat pengakuan negara lain      serta memiliki kedaulatan.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l1 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in;"&gt;Georg Jellinek&lt;br /&gt;     &lt;i&gt;Negara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang telah      berkediaman di wilayah tertentu.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l1 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in;"&gt;Georg Wilhelm Friedrich      Hegel&lt;br /&gt;     &lt;i&gt;Negara merupakan organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sintesis      dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l1 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in;"&gt;Roelof Krannenburg&lt;br /&gt;     &lt;i&gt;Negara adalah suatu organisasi yang timbul karena kehendak dari suatu      golongan atau bangsanya sendiri&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l1 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in;"&gt;Roger H. Soltau&lt;br /&gt;     &lt;i&gt;Negara adalah alat atau wewenang yang mengatur atau mengendalikan      persoalan bersama atas nama masyarakat&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l1 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in;"&gt;Prof. R. Djokosoetono&lt;br /&gt;     &lt;i&gt;Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang      berada di bawah suatu pemerintahan yang sama.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l1 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in;"&gt;Prof. Mr. Soenarko&lt;br /&gt;     &lt;i&gt;Negara ialah organisasi manyarakat yang mempunyai daerah tertentu,      dimana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai sebuah kedaulatan.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l1 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in;"&gt;Aristoteles&lt;br /&gt;     &lt;i&gt;Negara adalah perpaduan beberapa keluarga mencakupi beberapa desa,      hingga pada akhirnya dapat berdiri sendiri sepenuhnya, dengan tujuan      kesenangan dan kehormatan bersama.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Negara adalah suatu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wilayah" title="Wilayah"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;wilayah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; di permukaan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi" title="Bumi"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;bumi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yang kekuasaannya baik &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Politik" title="Politik"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;politik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Militer" title="Militer"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;militer&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi" title="Ekonomi"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;ekonomi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sosial" title="Sosial"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;sosial&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; maupun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya" title="Budaya"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;budayanya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Syarat-syarat sebuah negara terbagi menjadi dua, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Syarat Primer :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l4 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in;"&gt;1. Terdapat Rakyat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l4 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in;"&gt;2. Memiliki Wilayah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l4 level1 lfo6; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in;"&gt;3. Memiliki Pemerintahan yang      Berdaulat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Syarat Sekunder :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l2 level1 lfo7; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in;"&gt;1. Mendapat pengakuan Negara      lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang mempunyai rakyat dalam suatu wilayah tersebut, dengan sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Syarat lain keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu tempat negara itu berada. Hal lain adalah apa yang disebut sebagai kedaulatan, yakni bahwa negara diakui oleh warganya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas diri mereka pada wilayah tempat negara itu berada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  &lt;h2&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Keberadaan negara&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/h2&gt;Keberadaan negara, seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi" title="Organisasi"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;organisasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; secara umum, adalah untuk memudahkan anggotanya (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rakyat" title="Rakyat"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;rakyat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;) mencapai tujuan bersama atau cita-citanya. Keinginan bersama ini dirumuskan dalam suatu dokumen yang disebut sebagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konstitusi" title="Konstitusi"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Konstitusi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, termasuk didalamnya nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh rakyat sebagai anggota negara. Sebagai dokumen yang mencantumkan cita-cita bersama, maksud didirikannya negara Konstitusi merupakan dokumen hukum tertinggi pada suatu negara. Karenanya dia juga mengatur bagaimana negara dikelola. Konstitusi di Indonesia disebut sebagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Undang-Undang_Dasar" title="Undang-Undang Dasar"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Undang-Undang Dasar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Dalam bentuk modern negara terkait erat dengan keinginan rakyat untuk mencapai kesejahteraan bersama dengan cara-cara yang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi" title="Demokrasi"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;demokratis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Bentuk paling kongkrit pertemuan negara dengan rakyat adalah pelayanan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Publik" title="Publik"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;publik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, yakni pelayanan yang diberikan negara pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rakyat" title="Rakyat"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;rakyat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Terutama sesungguhnya adalah bagaimana negara memberi pelayanan kepada rakyat secara keseluruhan, fungsi pelayanan paling dasar adalah pemberian rasa aman. Negara menjalankan fungsi pelayanan keamanan bagi seluruh rakyat bila semua rakyat merasa bahwa tidak ada ancaman dalam kehidupannya. Dalam perkembangannya banyak negara memiliki kerajang layanan yang berbeda bagi warganya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Berbagai keputusan harus dilakukan untuk mengikat seluruh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Warga_negara" title="Warga negara"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;warga negara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum" title="Hukum"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;hukum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, baik yang merupakan penjabaran atas hal-hal yang tidak jelas dalam Konstitusi maupun untuk menyesuaikan terhadap perkembangan zaman atau keinginan masyarakat, semua kebijakan ini tercantum dalam suatu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Undang-Undang" title="Undang-Undang"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Undang-Undang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Pengambilan keputusan dalam proses pembentukan Undang-Undang haruslah dilakukan secara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi" title="Demokrasi"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;demokratis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, yakni menghormati &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hak" title="Hak"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;hak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; tiap orang untuk terlibat dalam pembuatan keputusan yang akan mengikat mereka itu. Seperti juga dalam organisasi biasa, akan ada orang yang mengurusi kepentingan rakyat banyak. Dalam suatu negara modern, orang-orang yang mengurusi kehidupan rakyat banyak ini dipilih secara demokratis pula.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  INPUTS AND OUTPUTS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Dalam perspektif sistem, sistem politik adalah subsistem dari sistem sosial. Perspektif atau pendekatan sistem melihat keseluruhan interaksi yang ada dalam suatu sistem yakni suatu unit yang relatif terpisah dari lingkungannya dan memiliki hubungan yang relatif tetap diantara elemen-elemen pembentuknya. Kehidupan politik dari perspektif sistem bisa dilihat dari berbagai sudut, misalnya dengan menekankan pada kelembagaan yang ada kita bisa melihat pada struktur hubungan antara berbagai lembaga atau institusi pembentuk sistem politik. Hubungan antara berbagai lembaga negara sebagai pusat kekuatan politik misalnya merupakan satu aspek, sedangkan peranan partai politik dan kelompok-kelompok penekan merupakan bagian lain dari suatu sistem politik. Dengan merubah sudut pandang maka sistem politik bisa dilihat sebagai kebudayaan politik, lembaga-lembaga politik, dan perilaku politik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Model sistem politik yang paling sederhana akan menguraikan masukan (input) ke dalam sistem politik, yang mengubah melalui proses politik menjadi keluaran (output). Dalam model ini masukan biasanya dikaitkan dengan dukungan maupun tuntutan yang harus diolah oleh sistem politik lewat berbagai keputusan dan pelayanan publik yang diberian oleh pemerintahan untuk bisa menghasilkan kesejahteraan bagi rakyat. Dalam perspektif ini, maka efektifitas sistem politik adalah kemampuannya untuk menciptakan kesejahteraan bagi rakyat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Namun dengan mengingat Machiavelli maka tidak jarang efektifitas sistem politik diukur dari kemampuannya untuk mempertahankan diri dari tekanan untuk berubah. Pandangan ini tidak membedakan antara sistem politik yang demokratis dan sistem politik yang otoriter.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  PENDEKATAN DALAM ANALISIS SISTEM POLITIK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Analisis Sistem Politik Menurut David Easton&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan sistem politik pada mulanya terbentuk dengan mengacu pada pendekatan yang terdapat dalam ilmu eksakta. Adapun untuk membedakan sistem politik dengan sistem yang lain maka dapat dilihat dari definisi politik itu sendiri. Sebagai suatu sistem, sistem politik memiliki ciri-ciri tertentu. Perbedaan pendapat mulai muncul ketika harus menentukan batas antara sistem politik dengan sistem lain yang terdapat dalam lingkungan sistem politik. Namun demikian, batas akan dapat dilihat apabila kita dapat memahami tindakan politik sebagai sebuah tindakan yang ingin berkaitan dengan pembuatan keputusan yang menyangkut publik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Perbedaan sistem politik dengan sistem yang lain, tidak menjadikan jurang pemisah antara sistem politik dengan sistem yang lain. Sebuah sistem dapat menjadi input bagi sistem yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Dalam sistem politik terdapat pembagian kerja antaranggotanya. Pembagian kerja yang ada tidak akan menghancurkan sistem politik karena ada fungsi integratif dalam sistem politik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Input, Output, dan Lingkungan dalam Sistem Politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Input dalam sistem politik dibedakan menjadi dua, yaitu tuntutan dan dukungan. Input yang berupa tuntutan muncul sebagai konsekuensi dari kelangkaan atas berbagai sumber-sumber yang langka dalam masyarakat (kebutuhan). Input tidak akan sampai (masuk) secara baik dalam sistem politik jika tidak terorganisir secara baik. Oleh sebab itu komunikasi politik menjadi bagian penting dalam hal ini. Terdapat perbedaan tipe komunikasi politik di negara yang demokratis dengan negara yang nondemokratis. Tipe komunikasi politik ini pula yang nantinya akan membedakan besarnya peranan dari organisasi politik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Output merupakan keputusan otoritatif (yang mengikat) dalam menjawab dan memenuhi input yang masuk. Output sering dimanfaatkan sebagai mekanisme dukungan dalam rangka memenuhi tuntutan-tuntutan yang muncul.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Lingkungan mempunyai peranan penting berupa input, baik tuntutan ataupun dukungan. Kemampuan anggota sistem politik dalam mengelola dan menanggapi desakan ataupun pengaruh lingkungan bergantung pada pengenalannya pada lingkungan itu sendiri. Lingkungan merupakan semua sistem lain yang tidak termasuk dalam sistem politik. Secara garis besar, lingkungan dibagi menjadi dua, yaitu lingkungan dalam (intra societal) dan lingkungan luar (extra societal).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Setidaknya ada dua kritik yang dilontarkan atas gagasan Easton, yaitu adanya anggapan bahwa pemikiran Easton terlalu teoretis sehingga sulit untuk diaplikasikan secara nyata. Selain terlalu teoretis, pemikiran Easton dianggap tidak netral karena hanya mengedepankan nilai-nilai liberal Barat dengan tanpa memperhatikan kondisi pada masyarakat yang sedang berkembang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Pendekatan Struktural Fungsional Gabriel Almond&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Pendekatan struktural fungsional merupakan alat analisis dalam mempelajari sistem politik, pada awalnya adalah pengembangan dari teori struktural fungsional dalam sosiologi. Dalam pendekatan ini, sistem politik merupakan kumpulan dari peranan-peranan yang saling berinteraksi. Menurut Almond, sistem politik adalah sistem interaksi yang terdapat dalam semua masyarakat yang bebas dan merdeka yang melaksanakan fungsi-fungsi integrasi dan adaptasi (baik dalam masyarakat ataupun berhadap-hadapan dengan masyarakat lainnya). Semua sistem politik memiliki persamaan karena sifat universalitas dari struktur dan fungsi politik. Mengenai fungsi politik ini, Almond membaginya dalam dua jenis, fungsi input dan output.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Terkait dengan hubungannya dengan lingkungan, perspektif yang digunakan adalah ekologis. Keuntungan dari perspektif ekologis ini adalah dapat mengarahkan perhatian kita pada isu politik yang lebih luas. Agar dapat membuat penilaian yang objektif maka kita harus menempatkan sistem politik dalam lingkungannya. Hal ini dilakukan guna mengetahui bagaimana lingkungan-lingkungan membatasi atau membantu dilakukannya sebuah pilihan politik. Sifat saling bergantung bukan hanya dalam hubungan antara kebijaksanaan dengan sarana-sarana institusional saja, namun lembaga-lembaga atau bagian dari sistem politik tersebut juga saling bergantung. Untuk dapat mengatasi pengaruh lingkungan, Almond menyebutkan enam kategori kapabilitas sistem politik, yaitu kapabilitas ekstraktif, kapabilitas regulatif, kapabilitas distributif, kapabilitas simbolik, kapabilitas responsif, kapabilitas domestik dan internasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Analisis Struktural Fungsional dalam Sistem Politik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Menurut Gabriel Almond, dalam setiap sistem politik terdapat enam struktur atau lembaga politik, yaitu kelompok kepentingan, partai politik, badan legislatif, badan eksekutif, birokrasi, dan badan peradilan. Dengan melihat keenam struktur dalam setiap sistem politik, kita dapat membandingkan suatu sistem politik dengan sistem politik yang lain. Hanya saja, perbandingan keenam struktur tersebut tidak terlalu membantu kita apabila tidak disertai dengan penelusuran dan pemahaman yang lebih jauh dari bekerjanya sistem politik tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Suatu analisis struktur menunjukkan jumlah partai politik, dewan yang terdapat dalam parlemen, sistem pemerintahan terpusat atau federal, bagaimana eksekutif, legislatif, dan yudikatif diorganisir dan secara formal dihubungkan satu dengan yang lain. Adapun analisis fungsional menunjukkan bagaimana lembaga-lembaga dan organisasi-organisasi tersebut berinteraksi untuk menghasilkan dan melaksanakan suatu kebijakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Input yang masuk dalam sistem politik disalurkan oleh lembaga politik, kemudian akan menghasilkan output, berupa keputusan yang sah dan mengikat yang sebelumnya melalui proses konversi. Dalam konversi terjadi interaksi antara faktor-faktor politik, baik yang bersifat individu, kelompok ataupun organisasi. Fungsi input, meliputi sosialisasi politik dan rekruitmen politik, artikulasi kepentingan, agregasi kepentingan, dan komunikasi politik. Sedangkan fungsi output, antara lain pembuatan kebijakan, penerapan kebijakan, dan penghakiman kebijakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  SOSIALISASI, BUDAYA POLITIK DI INDONESIA, DAN EKONOMI POLITIK INDONESIA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Sosialisasi Politik di Indonesia&lt;br /&gt;Dalam kegiatan belajar ini ada tiga hal yang dikemukakan. Pertama, mengenai pengertian sosialisasi politik. Kedua, mengenai proses sosialisasi politik di Indonesia, dan ketiga, mengenai agen-agen sosialisasi politik yang berperan dalam penyebaran nilai-nilai politik ke dalam masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Pada bagian pertama dijelaskan mengenai proses sosialisasi secara umum, kemudian juga dibahas tahapan psikologi politik, dan juga tahapan sosialisasi politik. Setelah pembahasan sosialisasi politik di Indonesia juga dibahas mengenai agen-agen sosialisasi politik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Budaya Politik di Indonesia&lt;br /&gt;Klasifikasi budaya politik oleh Gabriel A. Almond dan G. Bingham Powell, terdiri atas budaya politik parokial, budaya politik subjek/kaula, dan budaya politik partisipan. Sedangkan budaya politik menurut Austin Ranney dibedakan atas orientasi kognitif dan preferensi politik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Ada beberapa unsur yang berpengaruh atau melibatkan diri dalam proses pembentukan budaya politik nasional, yaitu sebagai berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  1. Unsur sub-budaya politik yang berbentuk budaya politik asal.&lt;br /&gt;2. Aneka rupa sub-budaya politik yang berasal dari luar lingkungan tempat budaya politik asal itu berada.&lt;br /&gt;3. Budaya politik nasional itu sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Tahapan perkembangan budaya politik nasional menurut Sjamsuddin, antara lain sebagai berikut (Rahman, 1998: 58).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  1. Budaya politik nasional yang tengah berada dalam proses pembentukannya.&lt;br /&gt;2. Budaya politik nasional yang sedang mengalami proses pematangan. Dalam tahapan ini, pada dasarnya budaya politik nasional sudah ada, tetapi masih belum matang.&lt;br /&gt;3. Budaya politik nasional yang sudah mapan, yaitu budaya politik yang telah diakui keberadaannya secara nasional.&lt;br /&gt;4. Ada dua sudut pandang untuk melihat budaya politik yang dikaitkan dengan &lt;a href="http://blog.unila.ac.id/young/struktur-sosial" title="struktur sosial"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;struktur sosial&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, yaitu secara vertikal maupun horizontal. Terakhir ada tiga kelompok yang mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap sistem politik Indonesia, yaitu kelompok agama, kelompok suku bangsa, dan kelompok ras.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Ekonomi Politik&lt;br /&gt;Ilmu ekonomi politik mempelajari tentang hubungan timbal balik antara transaksi ekonomi dengan perilaku politik. Para ahli ekonomi politik melihat bahwa dalam hubungan antara negara dan pasar terdapat struktur atau anatomi, nilai-nilai, kebutuhan, dan kepentingan yang bervariasi, yang pada gilirannya dapat menimbulkan interaksi yang beragam antara negara dengan pasar. Penjelasan singkat di atas pada dasarnya memberikan gambaran bahwa pembagian sistem ekonomi ke dalam kapitalisme dan sosialisme merupakan penyederhanaan masalah (simplifikasi). Dalam praktiknya, sejumlah negara tertentu sulit untuk dapat dimasukkan ke dalam kategori kapitalisme maupun sosialisme. Di sinilah letak pentingnya studi tentang ekonomi politik, untuk mendapatkan gambaran yang menyeluruh mengenai hubungan antara ekonomi dengan politik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Kapitalisme merupakan suatu sistem ekonomi di mana peranan negara di dalam ekonomi minimal, sebaliknya hampir seluruh solusi terhadap masalah ekonomi diserahkan kepada pasar. Sedangkan sosialisme merupakan sistem ekonomi di mana solusi terhadap permasalahan ekonomi seluruhnya atau sebagian besar diserahkan kepada negara. Dalam sistem sosialisme, sering kali sektor swasta diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam sistem ekonomi, namun ruang geraknya dibatasi oleh ketentuan yang dibuat oleh negara sehingga peranannya di dalam proses produksi dan distribusi tidak dapat menjadi dominan sebagaimana dalam sistem kapitalisme.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Dalam konteks analisis sistem, ekonomi politik merupakan bagian dari lingkungan dalam yang mempengaruhi dinamika sistem politik. Interaksi antara ekonomi dan politik tidak terlepas dari proses input dan output di dalam sistem politik. Pengaruh ekonomi terhadap perilaku politik pada dasarnya dapat dikategorikan sebagai bagian dari proses input dalam alur sistem politik. Sebaliknya, pengaruh politik terhadap ekonomi dapat dikategorikan sebagai proses output dalam alur sistem politik. Namun, dalam kasus di mana interaksi antara pelaku ekonomi dengan pejabat politik demikian erat dalam mengeluarkan kebijakan yang menguntungkan kepentingan ekonomi keduanya maka kajian ekonomi politik pun dapat meliputi bagian proses konversi dalam analisis sistem.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Dinamika Ekonomi Politik di Indonesia&lt;br /&gt;Dinamika hubungan antara negara dengan pasar sejak Indonesia berdiri hingga era reformasi diwarnai oleh fluktuasi penguatan peran negara. Negara sempat memiliki pengaruh dominan di dalam sistem politik pada masa Demokrasi Terpimpin dan juga pada masa boom minyak semasa kepemimpinan Orde Baru. Di luar periode tersebut, pasar mampu mendorong negara membuat kebijakan yang memungkinkan akumulasi kapital yang cenderung lebih banyak menguntungkan para pemilik modal (investor). Kekuatan pasar yang luar biasa dalam menghadapi negara dapat ditemukan dalam kasus krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 hingga 1998.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  &lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1&gt;Pemerintah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pemerintah adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi" title="Organisasi"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;organisasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yang memiliki kekuasaan untuk membuat dan menerapkan hukum serta undang-undang di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wilayah" title="Wilayah"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;wilayah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; tertentu. Ada beberapa definisi mengenai sistem pemerintahan. Sama halnya, terdapat bermacam-macam jenis pemerintahan di dunia. Sebagai contoh: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Republik" title="Republik"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Republik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Monarki" title="Monarki"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Monarki&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; / &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan" title="Kerajaan"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Kerajaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Persemakmuran" title="Persemakmuran"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Persemakmuran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;Commonwealth&lt;/i&gt;). Dari bentuk-bentuk utama tersebut, terdapat beragam cabang, seperti: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Monarki_Konstitusional" title="Monarki Konstitusional"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Monarki Konstitusional&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi" title="Demokrasi"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Demokrasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Absolut" title="Kerajaan Absolut"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Monarki Absolut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; / Mutlak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pengertian dan Paradigma Pemerintahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Posted on April 28, 2008 by Pakde sofa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;    Pengertian dan Paradigma Pemerintahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Secara umum filsafat dapat dirumuskan sebagai upaya manusia untuk mempelajari dan mengungkapkan pengembaraan manusia di dunianya menuju akhirat secara mendasar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Objek material dari filsafat adalah manusia, sama dengan objek ilmu lainnya; yang membedakan adalah dari sudut pandang mana suatu ilmu menyoroti manusia. Tujuan filsafat adalah mengumpulkan pengetahuan manusia sebanyak mungkin, mengajukan kritik dan menilai pengetahuan ini, menemukan hakikatnya dan menerbitkan serta mengatur semuanya itu dalam bentuk yang sistematis. Filsafat membawa kita pada pemahaman dan pemahaman membawa kita ke tindakan yang lebih layak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pemerintahan merupakan kegiatan memerintah yang dilakukan oleh pemerintah yang melakukan kekuasaan memerintah atas nama negara terhadap orang yang diperintah (masyarakat).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Filsafat pemerintahan tidak memberikan petunjuk teknis memerintah, tetapi memberikan pemahaman dan arah tindakan bagaimana sebaiknya melakukan kegiatan pemerintahan yang layak dan benar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Hakikat Ilmu Pemerintahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ilmu Pemerintahan selain termasuk ilmu teoritis empiris, juga termasuk ilmu praktis atau ilmu terapan, karena akan langsung diterapkan kepada masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ilmu Pemerintahan termasuk ilmu campuran karena disamping berkembang secara teoritis menurut ilmu murni juga berkembang secara praktis (diterapkan) dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan. Ketidakjelasan antara pemerintahan sebagai ilmu dan pemerintahan sebagai praktik (seni), tidak perlu dipertentangkan, namun yang penting adalah bagaimana bisa menjadikan ilmu pemerintahan sebagai ilmu yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan dalam suatu negara sehingga negara itu dapat maju dan berkembang, masyarakatnya hidup aman, sejahtera dan damai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Perkembangan Ilmu Pemerintahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Studi tentang pemerintahan sudah tua umurnya yaitu, sejak zaman Tiongkok kuno, Hindu kuno dan zaman Yunani kuno sudah diajarkan praktik-praktik dan pelajaran tentang pemerintahan. Akan tetapi Prof. Mac Iver mempertentangkan apakah ilmu pemerintahan sebagai ilmu yang berdiri sendiri, karena pemerintahan baginya merupakan mitos yang tampak berubah-ubah pada berbagai ruang dan waktu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Di Indonesia perkembangan ilmu pemerintahan sebagai lembaga sudah cukup menggembirakan namun yang menjadi masalah sekarang adalah esensi dan eksistensi ilmu pemerintahan sebagai ilmu yang dapat diandalkan belum tuntas memiliki syarat sebagai ilmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dilihat sari segi tahap-tahap perkembangannya, ilmu pemerintahan telah melewati tahap klasifikasi, bahkan sudah berada pada tahap komparasi. Selanjutnya untuk menjadi ilmu, maka ilmu pemerintahan harus membangun dirinya sehingga dapat mencapai tahap kuantifikasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Paradigma Pemerintahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Paradigma adalah corak berpikir baru seseorang atau sekelompok orang. Paradigma adalah seperangkat asumsi mengenai realitas atau dengan kata lain paradigma adalah suatu model atau pola yang diterima menjalankan dunia lebih baik daripada perangkat lain manapun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Paradigma ilmu pemerintahan dari dimensi ruang (bukan dimensi waktu), sebagai berikut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;1.Ilmu pemerintahan sebagai cabang ilmu filsafat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;2.Ilmu pemerintahan mengacu kepada Alquran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;3.Ilmu pemerintahan sebagai suatu seni.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;4.Ilmu pemerintahan sebagai cabang ilmu politik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;5.Ilmu pemerintahan dianggap sebagai administrasi negara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;6.Ilmu pemerintahan sebagai ilmu pemerintahan yang mandiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Paradigma baru ilmu pemerintahan yang diusulkan oleh Taliziduhu Ndraha adalah paradigma kerakyatan, yaitu suatu paradigma yang memandang ilmu pemerintahan itu sebagai pola hubungan antara pemerintah dengan yang diperintah (rakyat); dalam hal ini ditekankan pentingnya posisi rakyat sebagai yang diperintah karena rakyatlah yang memberikan mandat kepada badan/lembaga yang memerintah dan kalau diibaratkan sebuah organisasi usaha maka rakyatlah sebagai pemegang saham, sehingga pemerintah harus betul-betul memperhatikan rakyat yang diperintah (dilayani).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sumber buku Filsafat Pemerintahan karya Drs. H. Achmad Batinggi, MPA. Drs. Muhammad Tamar, M.Ps&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pengertian pemerintah dalam suatu negara menurut Prof Miriam Budiardjo adalah: “Pengertian pemerintahan bisa diartikan sebagai bagian dari pengertian politik dalam arti umum, yang meliputi pula pengertian kebijaksanaan dan kekuatan. Bahwa politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu, serta cara melalksanakan tujuan-tujuan itu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;Pengertian pemerintah dan pemerintahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/h2&gt;Pemerintah atau goverment secara etimologis berasal dari kata yunani kubeernan atau nahkoda kapal,,,,,,artinya  menatap kedepan, nenentukan berbagai kebijakan yang diselenggaakan untuk mencapai  tujuan masyarakat  negara, memperkirakan arah perkembangan masyarakat pada masa yang akan datang,,, dan mempersiapkan langkah-langkah kebijakan untuk menyongsong perkembanan masyarakat, serta mengelola dan mengarahkan masyarakat ketujuan yang ditetapkan . sementara, yang dimaksud dengan pemerintahan adalah menyangkut tugas dan kewenangan, sedangkan pemerintah adalah aparat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  &lt;h2&gt;Pemerintah dan Politik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;July 25th, 2010 &lt;span class="author"&gt;&lt;a href="http://news.free4house.com/author/" title="Posts by "&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;http://news.free4house.com/author/&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;0&lt;span class="comments"&gt; Comments&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;script&gt;&lt;/script&gt;Pemerintah dan / Politik strong&amp;gt;               Pendahuluan P &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  mengacu pada seperangkat prosedur yang diakui untuk melaksanakan dan mendapatkan tujuan suatu kelompok Setiap masyarakat harus memiliki sistem politik dalam rangka mempertahankan diakui prosedur untuk mengalokasikan sumber daya dihargai. Pada (1936) istilah, politik &amp;lt;&amp;gt; ilmuwan politik Harold Lasswell’s / kuat adalah yang mendapat apa, kapan, dan bagaimana. Jadi, seperti agama dan keluarga, sistem politik adalah universal budaya; itu adalah lembaga sosial yang ditemukan dalam setiap masyarakat P &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Kami akan fokus pada pemerintah dan politik di Amerika Serikat serta negara-negara industri lainnya dan masyarakat praindustri. Dalam studi mereka politik dan sistem politik, sosiolog prihatin dengan interaksi sosial antara individu-individu dan kelompok dan dampaknya terhadap tatanan politik yang lebih besar. Sebagai contoh, dalam mempelajari kontroversi atas pencalonan Hakim Robert Bork, sosiolog mungkin ingin berfokus pada bagaimana perubahan dalam struktur kelompok Amerika-kepentingan masyarakat banyak peningkatan suara hitam untuk calon Demokrat-selatan mempengaruhi pengambilan keputusan Howell Heflin dan senator lainnya (dan, akhirnya, hasil dari pertempuran konfirmasi Bork). Dari perspektif sosiologis, karena itu, pertanyaan mendasar adalah: bagaimana kondisi sosial suatu negara mempengaruhi kehidupan sehari-hari politik dan pemerintahan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  KEKUATAN &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Power merupakan inti dari suatu sistem politik?. Power dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk latihan akan seseorang atas orang lain. Untuk kata lain, jika salah satu pihak dalam suatu hubungan dapat mengontrol perilaku yang lain, bahwa individu atau kelompok adalah latihan kekuatan. hubungan Power dapat melibatkan organisasi-organisasi besar, kelompok kecil, atau bahkan orang-orang dalam asosiasi intim. Darah dan Wolfe (1960) menyusun konsep P &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Ada tiga sumber dasar kekuasaan dalam sistem politik -kekuatan, pengaruh, dan otoritas Force. adalah penggunaan aktual atau ancaman paksaan untuk memaksakan kehendak seseorang pada orang lain. Ketika para pemimpin memenjarakan atau bahkan mengeksekusi para pembangkang politik, mereka menerapkan berlaku; begitu juga, adalah teroris ketika mereka merebut kedutaan atau membunuh seorang pemimpin politik. Pengaruh , di sisi lain, mengacu pada pelaksanaan kekuasaan melalui proses persuasi. Seorang warga negara dapat mengubah posisinya mengenai calon Mahkamah Agung karena editorial surat kabar, kesaksian ahli dari seorang dekan sekolah hukum di depan Komite Kehakiman Senat, atau pidato pengadukan unjuk rasa oleh aktivis politik. Dalam setiap kasus, sosiolog akan melihat upaya-upaya seperti untuk membujuk orang sebagai contoh pengaruh. Kewenangan, sumber ketiga kekuasaan, akan dibahas kemudian. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Max Weber membuat sebuah perbedaan penting antara kekuasaan yang sah dan tidak sah. Dalam arti politik, / strong&amp;gt; mengacu pada kepercayaan “dari rakyat bahwa pemerintah memiliki hak untuk memerintah dan bahwa warga negara harus mematuhi peraturan dan hukum pemerintah”. Tentu saja, arti dari istilah tersebut dapat diperpanjang di luar lingkup pemerintah. Amerika biasanya menerima kekuasaan orang tua, guru, dan para pemimpin agama sebagai yang sah. Sebaliknya, jika hak seorang pemimpin untuk memerintah tidak diterima oleh sebagian besar warga (seperti yang sering terjadi ketika diktator populer menggulingkan pemerintah terpilih), rezim ini akan dianggap tidak sah. Ketika mereka yang tidak memiliki legitimasi kekuasaan, mereka biasanya memakai metode koersif untuk mempertahankan kontrol atas lembaga-lembaga sosial /&amp;gt;. P &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  politik kekuasaan tidak terbagi secara merata di antara semua anggota masyarakat. Bagaimana ekstrim kesenjangan ini? Tiga perspektif teoretis menjawab pertanyaan ini dalam tiga cara yang berbeda. Pertama, teori-teori Marxis menunjukkan bahwa kekuasaan terkonsentrasi di tangan segelintir orang yang memiliki alat-alat produksi. Powerfull kapitalis memanipulasi pengaturan sosial dan budaya untuk meningkatkan lebih jauh kekayaan mereka dan kekuasaan, sering dengan mengorbankan tak berdaya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Kedua, teori elit kekuasaan setuju bahwa kekuasaan terkonsentrasi di tangan beberapa orang.; elit termasuk pemimpin militer, pejabat pemerintah, dan eksekutif bisnis. Kelompok ini terdiri dari orang-orang yang menempati posisi teratas dalam hirarki organisasi kami, mereka memiliki latar belakang yang sama dan berbagi minat yang sama dan tujuan. Menurut pandangan ini, organisasi manapun (bahkan negara-bangsa) memiliki built-in kecenderungan menjadi oligarki (pemerintahan oleh beberapa). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Ketiga, teori-teori pluralis menunjukkan bahwa berbagai kelompok dan kepentingan bersaing untuk politik kekuasaan. Berbeda dengan teori Marxis dan elit kekuasaan, pluralis melihat kekuasaan sebagai tersebar di antara banyak orang dan kelompok yang tidak harus setuju pada apa yang harus dilakukan. Pelobi bagi kelompok-kelompok lingkungan, misalnya, akan berjuang dengan pelobi untuk industri batubara di atas undang-undang antipollution. Dengan cara ini kehendak rakyat diterjemahkan ke dalam tindakan politik. Thurow, bagaimanapun, menunjukkan bahwa pandangan berbeda terlalu banyak telah membuat hampir tidak mungkin untuk tiba pada suatu kebijakan publik yang baik efektif dalam memecahkan masalah-masalah sosial dan memuaskan kepada kelompok-kelompok kepentingan yang berbeda Otoritas / strong&amp;gt; mengacu pada kekuasaan yang telah dilembagakan dan diakui oleh orang terhadap siapa itu dilaksanakan. Sosiolog umumnya menggunakan istilah yang terkait dengan mereka yang memegang kekuasaan sah melalui dipilih atau diakui posisi publik. Penting untuk menekankan bahwa otoritas seseorang dibatasi oleh batasan-batasan posisi sosial tertentu. Jadi, wasit memiliki kewenangan untuk memutuskan apakah hukuman harus disebut selama pertandingan sepak bola tetapi tidak memiliki kewenangan atas harga tiket ke permainan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Max Weber (1947) menyediakan sistem klasifikasi tentang kewenangan yang telah menjadi salah satu yang paling berguna dan sering dikutip kontribusi sosiologi awal. Dia mengidentifikasi tiga tipe ideal otoritas: tradisional, hukum-rasional, dan P Tradisional Authority &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Dalam sistem politik yang didasarkan pada , kekuasaan yang sah adalah yang diberikan oleh praktek adat dan diterima. Perintah atasan yang dirasa sah karena “ini adalah bagaimana hal-hal yang selalu dilakukan.” Sebagai contoh, seorang raja atau ratu diterima sebagai penguasa negara hanya berdasarkan mewarisi mahkota. raja mungkin mencintai atau membenci, kompeten atau merusak; dalam hal legitimasi, bahwa materi tidak. Untuk pemimpin tradisional, otoritas terletak pada adat, bukan karakteristik pribadi, kompetensi teknis, atau bahkan hukum tertulis &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Tradisional adalah mutlak dalam banyak contoh karena penguasa mempunyai kemampuan untuk menentukan hukum dan kebijakan. Karena otoritas ini dilegitimasi oleh adat kuno, otoritas tradisional umumnya terkait dengan masyarakat praindustri. Namun bentuk kewenangan juga tampak jelas di negara-negara maju lebih. Sebagai contoh, seorang pemimpin dapat mengambil gambar memiliki bimbingan ilahi, sebagai benar dari Jepang Kaisar Hirohito, yang memerintah selama Perang Dunia II. Di sisi lain, kepemilikan dan kepemimpinan di beberapa usaha kecil, seperti toko kelontong dan restoran, bisa lewat langsung dari orang tua terhadap anak dan generasi ke generasi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Hukum-Rasional Otoritas Power dibuat sah oleh hukum dikenal sebagai &lt;a href="http://homework-expert.net/?p=" target="_blank "&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;hukum-rasional / a&amp;gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Pemimpin masyarakat tersebut memperoleh otoritas mereka dari peraturan tertulis dan peraturan sistem politik. Sebagai contoh, otoritas presiden Amerika Serikat dan Kongres dilegitimasi oleh Konstitusi Amerika. Umumnya, dalam masyarakat didasarkan pada otoritas legal-rasional, pemimpin dianggap sebagai pelayan masyarakat. Mereka tidak dipandang sebagai memiliki inspirasi ilahi, sebagaimana kepala masyarakat tertentu dengan bentuk-bentuk tradisional otoritas Amerika Serikat, sebagai masyarakat yang menghargai aturan hukum, telah didefinisikan secara hukum membatasi kekuasaan pemerintah. Power ditugaskan untuk posisi, bukan kepada individu. Jadi, ketika Ronald Reagan menjadi presiden pada tahun 1981 awal, ia diasumsikan kekuasaan formal dan tugas kantor yang sebagaimana ditentukan oleh konstitusi. Ketika presiden Reagan berakhir, mereka kekuasaan dialihkan kepada penggantinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  &amp;gt; Jika presiden bertindak dalam kekuatan yang sah dari kantor, tapi tidak menyukai kita, kita mungkin ingin memilih presiden baru. Tapi kita tidak akan biasanya berpendapat bahwa kekuasaan presiden tidak sah. Namun, jika seorang pejabat jelas melebihi kekuatan kantor, seperti Richard Nixon dilakukan oleh menghalangi keadilan selama investigasi dari pencurian Watergate, kekuasaan resmi mungkin mulai dilihat sebagai tidak sah. Selain itu, seperti yang sejati Nixon, orang tersebut mungkin terpaksa keluar dari kantor. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Otoritas Karismatik &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Weber juga mengamati bahwa daya dapat disahkan oleh karisma individu. Istilah mengacu pada listrik buatan yang sah oleh banding luar biasa seorang pemimpin pribadi atau emosional kepada para pengikutnya atau dirinya. Karisma memungkinkan untuk memimpin atau memberi inspirasi tanpa bergantung pada aturan-aturan atau tradisi. Menariknya, wewenang tersebut berasal lebih dari keyakinan pengikut setia daripada kualitas yang sebenarnya dari pemimpin. Selama orang melihat pribadi sebagai yang memiliki kualitas yang ditetapkan kepadanya selain dari warga biasa, wewenang pemimpin akan tetap aman dan sering dipertanyakan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Politik ilmuwan Ann Ruth Willner (1984) mencatat bahwa setiap pemimpin karismatik mengacu pada nilai-nilai, keyakinan, dan tradisi masyarakat tertentu. Aktivitas seksual mencolok lama presiden Sukarno Achmed Indonesia mengingatkan pengikutnya para dewa dalam legenda-legenda Jepang dan karena itu dianggap sebagai tanda kekuasaan dan kepahlawanan. Sebaliknya, India melihat Mahatma Gandhi selibat sebagai bukti dari disiplin diri yang super. pemimpin Karismatik juga mengasosiasikan dirinya dengan pahlawan budaya dan agama secara luas dihormati. Willner menjelaskan bagaimana Ayalollah Khomeini dari Iran terkait dirinya dengan Husein, seorang Shiile martir Muslim dan Kuba Fidel Castro terkait dirinya dengan Yesus Kristus &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  P Tidak seperti para penguasa tradisional, pemimpin karismatik sering menjadi terkenal dengan melanggar dengan lembaga-lembaga yang didirikan dan perubahan dramatis advokasi dalam struktur sosial. Pegangan yang kuat bahwa orang tersebut memiliki lebih dari pengikut mereka membuat lebih mudah untuk membangun gerakan protes yang menantang norma-norma dan nilai-nilai dominan masyarakat. Jadi, pemimpin karismatik seperti Yesus, Mahatma Gandhi, dan Martin Luther King semua menggunakan kekuasaan mereka untuk menekan untuk perubahan perilaku sosial yang berlaku. Tapi begitu juga Adolf Hitler, yang karismatik berbalik banding masyarakat terhadap kekerasan dan merusak berakhir. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  &amp;gt; Sejak ia bersandar pada daya tarik satu individu, otoritas karismatik tentu jauh lebih pendek daripada hidup baik otoritas tradisional atau hukum-rasional . Akibatnya, pemimpin karismatik mungkin mencoba untuk memperkuat posisi mereka kekuasaan dengan mencari mekanisme legitimasi lain. Sebagai contoh, Fidel Castro berkuasa di Kuba pada tahun 1959 sebagai pemimpin revolusi populer. Namun dalam beberapa dekade yang mengikuti perebutan kekuasaan, Castro berdiri untuk pemilihan (tanpa oposisi) sebagai sarana untuk lebih legitimasi otoritasnya sebagai pemimpin Kuba. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Jika otoritas tersebut melampaui masa hidup pemimpin karismatik, itu harus menjalani apa yang disebut Weber rutinisasi dari -proses dengan mana kualitas kepemimpinan yang awalnya terkait dengan individu yang dimasukkan ke dalam baik tradisional atau sistem hukum-rasional. Dengan demikian, otoritas karismatik Yesus sebagai pemimpin dari gereja Kristen dipindahkan ke rasul Petrus dan kemudian ke berbagai prelates (atau paus) dari iman. Demikian pula, semangat emosional mendukung George Washington rutin ke dalam sistem konstitusional Amerika dan norma dari presiden dua-panjang. Setelah rutinisasi telah terjadi, otoritas pada akhirnya berkembang menjadi suatu bentuk tradisional atau hukum-rasional. &amp;gt; Sebagai telah dicatat sebelumnya, Weber digunakan tradisional, hukum-rasional, dan otoritas karismatik sebagai tipe ideal. Pada kenyataannya, pemimpin tertentu dan sistem politik menggabungkan elemen dari dua atau lebih dari bentuk-bentuk. Presiden Franklin D. Roosevelt dan John F. Kennedy memegang kekuasaan terutama melalui dasar hukum-rasional dari otoritas mereka. Pada saat yang sama, mereka pemimpin karismatik luar biasa yang memerintahkan (bohong kesetiaan pribadi sejumlah besar orang Amerika PEMERINTAH &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Setiap masyarakat membentuk suatu sistem politik dengan yang diatur.. Di negara-negara industri modern, Sejumlah besar keputusan politik penting dibuat oleh unit resmi pemerintah. Lima tipe dasar pemerintah dianggap : monarki&amp;gt;, oligarki, kediktatoran, totalitarianisme, dan Monarki / strong&amp;gt; adalah bentuk pemerintahan yang dipimpin oleh seorang anggota tunggal dari keluarga kerajaan, biasanya seorang raja, ratu, atau penguasa turun-temurun. Pada waktu sebelumnya, banyak penguasa mengklaim bahwa Tuhan telah memberikan mereka hak ilahi untuk memerintah tanah mereka Biasanya, mereka diatur berdasarkan bentuk otoritas tradisional,. walaupun ini kadang-kadang disertai dengan penggunaan kekuatan. Pada 1980-an, penguasa memegang kekuasaan pemerintahan asli hanya dalam beberapa negara , seperti Monako Kebanyakan monarki memiliki sedikit daya praktis dan terutama melayani keperluan upacara.. Oligarki Sebuah / strong&amp;gt; adalah sebuah bentuk pemerintahan di mana aturan beberapa individu. Ini adalah agak metode lama pemerintahan yang berkembang di Yunani dan Mesir kuno Hari ini,. oligarki sering mengambil bentuk pemerintahan militer Beberapa negara berkembang di Afrika, Asia,. dan Amerika Latin yang dikuasai oleh faksi kecil perwira militer yang merebut kekuasaan secara paksa-baik rezim dari hukum yang dipilih atau dari klik-klik militer lainnya p &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Sebenarnya, istilah oligarki disediakan untuk pemerintah yang dijalankan oleh beberapa individu pilih. Namun, Uni Soviet dan Republik Rakyat Cina dapat diklasifikasikan sebagai oligarchies jika kita memperluas arti istilah agak. Dalam setiap kasus, kekuasaan terletak di tangan partai-berkuasa kelompok Komunis. Dalam nada yang sama, menggambar atas teori konflik, yang mungkin berpendapat bahwa banyak industri “demokratis” bangsa-bangsa dari barat benar harus dipertimbangkan oligarchies, karena hanya sedikit kuat sebenarnya aturan: pemimpin bisnis besar, pemerintah, dan militer. Kemudian, kita akan memeriksa hal ini model “elit” dari sistem politik Amerika secara lebih rinci. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Kediktatoran dan Totalitarianisme &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  p &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Sering, kediktatoran mengembangkan kontrol atas hidup yang luar biasa seperti orang bahwa mereka disebut monarki dan totaliter. oligarchies juga memiliki potensi untuk mencapai dominasi jenis Totalitarianisme. melibatkan hampir lengkap kontrol pemerintah dan pengawasan atas seluruh aspek kehidupan sosial dan politik di masyarakat Bolt Nazi. Jerman di bawah Hitler dan Uni Soviet tahun 1980-an diklasifikasikan sebagai totaliter negara. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Politik ilmuwan Carl Friedrich dan Zbigniew Brzezinski telah mengidentifikasi ciri-ciri berjemur enam yang melambangkan negara-negara totaliter ini meliputi:. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  penggunaan besar-besaran terhadap ideologi. Totaliter masyarakat menawarkan penjelasan untuk setiap bagian dari kehidupan. tujuan sosial, perilaku terhormat, bahkan musuh telah disampaikan sederhana (dan biasanya terdistorsi) istilah Sebagai contoh, Nazi menyalahkan orang-orang Yahudi untuk hampir setiap hal yang salah di Jerman atau negara lain… Kalau ada kegagalan panen akibat kekeringan, itu pasti akan dilihat sebagai konspirasi Yahudi sistem satu partai.. A Gaya totaliter hanya memiliki satu partai politik yang legal, yang memonopoli kantor pemerintah. Meresap dan mengendalikan seluruh lembaga sosial dan berfungsi sebagai sumber kekayaan, prestise, dan kekuasaan Kontrol senjata.. Totaliter negara juga memonopoli penggunaan senjata Seluruh unit militer seni tunduk pada kendali rezim yang berkuasa.. Terror. Totaliter negara sering mengandalkan intimidasi umum (seperti publikasi tidak disetujui melarang) dan individu jera (seperti penyiksaan dan pelaksanaan) untuk mempertahankan kontrol (Bahry dan Silver, 1987) Alexander Solzhenitsyn.’s Gulag Archipelago (1973) mendeskripsikan penjara Uni Soviet dari pembangkang politik di rumah sakit jiwa, di mana mereka menjadi sasaran obat dan perawatan sengatan listrik Kontrol media.. Ada ada “oposisi tekan” dalam keadaan totaliter Media berkomunikasi interpretasi resmi peristiwa dan memperkuat perilaku dan kebijakan disukai oleh rezim Kontrol ekonomi… Totaliter menyatakan kendali sektor utama perekonomian. Mereka mungkin larut kepemilikan pribadi atas industri dan bahkan peternakan kecil Dalam beberapa kasus, pemerintah pusat menetapkan target produksi untuk setiap industri dan unit pertanian.. Pemberontakan serikat pekerja Polandia ‘Solidaritas,. pada awal tahun 1980 sebagian ditujukan terhadap kekuasaan pemerintah atas kuota produksi, kondisi kerja, dan harga. Melalui metode tersebut, pemerintah totaliter menolak representasi orang-orang di politik, ekonomi, dan keputusan sosial yang mempengaruhi kehidupan mereka seperti pemerintah memiliki kontrol menyeluruh atas nasib rakyat.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Demokrasi&amp;gt; Dalam arti harfiah , / strong&amp;gt; berarti pemerintah oleh masyarakat. Demokrasi berasal dari dua kata bahasa Yunani-demo akar, yang berarti “rakyat” atau “rakyat biasa”, dan kratia, yang berarti “aturan” Tentu saja., di besar, negara-negara padat penduduknya, pemerintah oleh semua orang tidak praktis di tingkat nasional ini tidak mungkin untuk lebih dari 246,000,000 Amerika untuk memilih setiap isu penting yang muncul sebelum Kongres.. Akibatnya, demokrasi umumnya dipertahankan melalui cara partisipasi dikenal sebagai p &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Amerika Serikat umumnya diklasifikasikan sebagai demokrasi perwakilan, karena kita memilih anggota Kongres dan negara legislatif untuk menangani tugas penulisan hukum kita Namun, kritikus mempertanyakan bagaimana demokrasi perwakilan kita. Apakah benar-benar mewakili rakyat? Apakah ada diri-sejati-pemerintah di Amerika Serikat atau hanya persaingan antara para elite yang kuat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  &lt;div class="MsoNormal"&gt;Jelas, warga negara tidak dapat secara efektif mewakili jika mereka tidak diberikan untuk memilih Namun bangsa kita tidak membebaskan laki-laki hitam sampai 1870., dan perempuan tidak diizinkan untuk memilih dalam pemilihan presiden sampai 1920. India Indian Amerika diizinkan untuk menjadi warga negara (dengan demikian kualifikasi untuk memilih) hanya pada tahun 1924, dan sampai tahun 1956, beberapa negara bagian dicegah dari suara dalam pemilu lokal jika mereka tinggal pemesanan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&amp;gt; Tidak seperti monarki, oligarchies, dan kediktatoran, bentuk pemerintahan yang demokratis menyiratkan suatu oposisi yang ditolerir, atau bahkan, didorong untuk ada Di Amerika Serikat, kita memiliki dua besar partai politik-Partai Demokrat dan Republik-serta berbagai pihak kecil.. Ahli sosiologi menggunakan istilah partai politik untuk merujuk pada suatu organisasi yang tujuan adalah untuk mempromosikan calon terpilih kantor, uang muka ideologi sebagaimana tercermin dalam posisi mengenai isu-isu politik, menang pemilu, dan kekuasaan latihan. Apakah demokrasi memiliki dua partai politik besar (seperti di Amerika Serikat) atau menggabungkan sistem multipartai (seperti di Perancis dan Israel), biasanya akan menekankan perlunya sudut pandang yang berbeda &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Seymour Martin Kesal, antara lain sosiolog,. telah mencoba untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat membantu membawa tentang bentuk pemerintahan yang demokratis Dia berpendapat bahwa tingkat tinggi pembangunan ekonomi mendorong stabilitas dan demokrasi.. Kesal mencapai kesimpulan ini setelah mempelajari 50 negara dan menemukan korelasi yang tinggi antara pembangunan ekonomi dan bentuk pemerintahan tertentu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Mengapa harus ada hubungan seperti itu Dalam masyarakat dengan tingkat tinggi pembangunan, penduduk umumnya cenderung urbanisasi dan melek huruf dan lebih siap untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan membuat pandangan dari anggotanya mendengar.? Di samping itu, sebagai Kesal menyarankan, masyarakat yang relatif kaya akan relatif bebas dari tuntutan terhadap pemerintah oleh warga negara berpenghasilan rendah orang miskin. di negara-negara tersebut cukup dapat bercita-cita untuk mobilitas ke atas. Oleh karena itu, bersama dengan kelas menengah yang besar biasanya ditemukan dalam masyarakat industri, yang miskin segmen masyarakat mungkin memiliki saham di stabilitas ekonomi dan politik &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  p Kesal’s formulasi telah diserang oleh teoretisi konflik, yang cenderung kritis terhadap distribusi kekuasaan dalam demokrasi. Seperti yang akan kita lihat nanti, banyak konflik teoretisi percaya bahwa Amerika Serikat dijalankan oleh elit ekonomi dan politik kecil. Pada saat yang sama, mereka amati bahwa stabilitas ekonomi tidak selalu mempromosikan atau menjamin kebebasan politik Lipset (. 1972) dirinya setuju demokrasi yang dalam prakteknya masih jauh dari ideal dan yang kita harus membedakan antara berbagai tingkat demokrasi dalam sistem pemerintahan yang demokratis Jadi, kita tidak bisa berasumsi. bahwa tingkat perkembangan ekonomi atau label memproklamirkan diri sebagai “demokrasi” menjamin kebebasan dan representasi politik yang memadai. DI AMERIKA SERIKAT &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Sebagai warga Amerika yang kita terima banyak aspek dari sistem politik kita Kita. terbiasa tinggal di sebuah negara dengan Bill of Rights, dua partai politik besar, pemungutan suara secara rahasia, seorang presiden terpilih, negara dan pemerintah daerah yang berbeda dari pemerintah nasional, dan sebagainya Namun,. tentu saja, masyarakat masing-masing memiliki cara sendiri yang mengatur dirinya sendiri dan membuat keputusan. Sama seperti kita harapkan kandidat Partai Demokrat dan Republik untuk bersaing untuk jabatan publik, penduduk Uni Soviet terbiasa dengan dominasi Partai Komunis. Pada bagian ini, kita akan membahas beberapa aspek penting dari perilaku politik di Amerika Serikat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Politik Sosialisasi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Lima fungsional prasyarat bahwa masyarakat harus dipenuhi untuk dapat bertahan hidup diidentifikasi Salah satu diantaranya adalah perlu mengajar merekrut untuk menerima nilai-nilai dan kebiasaan kelompok itu.. Dalam pengertian politik, fungsi ini sangat penting; setiap generasi berikutnya harus didorong untuk menerima nilai-nilai dasar suatu masyarakat politik dan metode tertentu atas keputusan pembuatan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  p &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  lembaga utama sosialisasi politik adalah mereka yang juga bersosialisasi kita untuk lain-termasuk norma-norma budaya keluarga, sekolah, dan media. Banyak pengamat melihat keluarga sebagai memainkan peran sangat penting dalam proses ini. “incubates Keluarga politik orang, “kata ilmuwan politik Robert Lane Bahkan, orangtua menyampaikan sikap politik mereka dan evaluasi untuk putra dan putri mereka melalui diskusi di meja makan dan juga melalui contoh keterlibatan politik mereka atau sikap apatis.. Dini sosialisasi tidak selalu menentukan orientasi politik seseorang; ada perubahan dari waktu ke waktu dan antara generasi Namun penelitian. pada sosialisasi politik terus menunjukkan bahwa pandangan orang tua “memiliki dampak penting pada pandangan anak-anak mereka sekolah dapat berpengaruh dalam sosialisasi politik, karena mereka kaum muda dengan menyediakan informasi dan analisis dari dunia politik. Tidak seperti keluarga dan kelompok sebaya, sekolah mudah rentan terhadap kontrol terpusat dan seragam; akibatnya, masyarakat totaliter biasanya menggunakan institusi pendidikan untuk tujuan indoktrinasi Namun,. bahkan di negara demokrasi, dimana sekolah-sekolah lokal yang tidak di bawah kendali meresap dari pemerintah nasional, pendidikan politik pada umumnya akan mencerminkan norma-norma dan nilai-nilai dari tatanan politik yang berlaku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  &amp;gt; Dalam pandangan ahli teori konflik, mahasiswa Amerika belajar jauh lebih banyak daripada faktual informasi tentang cara kami politik dan ekonomi kehidupan mereka telah disosialisasikan untuk melihat kapitalisme dan demokrasi perwakilan sebagai “normal” yang paling diinginkan dan cara-cara mengatur negara.. Pada saat yang sama, nilai-nilai bersaing dan bentuk pemerintahan sering disajikan dalam sebagian besar mode negatif atau diabaikan. Dari perspektif konflik, jenis pendidikan politik melayani kepentingan yang berkuasa dan mengabaikan pentingnya divisi sosial yang ditemukan di Amerika Serikat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  p p Anehnya, ungkapan preferensi untuk partai politik sering datang sebelum orang muda memiliki pemahaman yang penuh politik sistem. Survei menunjukkan bahwa 65 hingga 75 persen anak usia 10 dan 11 menyatakan komitmen untuk label politik yang spesifik, termasuk “independen” ilmuwan Politik M. Kent Jennings dan Richard G. Niemi (1974) telah ditemukan. bahwa anak-anak yang menunjukkan tingkat tinggi politik kompetensi-dengan memahami perbedaan antara partai politik dan antara liberal dan konservatif filosofi-lebih cenderung menjadi politik aktif selama masa dewasa. &amp;gt; Seperti keluarga dan sekolah, media massa dapat memiliki efek yang jelas pada masyarakat berpikir dan perilaku politik. Dimulai dengan debat Kennedy-Nixon presiden tahun 1960, televisi telah memberikan peningkatan eksposur untuk kandidat politik Salah satu hasil pentingnya telah meningkat dari “politisi” gambar “sebagaimana dipersepsikan oleh publik Amerika.. Hari ini, banyak pidato yang diberikan oleh para pemimpin bangsa kita dirancang bukan untuk pendengar langsung, tapi untuk para penonton televisi yang lebih besar Di bagian kebijakan sosial kemudian, kami akan meneliti dampak televisi pada kampanye politik Amerika.. p Sejumlah studi komunikasi telah melaporkan bahwa media cenderung tidak mempengaruhi massa orang langsung Elihu Katz. (1957) menggambarkan proses sebagai aliran dua-langkah , dengan menggunakan pendekatan yang mencerminkan penekanan interactionists ‘pada signifikansi sosial dari pertukaran sosial sehari-hari. Dalam pandangan Katz, pesan melewati media pertama mencapai sejumlah kecil pemuka pendapat, termasuk guru, otoritas agama, dan aktivis masyarakat. Para pemimpin “menyebarkan kata” kepada orang lain lebih dari yang mereka memiliki pengaruh pemimpin Opini tidak perlu formal pemimpin kelompok terorganisir orang.. Sebagai contoh, seseorang yang mendengar mengganggu laporan tentang bahaya limbah radioaktif di sebuah sungai dekat mungkin akan memberitahu anggota keluarga dan teman-teman. Masing-masing orang dapat menginformasikan yang lain dan mungkin membujuk mereka untuk mendukung posisi kerja untuk membersihkan sungai. Tentu saja, dalam setiap proses komunikasi di mana seseorang memainkan peran perantara, pesan dapat ditafsirkan kembali pemimpin Opini halus dapat mengubah pesan politik untuk kepentingan mereka sendiri.. Partisipasi dan Apatis &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  Secara teori, sebuah demokrasi perwakilan akan berfungsi paling efektif dan adil jika ada pemilih informasi dan aktif berkomunikasi pandangan para pemimpin pemerintah. Sayangnya, hal ini hampir terjadi di Amerika Serikat. Hampir semua orang Amerika akrab dengan dasar-dasar politik proses, dan yang paling cenderung untuk mengidentifikasi batas tertentu dengan partai politik, tetapi hanya sebagian kecil (seringkali anggota kelas-kelas sosial yang lebih tinggi) sebenarnya berpartisipasi dalam organisasi politik di Studi lokal atau tingkat nasional. mengungkapkan bahwa hanya 8 persen dari Amerika milik .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;  &lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #3366ff;"&gt;Secara struktural &lt;a href="http://de-kill.blogspot.com/2008/01/cara-membuat-makalah.html"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;makalah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yg umum biasanya tersusun atas:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kata Pengantar : berisi kata2 harapan penulis, ucapan trimakasih, dll dari penulis&lt;br /&gt;2. Daftar isi (jelas)&lt;br /&gt;3. Pendahuluan : latar belakang pembuatan tugas, tujuan dan manfaat yg diinginkan&lt;br /&gt;4. Landasan teori : kutipan teori2 yg mendasari makalah, biasa lgs dikutip dari buku diktat&lt;br /&gt;5. Pembahasan : inti makalah yg ingin lo bahas masukan di bab ini&lt;br /&gt;6. Kesimpulan : pendek kata dari pembahasan masukin sini&lt;br /&gt;7. Daftar Pustaka : &lt;a href="http://de-kill.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;sumber2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yg anda pakai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;KERANGKA LAPORAN PENELITIAN [karya tulis/makalah]&lt;br /&gt;Judul&lt;br /&gt;Lembar Pengesahan&lt;br /&gt;Abstrak/Ringkasan&lt;br /&gt;Kata Pengantar&lt;br /&gt;Daftar Isi&lt;br /&gt;Daftar Tabel&lt;br /&gt;Daftar Gambar&lt;br /&gt;Daftar Lampiran&lt;br /&gt;Daftar Istilah dan atau Daftar Singkatan [kalau ada]&lt;br /&gt;BAB I Pendahuluan (latar belakang, identifikasi masalah, maksud dan tujuan, kegunaan penelitian, kerangka pemikiran)&lt;br /&gt;BAB II Tinjauan Pustaka&lt;br /&gt;BAB III Bahan dan Metode Penelitian (bentuk penelitian, subjek penelitian, ukuran sampel, definisi operasional, variabel penelitian, prosedur penelitian, cara pemeriksaan/pengukuran, analisis data, tempat dan waktu penelitian, jadwal penelitian, alur penelitian)&lt;br /&gt;BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan&lt;br /&gt;BAB V Kesimpulan dan Saran&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;Lampiran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6013409643937580960-6760255722429188021?l=indark7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/6760255722429188021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2010/10/sistem-komunikasi-politik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/6760255722429188021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/6760255722429188021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2010/10/sistem-komunikasi-politik.html' title='Sistem Komunikasi politik'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-971297127751856365</id><published>2010-08-22T00:40:00.000-07:00</published><updated>2011-12-26T13:19:32.668-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='know'/><title type='text'>Satu Masjid, Dua Jamaah</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;a href="http://l.yimg.com/a/i/sea/id/ramadan/250surakarta-square.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://l.yimg.com/a/i/sea/id/ramadan/250surakarta-square.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 250px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 250px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;By Nurlis Effendi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda pandangan boleh saja, kerukunan adalah yang utama. Semangat seperti ini tercermin di Masjid Agung Surakarta, Solo, Jawa Tengah. Masjid yang berdiri bersamaan dengan Keraton Kasunanan Surakarta ini sangat menjunjung tinggi nilai pluralisme. Bisa dilihat dalam pelaksanaan shalat tarawih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah atap masjid itu terdapat dua jamaah, masing-masing menjalankan shalat tarawih 11 rakaat dan 23 rakaat. Alhasil di dalam masjid itu ada dua imam untuk dua jamaah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunikan ini bisa dilihat di setiap jamaah menunaikan salat tarawih di bulan ramadan. Sebetulnya saat salat isya, jamaah masih bersatu shalat di ruang utama masjid dipimpin oleh seorang imam. Mereka berbaris rapi di dalam shaf. Ada yang menggunakan celana panjang, dan ada pula yang sarungan. Di barisan paling belakang jamaah perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai salat empat rakaat, sebagian jamaah melaksanakan salat sunat ba’diyah isya. Namun, ada juga serombongan jamaah yang bersarung bergegas meninggalkan ruang utama masjid, mereka pindah ke sebelah utara ruang utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah jumlah jamaah terlihat cukup, maka pintu penghubung antara ruang utama masjid, peninggalan Pakubuwono IV, ini dengan ruang sebelah pun ditutup rapat. Samar-samar terdengar suara imam yang hendak memulai shalat tarawihnya. Jamaah 23 rakaat lebih dulu melakukan shalat tarawih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan berbeda terlihat di ruang utama masjid. Para jamaahnya sedang khusyuk mendengarkan tausiyah dari ustadz. Sebab, sebelum menunaikan salat tarawih terlebih dahulu diisi kultum. Setelah sekitar tujuh menit hingga sepuluh menit, tausiyah selesai. Dan selanjutnya dilakukan shalat tarawih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka melaksanakan shalat isya secara berjamaah dengan satu imam. Namun, ketika shalat isya selesai, para jamaah mulai memisahkan diri untuk melaksanakan shalat tarawih dengan imam dan jamaahnya masing-masing,” kata Ketua II Takmir Masjid Agung Surakarta Slamet Aby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk saling menghormati dan tidak mengganggu shalat tarawih masing-masing jamaah, pihak takmir masjid mengatur besar kecilnya suara pengeras kedua imam tersebut. Ini dilakukan agar suara pengeras suara itu tidak saling mengganggu antara yang jamaah satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal berdirinya masjid ini, setiap shalat tarawih pada bulan Ramadhan jumlah rakaatnya mencapai 23 rakaat. Namun, sekitar 1980-an, kebijakan memisahkan ruangan itu pun muncul. Sebab, setiap kali shalat tarawih pada hitungan 8 rakaat, sejumlah jamaah meninggalkan masjid dan melanjutkan dengan shalat witir di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, atas dasar pemikiran KH Muthohar Al Hafidz yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Ta’fid Wattaqlimil Qur’an yang satu komplek dengan Masjid Agung, pada 1983, jamaah shalat tarawih pun mulai dipisahkan antara yang 11 rakaat dengan 23 rakaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya yang 11 rakaat menempati ruang utama masjid karena jumlah jamaahnya lebih banyak. Sedangkan yang jamaah shalat tarawih 23 rakaat menempati ruangan sebelah utara masjid yang dari segi ukuran ruangan lebih kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat musyarawarah untuk memisahkan ruangan ini, Aby mengungkapkan, tidak muncul pertentangan ataupun percekcokan dari salah satu kubu jamaah. Karena mereka semua menyadari bahwa dalam bulan suci Ramadan harus menjunjung persaudaraan dan kerukunan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://l.yimg.com/a/i/sea/id/ramadan/480surakarta.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://l.yimg.com/a/i/sea/id/ramadan/480surakarta.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 322px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 480px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Kondisi seperti ini malah menunjukkan kalau di masjid ini ada semacam kemajemukan yang menjunjung ukhuwah Islamiyah di kalangan umat muslim. Jadi, bagi kami tidak masalah, yang penting rukun,” kata Aby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kerukunan ini kembali terlihat pada saat melaksanakan tadarus Alquran selepas salat tarawih. Semua jamaah dari ‘kedua aliran’ kembali berkumpul menjadi satu di serambi masjid. Rasa persaudaraan terlihat ketika para jamaah 11 rakaat menunggu dengan sabar rampungnya shalat tarawih di ruang seberang sebelum memulai tadarus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan ini juga tidak menjadi masalah bagi para imam di Masjid Agung yang telah berdiri sejak 1745 M ini. Seperti diakui salah satu imam, Muhtarom, perbedaan jumlah rakaat dalam melaksanakan shalat tarawih ini sudah terjadi sejak zaman sahabat Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, ia beranggapan jika perbedaan jumlah rakaat shalat tarawih yang ada di Masjid Agung ini merupakan sebuah rahmat Allah yang patut disyukuri. Sebab, dari sinilah tercipta semangat pluralisme yang cukup indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Meskipun saya sering menjadi imam salat tarawih 23 rakaat. Tapi, pekan depan saya juga mendapat jatah menjadi imam salat tarawih 11 rakaat. Saya sih tak masalah. Ini kan cuma masalah teknis salat sunat saja. Kalau yang berbeda itu jumlah rakaat pada shalat fardhu, itu jelas tak bisa diterima.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diambil dari : &lt;a href="http://id.promotion.yahoo.com/ramadan/"&gt;Yahoo News Ramadhan Mubarak&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6013409643937580960-971297127751856365?l=indark7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/971297127751856365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2010/08/satu-masjid-dua-jamaah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/971297127751856365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/971297127751856365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2010/08/satu-masjid-dua-jamaah.html' title='Satu Masjid, Dua Jamaah'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-2174412682105365420</id><published>2010-08-22T00:09:00.000-07:00</published><updated>2011-12-26T13:19:59.119-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Sejarah Kebudayaan Islam</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Oleh: Indra Abdurohim&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="text-align: center; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Pendahuluan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="text-align: justify; text-indent: .5in; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Manusia merupakan satu-satunya makhluk Allah yang diberikan karunia dengan akal, maka dengan memiliki kekhususan tersebut manusiapun diberikan kemampuan dalam menganalisis suatu hal dalam kehidupannya. Maka dari itu pada kaitannya manusia tidak mungkin terlepas dari yang namanya sejarah, karena dengan sejarah tersebut manusia dapat belajar dan menganalisis kejadian-kejadian yang terjadi pada masa lalu. Sejarah merupakan cerminan dari kehidupan masa lalu kita dan dapat dijadikan sebagai bahan instropeksi diri. Begitu pula dengan sejarah peradaban Islam yang merupakan alat untuk mempelajari kejadian yang terjadi di masa lalu ataupun sebagai acuan untuk lebih dapat memajukan Islam daripada sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="text-align: justify; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Peradaban Islam merupakan kajian yang sangat luas. Seperti yang dijelaskan dalam makalah ini, bahwa peradaban Islam sangat erat kaitannya dengan kebudayaan tetapi tetap merupakan dua hal yang berbeda. Dalam kebudayaan mencakup juga peradaban, tetapi tidak sebaliknya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="text-align: justify; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Untuk mengetahui lebih dalam tentang pengertian dan ruang lingkup sejarah peradaban Islam, akan dijelaskan lebih terperinci dalam makalah ini.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="text-align: justify; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol type="A"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Pengertian Sejarah Peradaban Islam&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="text-align: justify; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="margin-left: .5in; text-align: justify; text-indent: -.25in; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;1.&lt;span mce_="" style="font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Pengertian Sejarah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="text-align: justify; text-indent: .25in; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;Secara etimologis berasal dari kata arab &lt;i&gt;"syajarah"&lt;/i&gt; yang mempunyai arti &lt;i&gt;"pohon kehidupan&lt;/i&gt;" dan yang kita kenal didalam bahasa ilmiyah yakni History&lt;a class="mceItemAnchor" href="http://indark007.wordpress.com/wp-admin/post.php?post=77&amp;amp;action=edit#_ftn1" mce_href="#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span mce_="" style="font-size: 12pt;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;ol type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Karakteristik sejarah&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="text-align: justify; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Karakteristik sejarah dengan disiplinnya dapat dilihat berdasarkan 3 orientasi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="margin-left: .5in; text-align: justify; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Pertama &lt;/u&gt;&lt;/b&gt;: sejarah merupakan pengetahuan mengenai kejadian kejadian, peristiwa peristiwa dan keadaan manusia dalam masa lampau dalam kaitannya dengan keadaan masa kini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="margin-left: .5in; text-align: justify; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kedua &lt;/u&gt;&lt;/b&gt;: sejarah merupakan pengetahuan tentang hokum hokum yang tampak menguasai kehidupan masa lampau, yang di peroleh melalui penyelidikan dan analisis atau peristiwa peristiwa masa lampau.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="margin-left: .5in; text-align: justify; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Ketiga&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; : sejarah ssebagai falsafah yang di dasarkan kepada pengetahuan tentang perubahan perubahan masyarakat, dengan kata lain sejarah seperti ini merupakan ilmu tentang proses suatu masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;ol type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Kegunaan sejarah&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="margin-left: .5in; text-align: justify; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Sejarah mempunyai arti penting dalam kehidupan begitu juga sejarah mempunyai beberapa kegunaan, diantara kegunaan sejarah antara lain :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="margin-left: .5in; text-align: justify; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Pertama &lt;/u&gt;&lt;/b&gt;: Untuk keleatarian identitas kelompok dan memperkuat daya tahan kelompok itu bagi kelangsungan hidup.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="margin-left: .5in; text-align: justify; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kedua&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; : sejarah berguna sebagi pengambilan pelajaran dan tauladan dari contoh contoh di masa lampau, sehingga sejarah memberikan azas manfaat secara lebih khusus demi kelangsungan hidup.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="margin-left: .5in; text-align: justify; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Ketiga :&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; sejarah berfungsi sebagai sarana pemahaman mengenai hidup dan mati.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="text-align: justify; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Dengan begitu pentingnya sejarah dalam kehidupan ini di dalam ALQur'an sendiri terdapat beberapa kisah para nabi dan tokoh masa lampau diantaranya:&lt;/div&gt;&lt;div mce_style="margin-left: .5in; text-align: justify; text-indent: -.25in; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;2.&lt;span mce_="" style="font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Makna Peradaban Islam&lt;/div&gt;&lt;div mce_style="text-align: justify; text-indent: .5in; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Dari akar kata &lt;i&gt;madana&lt;/i&gt; lahir kata benda &lt;i&gt;tamaddun&lt;/i&gt; yang secara literal berarti peradaban (&lt;i&gt;civilization) &lt;/i&gt;yang berarti juga kota berlandaskan kebudayaan (city base culture) atau kebudayaan kota (culture of the city). Di kalangan penulis Arab, perkataan tamaddun digunakan – kalau tidak salah – untuk pertama kalinya oleh &lt;i&gt;Jurji Zaydan&lt;/i&gt; dalam sebuah judul buku &lt;i&gt;Tarikh al-Tamaddun al-Islami&lt;/i&gt; (Sejarah Peradaban Islam), terbit 1902-1906. Sejak itu perkataan &lt;i&gt;Tamaddun&lt;/i&gt; digunakan secara luas dikalangan umat Islam. Di dunia Melayu tamaddun digunakan untuk pengertian peradaban. Di Iran orang dengan sedikit berbeda menggunakan istilah tamaddon dan &lt;i&gt;madaniyat&lt;/i&gt;. Namun di Turkey orang dengan menggunakan akar &lt;i&gt;madinah&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;madana &lt;/i&gt;atau madaniyyah menggunakan istilah medeniyet dan &lt;i&gt;medeniyeti&lt;/i&gt;. Orang-orang Arab sendiri pada masa sekarang ini menggunakan kata hadharah untuk peradaban, namun kata tersebut tidak banyak diterima ummat Islam non-Arab yang kebanyakan lebih menyukai istilah tamaddun. Di anak benua Indo-Pakistan tamaddun digunakan hanya untuk pengertian kultur, sedangkan peradaban menggunakan istilah &lt;i&gt;tahdhib&lt;/i&gt;&lt;a class="mceItemAnchor" href="http://indark007.wordpress.com/wp-admin/post.php?post=77&amp;amp;action=edit#_ftn2" mce_href="#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span mce_="" style="font-size: 12pt;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div mce_style="text-align: justify; text-indent: .5in; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Kata peradaban seringkali dikaitkan dengan kebudayaan bahkan, banyak penulis barat yang mengidentikan “kebudayaan” dan “peradaban” islam. Seringkali peradaban islam dihubungkan dengan peradaban Arab meskipun sebenarnya antara Arab dan Islam tetap bisa dibedakan. Adapun yang membedakan antara kebudayaan tersebut adalah dengan adanya peningkatan peradaban pada masa jahiliyah yang berasal dari kebodohan. Hal ini pada akhirnya berubah ketika islam datang yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW di Arab. Sehingga pada masanya kemudian islam berkembang menjadi suatu peradaban yang menyatu dengan bangsa Arab bahkan berkembang pesat kebagian belahan dunia yang lainnya, islam tidak hanya sekedar agama yang sempurna melainkan sumber peradaban islam itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div mce_style="text-align: justify; text-indent: .5in; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Landasan peradaban islam dalah kebudayaan islam terutama wujud idealnya, sementara landasan kebudaan islam adalah agama&lt;a class="mceItemAnchor" href="http://indark007.wordpress.com/wp-admin/post.php?post=77&amp;amp;action=edit#_ftn3" mce_href="#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span mce_="" style="font-size: 12pt;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Dalam islam tidak seperti masyarakat penganut agama yang lainnya, agama bukanlah kebudayaan tetapi dapat melahirkan kebudayaan. Jika kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa dan karsa manusia, maka agama islam adalah wahyu dari peradaban.&lt;/div&gt;&lt;div mce_style="text-align: justify; text-indent: .5in; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Peradaban merupakan kebudayaan yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimana kebudayaan tersebut tidak hanya berpengaruh di daerah asalnya tapi juga mempengaruhi daerah-daeerah lain yang menjadikan kebudayaan tersebut berkembang.&lt;/div&gt;&lt;div mce_style="margin-left: .5in; text-align: justify; text-indent: -.25in; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;3.&lt;span mce_="" style="font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Sejarah peradaban Islam&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="text-align: justify; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Sejarah peradaban islam diartikan sebagai perekembangan atau kemajuan kebudayaan islam dalam perspektif sejarahnya, dan peradaban islam mempunyai berbgai macam pengetian lain diantaranya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="margin-left: .5in; text-align: justify; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Pertama &lt;/u&gt;&lt;/b&gt;: sejarah peradaban islam merupakan kemajuan dan tingkat kecerdasan akal yang di hasilkan dalam satu periode kekuasaan islam mulai dari periode nabi Muhammad Saw sampai perkembangan kekuasaan islam sekarang.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="margin-left: .5in; text-align: justify; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kedua&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; : sejarah peradaban islam merupakan hasil hasil yang dicapai oleh ummat islam dalam lapangan kesustraan, ilmu pengetahuan dan kesenian.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="margin-left: .5in; text-align: justify; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Ketiga &lt;/u&gt;&lt;/b&gt;: sejarah perdaban islam merupakan kemajuan politik atau kekuasaan islam yang berperan melindungi pandangan hidup islam terutama dalam hubungannya dengan ibadah ibadah, penggunaan bahasa, dan kebiasaan hidup bermasyarakat&lt;a class="mceItemAnchor" href="http://indark007.wordpress.com/wp-admin/post.php?post=77&amp;amp;action=edit#_ftn4" mce_href="#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span mce_="" style="font-size: 12pt;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="text-align: justify; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div mce_style="margin-left: .5in; text-align: justify; text-indent: -.25in; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span mce_style="font-weight: normal;" style="font-weight: normal;"&gt;4.&lt;span mce_="" style="font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span mce_style="font-weight: normal;" style="font-weight: normal;"&gt;Islam sebagai Peradaban&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div mce_style="text-align: justify; text-indent: .5in; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Konon, ketika Nabi menerima laporan bahwa ajakannya kepada Kaisar Romawi, &lt;i&gt;Heraclitus&lt;/i&gt; untuk berpegang pada keyakinan yang sama (kalimatun sawa’) ditolak dengan halus, nabi hanya berkomentar pendek “&lt;i&gt;sa uhajim al-ruum min uqri baiti&lt;/i&gt;” (Akan saya perangi Romawi dari dalam rumahku). Ucapan Nabi ini bukan genderang perang, ia hanya berdiplomasi. Tidak ada ancaman fisik dan juga tidak menyakitkan pihak lawan. Ucapan itu justru menunjukkan keagungan risalah yang dibawanya, bahwa dari suatu komunitas kecil di jazirah Arab yang tandus, Nabi yakin Islam akan berkembang menjadi peradaban yang kelak akan mengalahkan Romawi.&lt;/div&gt;&lt;div mce_style="text-align: justify; text-indent: .5in; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Dan Nabi benar, pada tahun 700 an, tidak lebih dari setengah abad sesudah wafatnya Nabi Muhammad (632 M), ummat Islam telah tersebar ke kawasan Asia Barat dan Afrika Utara, dua kawasan yang dulunya jatuh ketangan Alexander the Great. Selanjutnya, Muslim memasuki kawasan yang telah lama dikuasai oleh Kristen dengan tanpa perlawanan yang berarti. Menurut &lt;i&gt;William R Cook&lt;/i&gt; pada tahun 711 M – 713 M kerajaan Kristen di kawasan Laut Tengah jatuh ketangan Muslim dengan tanpa pertempuran, meskipun pada abad ke 7 kawasan itu cukup makmur. Bahkan selama kurang lebih 300 tahun hampir keseluruhan kawasan itu dapat menjadi Muslim. Baru pada abad ke sebelas kerajaan Kristen di kawasan itu mulai melawan Muslim. Demitri Gutas dengan jelas mengakui:&lt;/div&gt;&lt;div mce_style="text-align: justify; text-indent: .5in; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;“…..pada tahun 732 M kekuasaan dan peradaban baru didirikan dan disusun sesuai dengan agama yang diwahyukan kepada Muhammad, Islam, yang berkembang seluas Asia Tengah dan anak benua India hingga Spanyol dan Pyrennes.”&lt;/div&gt;&lt;div mce_style="text-align: justify; text-indent: .5in; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Gutas bahkan menyatakan bahwa dengan munculnya peradaban Islam, Mesir untuk pertama kalinya, sejak penaklukan &lt;i&gt;Alexander the Great&lt;/i&gt;, dapat dipersatukan secara politis, administratif dan ekonomis dengan Persia dan India dalam jangka waktu yang cukup lama. Perbedaan ekonomi dan kultural yang memisahkan dua dunia yang berperadaban, Timur dan Barat, sebelum Islam datang yang dibatasi oleh dua sungai besar dengan mudahnya lenyap begitu saja.&lt;/div&gt;&lt;div mce_style="text-align: justify; text-indent: .5in; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Sudah tentu proses kejatuhan Romawi tidak disebabkan oleh faktor tunggal. Edward Gibbon dalam &lt;i&gt;The Decline And Fall Of The Roman Empire&lt;/i&gt; menyatakan bahwa periode kedua dari merosot dan jatuhnya Kekaisaran Romawi disebabkan oleh lima faktor: pertama di era kekuasaan Justinian banyak wewenang memberi kepada Imperium Romawi di Timur; kedua adanya invasi Italia oleh Lombards; ketiga penaklukan beberapa provinsi Asia dan Afrika oleh orang Arab yang beragama Islam; keempat pemberontakan rakyat Romawi sendiri terhadap raja-raja Konstantinopel yang lemah; dan terakhir munculnya &lt;i&gt;Charlemagne &lt;/i&gt;yang pada tahun 800 M mendirikan Kekaisaran Jerman di Barat.&lt;/div&gt;&lt;div mce_style="text-align: justify; text-indent: .5in; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Jadi penyebab kejatuhan Romawi merupakan kombinasi dari berbagai faktor, seperti problem agama Kristen, dekadensi moral, krisis kepemimpinan, keuangan dan militer. Dan di antara faktor terpenting penyebab kajatuhan Romawi adalah datangnya Islam. Pernyataan Nabi yang diplomatis itu nampaknya terbukti. Nabi tidak pernah pergi menyerang Romawi Barat maupun Timur, tapi datangnya gelombang peradaban Islam telah benar-benar menjadi faktor penyebab kejatuhan Romawi. Ini juga merupakan bukti bahwa Islam sebagai din yang menghasilkan tamaddun yang dapat diterima oleh bangsa-bangsa selain bangsa Arab. Sebab Islam membawa sistem kehidupan yang teratur dan bermartabat, sehingga mampu membawa kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Jadi Islam diterima oleh bangsa-bangsa non Arab karena universalitas ajarannya alias kekuatan pancaran pandangan hidupnya.&lt;/div&gt;&lt;div mce_style="text-align: justify; text-indent: .5in; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Ketika Kaisar Persia Ebrewez, cucu Kaisar Khosru I, merobek-robek surat Nabi sambil berkata :”&lt;i&gt;Pantaskah orang itu menulis surat kepadaku sedangkan ia adalah budakku&lt;/i&gt;”, Nabi pun berkomentar pendek “&lt;i&gt;Semoga Allah merobek-robek kerajaannya&lt;/i&gt;”. Dan Sabda Nabi kembali terbukti bahwa sesudah itu putera Kaisar yang bernama Qabaz merebut kekuasaan dengan membunuh Kaisar Ebrewez, ayahnya sendiri. Qabaz pun kemudian hanya berkuasa empat bulan saja lamanya. Selanjutnya kekaisaran Persia itu berganti-ganti hingga sepuluh kali dalam masa empat tahun. Ia benar-benar porak poranda. Akhirnya, rakyat mengangkat kaisar Yazdajir dan pada masa inilah Persia tidak berdaya ketika tentara Islam datang. Sejak itu kekaisaran Persia benar-benar runtuh.&lt;/div&gt;&lt;div mce_style="text-align: justify; text-indent: .5in; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Sebagaimana sikapnya terhadap kekaisaran Romawi, Nabi tidak keluar rumah untuk menjatuhkan (merobek-robek) kekaisaran Persia. Nabi hanya menyerbarkan Islam yang memang merupakan peradaban yang memiliki konsep ketuhanan, kemanusiaan dan kehidupan yang jelas dan teratur. Di Indonesia, Islam masuk tanpa peperangan. Islam masuk dan diterima oleh masyarakat yang telah memiliki kepercayaan Hindu yang kuat. Namun karena kekuatan konsepnya Islam mudah merasuk kedalam pandangan hidup masyarakat nusantara waktu itu, maka dalam kehidupan secara menyeluruh. Ini bukti bahwa Islam tersebar bukan melulu karena pedang. Islam tersebar, menguasai dan menyelamatkan (mengislamkan) masyarakat di kawasan-kawasan yang didudukinya. Tidak ada eksploitasi sumber alam untuk dibawa ke daerah darimana Islam berasal. Tidak ada pertambahan kekayaan bagi jazirah Arab. Tidak ada kemiskinan akibat masuknya Muslim ke kawasan yang didudukinya. Daerah-daerah yang dikuasai atau diselamatkan ummat Islam justru menjadi kaya dan makmur. Itulah watak peradaban Islam yang sangat berbeda dari peradaban Barat yang eksploitatif&lt;a class="mceItemAnchor" href="http://indark007.wordpress.com/wp-admin/post.php?post=77&amp;amp;action=edit#_ftn5" mce_href="#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span mce_="" style="font-size: 12pt;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div mce_style="text-align: justify; text-indent: .5in; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="margin-left: .5in; text-align: justify; text-indent: -.25in; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;5.&lt;span mce_="" style="font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Peran dan Fungsi Manusia Sebagai Pembuat Peradaban&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="text-align: justify; text-indent: .5in; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Dalam perspektif islam manusia sebagai pelaku sekaligus pembuat peradaban memiliki kedudukan dan peran inti, kedudukan dan posisi manusia di kisahkan dalam Al Qur'an diantaranya:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="text-align: justify; text-indent: .5in; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Pertama : manusia adalah ciptaan Allah yang paling sempurna dan paling utama Allah. Sebagai konsekwensi logis manusia memilki kebebasan yang bertanggung jawab, dalam arti yang seluas luasnya dan pada dimensi yang beragam yang pasa gilirannya merupakan amanat yang harus di pikul.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="text-align: justify; text-indent: .5in; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Kedua : guna mengemban tugasnya sebagai mahluk yang di mulyakan Allah, tidak sepeti ciptaan Allah yang lain. Semuanya mempunyai tekanan yang sama yaitu agar manusia menggunakan akalnya hanya untuk hal hal yang positif sesuai dengan fitrah dan panggilan hati nuraninya, dan amatlah tercella bagi orang yang teperdaya oleh hawa nafsu terlepas dari kemanusiaannya dan fitrahnya.dan dalam hal ini&lt;/div&gt;&lt;div mce_style="margin-left: .5in; text-align: justify; text-indent: -.25in; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;B.&lt;span mce_="" style="font-size: 7pt; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;Ruang Lingkup Sejarah Peradaban Islam&lt;/div&gt;&lt;div mce_style="text-align: justify; text-indent: .5in; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Tanda wujudnya peradaban, menurut &lt;i&gt;Ibn Khaldun&lt;/i&gt; adalah berkembangnya ilmu pengetahuan seperti fisika, kimia, geometri, aritmetik, astronomi, optic, kedokteran dsb. Bahkan maju mundurnya suatu peradaban tergantung atau berkaitan dengan maju mundurnya ilmu pengetahuan. Jadi substansi peradaban yang terpenting dalam teori Ibn Khaldun adalah ilmu pengetahuan. Namun ilmu pengetahuan tidak mungkin hidup tanpa adanya komunitas yang aktif mengembangkannya. Karena itu suatu peradaban atau suatu umran harus dimulai dari suatu “komunitas kecil” dan ketika komunitas itu membesar maka akan lahir umran besar. Komunitas itu biasanya muncul di perkotaan atau bahkan membentuk suatu kota. Dari kota itulah akan terbentuk masyarakat yang memiliki berbagai kegiatan kehidupan yang daripadanya timbul suatu sistem kemasyarakat dan akhirnya lahirlah suatu Negara. Kota Madinah, kota Cordova, kota Baghdad, kota Samara, kota Cairo dan lain-lain adalah sedikit contoh dari kota yang berasal dari komunitas yang kemudian melahirkan Negara. Tanda-tanda lahir dan hidupnya suatu umran bagi Ibn Khaldun di antaranya adalah berkembanganya teknologi, (tekstil, pangan, dan papan / arsitektur), kegiatan eknomi, tumbuhnya praktek kedokteran, kesenian (kaligrafi, musik, sastra dsb). Di balik tanda-tanda lahirnya suatu peradaban itu terdapat komunitas yang aktif dan kreatif menghasilkan ilmu pengetahuan.&lt;/div&gt;&lt;div mce_style="text-align: justify; text-indent: .5in; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Namun di balik faktor aktivitas dan kreativitas masyarakat masih terdapat faktor lain yaitu agama, spiritualitas atau kepercayaan. Para sarjana Muslim kontemporer umumnya menerima pendapat bahwa agama adalah asas peradaban, menolak agama adalah kebiadaban. Sayyid Qutb menyatakan bahwa keimanan adalah sumber peradaban. Meskipun dalam paradaban Islam struktur organisasi dan bentuknya secara material berbeda-beda, namun prinsip-prinsip dan nilai-nilai asasinya adalah satu dan permanent. Prinsip-prinsip itu adalah ketaqwaan kepada Tuhan (taqwa), keyakinan kepada keesaan Tuhan (tauhid), supremasi kemanusiaan di atas segala sesuatu yang bersifat material, pengembangan nilai-nilai kemanusiaan dan penjagaan dari keinginan hewani, penghormatan terhadap keluarga, menyadari fungsinya sebagai khalifah Allah di Bumi berdasarkan petunjuk dan perintahNya (syariat).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="text-align: justify; text-indent: .5in; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Karena islam lahir di Arab, maka isi dari ruang lingkup dari sejarah peradaban islam membahas tentang riwayan nabi Muhammad SAW sebagai pembawa wahyu tuhan sejak beliau belum dilahirkan sampai beliau wafat, perjuang-perjuangan nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan agama islam, kemajuan islam yang diteruskan oleh para sahabatnya masa disintregrasi, masa kemunduran, penyebaran islam dibelahan dunia barat hubungan perkembangan islam di negara kita ini serta pusat-pusat peradaban islam.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="text-align: justify; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="text-align: center; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Penutup&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="text-align: justify; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Dari yang telah dikemukakan di dalam makalah, dapat disimpulkan bahwa pengertian sejarah peradaban Islam sebagai perekembangan atau kemajuan kebudayaan islam dalam perspektif sejarahnya. Sedangkan ruang lingkupnya adalah menjelaskan tentang perkembangan Islam sejak masa nabi Muhammad, masa perkembangan, masa disintegerasi, masa kemunduran, perkembangan Islam di belahan dunia Barat dan belahan bumi lainnya, serta pusat-pusat perkembangan Islam.&lt;/div&gt;&lt;span mce_="" style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="text-align: center; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Daftar Pustaka&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" mce_style="text-indent: .5in; line-height: 150%;" style="line-height: 150%; text-indent: 0.5in;"&gt;Yatim, Badri. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Sejarah Peradaban Islam &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;: Jakarta, Rajawali Pers, 2005&lt;/div&gt;&lt;span mce_="" style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;a href="http://banihamzah.wordpress.com/,2007" mce_href="http://banihamzah.wordpress.com/,2007"&gt;&lt;span mce_="" style="color: black;"&gt;http://banihamzah.wordpress.com/,2007&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, “makna-peradaban-islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;hr size="1" /&gt;&lt;div id="ftn1"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a class="mceItemAnchor" href="http://indark007.wordpress.com/wp-admin/post.php?post=77&amp;amp;action=edit#_ftnref1" mce_href="#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span mce_="" style="font-size: 10pt;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;http:// &lt;a href="http://www.google.com/pengertiansejarah_peradaban_islam" mce_href="http://www.google.com/pengertiansejarah_peradaban_islam"&gt;www.google.com/pengertiansejarah_peradaban_islam&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn2"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a class="mceItemAnchor" href="http://indark007.wordpress.com/wp-admin/post.php?post=77&amp;amp;action=edit#_ftnref2" mce_href="#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span mce_="" style="font-size: 10pt;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; http://banihamzah.wordpress.com/2007/04/26/makna-peradaban-islam/&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn3"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a class="mceItemAnchor" href="http://indark007.wordpress.com/wp-admin/post.php?post=77&amp;amp;action=edit#_ftnref3" mce_href="#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span mce_="" style="font-size: 10pt;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Badri Yatim, sejarah peradaban islam, (Jakarta : raja wali pers, 2006), hlm.2.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn4"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a class="mceItemAnchor" href="http://indark007.wordpress.com/wp-admin/post.php?post=77&amp;amp;action=edit#_ftnref4" mce_href="#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span mce_="" style="font-size: 10pt;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Ibid hlm.2&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn5"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a class="mceItemAnchor" href="http://indark007.wordpress.com/wp-admin/post.php?post=77&amp;amp;action=edit#_ftnref5" mce_href="#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span mce_="" style="font-size: 10pt;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Ibid hlm.5&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6013409643937580960-2174412682105365420?l=indark7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/2174412682105365420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2010/08/sejarah-kebudayaan-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/2174412682105365420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/2174412682105365420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2010/08/sejarah-kebudayaan-islam.html' title='Sejarah Kebudayaan Islam'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-7997173109430088958</id><published>2010-08-15T08:57:00.000-07:00</published><updated>2011-12-26T13:20:28.229-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='know'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Westerling: Pembantaian, Kudeta, dan Kegagalan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;“Orang Belanda sangat perhitungan, satu peluru harganya 35 sen, Sukarno harganya tidak sampai 5 sen, berarti rugi 30 sen yang tak dapat dipertanggungjawabkan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ffcc00;"&gt;(Raymond Piere Paul Westerling  “de Turk”)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TGgRQ9T02EI/AAAAAAAAADg/DwQ5itIyJBg/s1600/wes.jpeg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505669527493728322" src="http://2.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TGgRQ9T02EI/AAAAAAAAADg/DwQ5itIyJBg/s320/wes.jpeg" style="cursor: pointer; float: left; height: 236px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 341px;" /&gt;&lt;/a&gt;Kelahiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kota pinngiran Pera, Istanbul, Turki sekitar 90 tahun yang lalu atau tepatnya pada tanggal 31 Agustus 1919, seorang bayi lahir dari pasangan dealer barang antik Belanda bernama Paul Westerling  dan Sophia Moutzou, bayi itu kemudian mereka namakan Raymond Piere Paul Westerling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berusia 5 tahun, kedua orang tuanya meninggalkan Westerling. Anak tak bahagia itu lalu hidup di panti asuhan. Frère Adolphe seorang pengajar, yang kemudian mengajar Raymond Westerling ketika itu di Istanbul pada sekolah Prancis Katolik St Joseph. Pada saat itu dia adalah seorang yang lembut, baik dan santun. selanjutnya Raymond berkembang tidak seperti apa yang Frère Adolphe mungkin harapkan: ia menjadi terkenal dengan julukan Westerling si “Turki”, seorang tentara profesional yang nekat, kejam dan juga seorang Muslim yang fanatik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang lelaki ketika di panti asuhan Westerling terlihat menonjol pada hal-hal yang berbau dengan perang, sedikit banyak terlihat ketika di usianya yang belia ia mulai membaca buku-buku perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian diusianya yang ke 20 Si Turki itu menemukan kesempatan untuk jadi tentara ketika Perang Dunia pecah. Desember 1940, ia datang ke Konsulat Belanda di Istanbul. Westerling dengan tak banyak basa-basi sebagai seorang sipil keturunan Belanda ia pun menawarkan diri menjadi sukarelawan ke konsulat Belanda di Turki. Ia diterima. Negeri Belanda memang membutuhkan relawan pada saat itu mengingat “Kincir angin” sedang diduduki Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi untuk menjadi relawan Belanda, sebelumnya ia harus bergabung dengan pasukan Australia. Bersama kesatuannya, Westerling ikut angkat senjata di Mesir dan Palestina. Dua bulan berselang ia dikirim ke Inggris dengan kapal. Di sini kesewenang-wenangannya mulai muncul. Ia menyelinap menuju Kanada, melaporkan diri ke Tangsi Ratu Juliana, di Sratford, Ontario. Di situlah kemudian ia belajar berbahasa Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah yakin dengan bahasa Belandanya Westerling pun masuk dinas militer pada 26 Agustus 1941 di Kanada. Tak berselang lama pada tanggal 27 Desember 1941 dia tiba di Inggris dan bertugas di Brigade Prinses Irene di Wolferhampton, dekat Birmingham. Ketika disana Westerling terpilih masuk dalam 48 orang Belanda sebagai angkatan pertama yang memperoleh latihan khusus di Commando Basic Training Centre di Achnacarry, di Pantai Skotlandia yang tandus, dingin dan tak berpenghuni. Melalui pelatihan yang sangat keras dan berat, mereka dipersiapkan untuk menjadi komandan pasukan Belanda di Indonesia. Seorang instruktur Inggris sendiri mengatakan pelatihan ini sebagai: “It’s hell on earth” (neraka di dunia). Pelatihan dan pelajaran yang mereka peroleh antara lain “unarmed combat”, “silent killing”, “death slide”, “how to fight and kill without firearms”, ”killing sentry” dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapat pelatihan yang teramat keras Westerlingpun lalu dikirim ke Inggris. Ia bergabung dalam Brigade Putri Irene dan ia mendapatkan baret hijaunya. Kemudian selain itu ia pun mendapat didikan sebagai pasukan komando yang berpesialisasi pada sabotase dan peledakan. Tak begitu lama berselang ia pun mendapat baret merah dari SAS (The Special Air Service), pasukan khusus Inggris yang terkenal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Westerling cukup gemilang pada saat itu yang paling membanggakannya ia pernah bekerja di dinas rahasia Belanda di London, pernah menjadi pengawal pribadi Lord Mountbatten yaitu seorang pangeran Inggris yang pernah menjadi Raja di India. Ia pun pernah pula menjadi instruktur pasukan Belanda—untuk latihan bertempur tanpa senjata dan membunuh tanpa bersuara. Tapi sebelum itu semua ia pun pernah menjalani pekerjaan yang dibenci olehnya yaitu menjadi seorang pengupas kentang di dapur. Betapa memuakannya waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Inggris, setelah bertugas di Eastbourne sejak 31 Mei 1943 maka bersama 55 orang sukarelawan Belanda lainnya pada 15 Desember 1943 Sersan Westerling berangkat ke India untuk betugas di bawah Vice Admiral Lord Louis Mountbatten Panglima South East Asia Command (Komando Asia Tenggara). Mereka tiba di India pada 15 Januari 1944 dan ditempatkan di Kedgaon 60 km di utara kota Poona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Westerling lebih memilih pindah dari India karena disana ia merasakan hidup yang menjemukan hanya menjadi instruktur dan pengawal saja. “Mengesalkan cuman hidup di barak seperti ini!!” ujarnya sinis dengan nada sedikit melejit. Ya.. memang ia tak bisa tahan untuk menahan nalurinya untuk mencium bau mesiu pada peperangan yang sebenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya cita-citanya kesampaian pada 15 Maret 1944 di London, Belanda mendirikan Bureau Bijzondere Opdrachten -BBO (Biro untuk Tugas Istimewa), kemudian Markas Besarnya berkedudukan di Brussel dan dipimpin oleh Pangeran Bernhard. Pada 23 Oktober 1944, Westerling dipanggil dari India untuk bertugas di BBO di Brussel, dan pada 1 Desember 1944 pangkatnya naik menjadi Sersan Mayor. Dari situ ia bergerak ke Belanda Selatan. Di Belgialah kemudian ia merasakan perang yang sesungguhnya. Ia tampak beringas dan cekatan berperang menikmati setiap dentuman peluru yang ia keluarkan pada musuh-musuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin Berkilau agaknya prestasi militer Westerling ketika itu. Tapi entah mengapa ia meninggalkan satuannya, pasukan elit Inggris, dan masuk menjadi anggota KNIL Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger atau secara harfiah berarti Tentara Kerajaan Hindia-Belanda. Ia lalu terpilih masuk dalam pasukan gabungan Belanda-Inggris di Kolombo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada September 1945, bersama beberapa pasukan, Westerling diterjunkan ke Medan, Sumatera Utara. Tujuannya, menyerbu kamp konsentrasi Jepang Siringo-ringo di Deli, dan membebaskan pasukan pro-Belanda yang ditawan. Ia pun berhasil dengan gilang gemilang, dan si Turki itu semakin bangga pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Westerling masuk ke dinas KNIL dengan pangkat (reserve) tweede luitenant (Letnan II Cadangan) dan setelah berada di KNIL  ia ditugaskan di Sri Lanka pada Anglo-Dutch Country Section yang di kalangan Belanda disebut Korps Insulinde (KI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Westerling dengan menggunakan pesawat udara mendarat di Medan memimpin rombongan dengan nama sandi Status Blue, yang terdiri dari Sersan B. de Leeuw, Sersan J. Quinten, Liaison Officer Inggris Kapten Turkhaud dan Prajurit Sariwating asal Ambon.  Westerling masih menjabat letnan II, pada waktu itu membawa seragam dan persenjataan untuk 175 orang dan berbagai logistik lainnya untuk pasukan Belanda di Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan kemudian tentara Inggris mendarat di Sumatera Utara, dan entah bagaimana Westerling bergabung dengan pasukan ini. Tugasnya, melakukan kontraspionase. Maka di Medan ia mengkoordinir orang-orang Cina, membentuk pasukan teror Poh An Tui (PAT). Di sana ia pun menjalankan aksi-aksi kontrateror.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Westerling dalam melangsungkan aksinya selalu memberikan bukti peninggalan pembunuhan yang ditandatanganinya dengan nama “Harimau Putih”. Maka seolah-olah sejak di Sumatera Utara itu ia memanfaatkan kepercayaan mistik tradisional penduduk setempat dengan begitu strateginya ini sering berhasil membuat penduduk gusar. Sebelum meninggalkan Sumatera Utara, Westerling  sempat membohongi pimpinan tentara Inggris di situ dengan gerakan “antiteror” nya yang bernama “Pasukan Lima”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 20 Juli 1946Westerling diangkat menjadi komandan pasukan khusus, Depot Speciale Troepen – DST (Depot Pasukan Khusus) yang baru didirikan pada 15 Juni 1946 di Polonia, Jakarta Timur. Nantinya DST menjelma jadi Pasukan Komando Baret Hijau atau Korps Speciale Troepen. Awalnya, penunjukkan Westerling memimpin DST ini hanya untuk sementara sampai diperoleh komandan yang lebih tepat dan pangkatnya pun tidak dinaikkan, tetap Letnan II (Cadangan). Dengan DST dibawah pimpinan inilah kemudian dia berhasil meningkatkan mutu pasukan menjelang penugasannya ke Sulawesi Selatan dan menumpas perlawanan rakyat pendukung Republik di Sulawesi Selatan, dia dianggap sebagai pahlawan namanya membumbung tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembantaian Westerling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 9 November 1946, Letnan Jenderal Spoor dan Kepala Stafnya, Mayor Jenderal Buurman van Vreeden memanggil seluruh pimpinan pemerintahan Belanda di Sulawesi Selatan ke markas besar tentara di Batavia. Diputuskan untuk mengirim pasukan khusus dari DST pimpinan Westerling untuk menghancurkan kekuatan bersenjata Republik serta mematahkan semangat rakyat yang mendukung Republik Indonesia. Westerling diberi kekuasaan penuh untuk melaksanakan tugasnya dan mengambil langkah-langkah yang dipandang perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ketika itu perlawanan-perlawanan demikian gencar diterjangkan para pejuang  kemerdekaan pada pasukan Belanda, sehingga membuat pihak Belanda menjadi kerepotan tak kuasa lagi menahan serbuan para gerilya. Akhirnya berbagai langkah pun coba ditempuh walau dengan cara yag keji sekalipun yang kemudian diperbuat oleh Westerling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Westerling tiba di Makassar pada 5 Desember 1946, memimpin 120 orang Pasukan Khusus dari DST. Dia mendirikan markasnya di desa Matoangin. Di sini dia menyusun strategi untuk Counter Insurgency (penumpasan pemberontakan) dengan caranya sendiri, dan tidak berpegang pada Voorschrift voor de uitoefening van de Politiek-Politionele Taak van het Leger – VPTL (Pedoman Pelaksanaan bagi Tentara untuk Tugas di bidang Politik dan Polisional), di mana telah ada ketentuan mengenai tugas intelijen serta perlakuan terhadap penduduk dan tahanan. Suatu buku Pedoman untuk Counter Insurgency. Saat inilah terjadi peristiwa Pembantaian Westerling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi pertama operasi Pasukan Khusus DST dimulai ketika langit sedang gelap tanggal 11 menjelang 12 Desember. Sasarannya adalah desa Batua serta beberapa desa kecil di sebelah timur Makassar dan Westerling sendiri yang memimpin operasi itu. Pasukan pertama berkekuatan 58 orang dipimpin oleh Sersan Mayor H. Dolkens menyerbu desa Borong dan pasukan kedua dipimpin oleh Sersan Mayor Instruktur J. Wolff beroperasi di desa Batua dan Patunorang. Westerling sendiri bersama Sersan Mayor Instruktur W. Uittenbogaard dibantu oleh dua ordonan, satu operator radio serta 10 orang staf menunggu di desa Batua. Tengah malam yang cukup mencekam ketika itu dengan berondongan peluru terjadi di sudut-sudut desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada fase pertama, pukul 4 pagi wilayah itu dikepung dan seiring dengan sinyal lampu pukul 5.45 dimulai penggeledahan di rumah-rumah penduduk. Penggeledahan yang bukan hanya menggeledah masyarakat desa tak dianggap seperti manusia, Dengan menggunakan sepatu hitam yang keras itu pasukan westerling banyak yang menendang-nendang dengan beringas, sehingga lebam ditubuh pastilah nyata dirasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas menggeledah semua rakyat digiring ke desa Batua. Pada fase ini, 9 orang mencoba melarikan diri tapi malang mereka langsung ditembak mati, Pengadilan kematian yang singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berjalan kaki beberapa kilometer, sekitar pukul 8.45 seluruh rakyat dari desa-desa yang digeledah telah terkumpul di desa Batua. Tidak terlalu diketahui berapa jumlahnya secara tepat. Westerling melaporkan bahwa jumlahnya antara 3.000 sampai 4.000 orang yang kemudian perempuan dan anak-anak dipisahkan dari pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di Batua, fase kedua pun dimulai, yaitu mencari kaum ekstremis, perampok, penjahat dan pembunuh yang belakangan banyak beraksi di Sulawesi. Westerling sendiri yang memimpin aksi ini dan berbicara kepada rakyat, yang diterjemahkan ke bahasa Bugis. “Saya memiliki daftar nama teroris yang telah disusun oleh Vermeulen intel kami. Oleh sebab itu Setiap Kepala Adat dan Kepala Desa harus membantu mengidentifikasi para teroris itu”. Ia ucapkan dengan nada yang berapi-api pada setiap Kepala Adat dan Desa disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya adalah 35 orang yang dituduh yang menurutnya pantas langsung diadili dengan cara Standrechtelijke excecuties– eksekusi di tempat dengan tanpa proses pengadilan, tuntutan apalagi pembelaan. Dalam laporannya Westerling menyebutkan bahwa yang telah dihukum adalah 11 ekstremis, 23 perampok dan seorang pembunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase ketiga Westerling memberikan ancaman dan kecaman kepada rakyat agar tidak terjadi tindakan yang dianggapnya membahayakan Belanda. Kepala Desa yang tidak mendukung atau pun tidak sependapat dengan Westerling diganti, serta polisi desa pun dibentuk dengan tugas harus melindungi desa dari anasir-anasir “teroris dan perampok” dalam hal tentu saja yang dimaksud adalah para pejuang Republik  Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Westerling puas mengadili dan mengancam, rakyat pun disurunya pulang ke desa masing-masing. Operasi yang berlangsung dari pukul 4 hingga pukul 12.30 ini telah menelan korban tewas hingga 44 jiwa rakyat desa yang tak berdosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah adanya sweeping ala Westerling yang sering ia berlakukan. Dengan pola yang sama, operasi pembantaian rakyat di Sulawesi Selatan berjalan terus menerus. Westerling juga memimpin sendiri operasi di desa Tanjung Bunga pada malam tanggal 12 menjelang 13 Desember 1946. 61 orang mati dengan timah panasnya. Selain itu beberapa kampung kecil di sekitar desa Tanjung Bunga pun dibakar, sehingga korban yang tewas seluruhnya mencapai hingga 81 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya pada malam tanggal 14 menjelang 15 Desember, tiba giliran desa Kalungkuang yang terletak di pinggiran Kota Makassar. Westerling beserta pasukannya memburu Wolter Mongisidi dan Ali Malaka karena menurut laporan intelejennya mereka berada diwilayah ini. Namun Westerling yang kini meraih julukan Sang Jagal itu tak bisa menemukannya. Maka, seperti biasa lagi-lagi operasi ini memakan korban jiwa, setidaknya tak kurang dari 23 orang rakyat ditembak mati ditempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak puas beroperasi Westerling melanjutkan Pada pertengahan malam tanggal 16 menjelang tanggal 17 desember, desa Jongaya yang terletak di sebelah tenggara Makassar menjadi sasaran. Di sini 33 orang yang ia nyatakan sebagai “teroris” dieksekusi tanpa banyak kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah daerah sekitar Makassar dibersihkan, aksi tahap kedua dimulai tanggal 19 Desember 1946. Sasarannya adalah Polombangkeng yang terletak di selatan Makassar di mana menurut laporan intelijen Belanda, terdapat sekitar 150 orang pasukan TNI serta sekitar 100 orang anggota laskar bersenjata. Dalam penyerangan ini, Pasukan DST menyerbu bersama-sama dengan 11 peleton tentara KNIL dari Pasukan Infanteri XVII. Penyerbuan ini dipimpin oleh Letkol KNIL Veenendaal. Satu pasukan DST di bawah pimpinan Vermeulen menyerbu desa Renaja dan desa Komara. Pasukan lain mengurung total Polombangkeng. Selanjutnya pola yang sama seperti pada gelombang pertama diterapkan oleh Westerling. Dalam operasi ini lebih banyak korban yang berguguran, terhitung 330 nyawa rakyat melayang tewas dibunuh tanpa tahap meja hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi tahap ketiga mulai dilancarkan pada 26 Desember 1946 terhadap Goa dan dilakukan dalam tiga gelombang, yaitu tanggal 26 dan 29 desember serta 3 Januari 1947. Di sini juga dilakukan kerjasama antara Pasukan Khusus DST dengan pasukan KNIL dan dengan menggunakan metode yang sama. Para prenduduk khususnya laki-laki yang dianggap ekstremis dan teroris pun menjadi korban bahkan yang hanya menolak bekerjasama pun tak pelak jadi bulanan. Sehingga yang tewas di kalangan penduduk mencapai 257 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih memberikan keleluasaan bagi Westerling, pada 6 Januari 1946 Jenderal Spoor sebagai komandan KNIL pada saat itu memberlakukan noodtoestand (keadaan darurat) untuk wilayah Sulawesi Selatan. Pembantaian rakyat dengan pola seperti yang telah dipraktekkan oleh pasukan khusus berjalan terus dan di banyak tempat, Westerling tidak hanya memimpin operasi, melainkan ikut menembak mati rakyat yang dituduh sebagai teroris, perampok atau pembunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertengahan Januari 1947 sasarannya adalah pasar di Pare-Pare dan dilanjutkan di Madello, Abokangeng, Padakalawa, satu desa tak dikenal, Enrekang, Talanbangi, Soppeng, Barru, Malimpung, dan Suppa. Dari petualangannya tersebut tibalah giliran yang tak disangka yakni ketika seorang perempuan muda mulai disergap. Siti Hasannah namannya perempuan muda yang menjadi korban penangkapan tak berdosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu serdadu NICA mulai mendatangi rumah Siti Hasannah dan mereka membawa ayahnya pergi. Namun tak lama kemudian, mereka datang lagi untuk mengambil pamannya, Puang Side. Datang yang ketiga kalinya, tibalah giliran Siti dibawa ke kantor PM (Polisi Militer). Di sana Siti bertemu ayah, Puang Side dan banyak lagi teman-teman seperjuangan yang lain. Dua minggu di sel MP bersama ayah dan Puang Side, mereka lalu dibawa ke penjara besar Pare-Pare. Siti bertemu lagi dengan teman-teman seperjuangan. Kira-kira sebulan lebih menjadi penghuni rumah tahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu pada tanggal 4 Januari 1947, kira-kira pukul 08.00, sebuah jeep PM berhenti di depan penjara besar Pare-Pare. Seorang sersan mayor turun dari jeep itu diikuti beberapa militer yang lain. Mereka berseragam loreng, bertopi baja, lengkap bersenjata sangkur terhunus, bahkan ada yang menyandang sten gun. Mereka masuk penjara, kemudian memanggil satu presatu nama tahanan Merah-Putih yang belum diadili. Lalu mereka disuruhnya berbaris dua-dua keluar penjara menuju kantor. Sampai di depan kantor, mereka disuruh jongkok di tanah. Tidak lama kemudian, mereka diperintahkan lagi keluar menuju lapangan tenis. Begitu mereka berhenti, mereka dibentak disuruh berangkat menuju ke barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lapangan tenis, para serdadu tersebut berdiri melingkari barisan kami. Ketika semua sudah jongkok, Siti tetap berdiri di tengah, dekat ayah. “Siti pikir, jongkok atau berdiri toh akan sama-sama ditembak juga” Pikirnya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, datanglah sebuah jeep, di atasnya duduk dua orang Belanda, seorang berbaret merah, sedangkan yang lain orangnya gemuk becelana pendek dan pakai topi helm. Salah seorangnya ternyata adalah Westerling dengan tubuh tegap ia mendekati ayah, dan berteriak, “inilah balasannya! Ekstremis! Perampok! Pemberontak! Saya akan selesaikan satu persatu!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian terdengar suara tembakan yang memberondong, yang tidak akan Siti lupakan seumur hidup. Ayahnya pun gugur. Satu per satu saudara-saudaranya pun roboh ke tanah. Selesai menembak, Westerling melangkah di depan Siti lalu menggertak kasar, “Ini perempuan juga mau melawan Belanda ya!?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Heh, Tuan, kami bukan perampok! Tuan-tuanlah yang merampok! Ini adalah negeri kami sendiri!!!” teriak Siti geram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siti pun diam termanggu-manggu, heran mengapa ia disisakan, tidak dibunuh bersama yang lain? Tiba-tiba seorang serdadu mendorongnya. Ia disuruh naik jeep, kembali ke markas MP. Ketika mesin mulai menderu, Siti masih sempat menoleh, melihat jenazah ayah dan saudara-saudara seperjuangan bergelimpangan begitu saja di tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu Siti bermalam lagi di PM. Besoknya, ia dibawa pergi kembali ke penjara besar Pare-Pare. setelah semalam di kamar sel, keesokan harinya ia pun dipindahkan, dicampur dengan perempuan nakal. Di sini dia tinggal selama lima malam. Malam itu, kira-kira pukul 21.00 malam, kamar Siti dibuka penjaga, seorang PM. “Bangun! Dipanggil Tuan Besar!” bentaknya memerintah. Siti pun tergopoh-gopoh bangun, lalu mengikuti orang yang memanggil, menuju ke kamar Mayor de Bruin. Di situ ada dua orang tamunya, yang kemudian ia kenal sebagai Van der Velaan dan seorang KNIL yang tak tahu siapa namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bertiga sedang ngobrol sambil menghadapi minuman keras di meja, membelakangi Siti sambil menuang minuman di gelas. Entah minuman keras apa yang dituang, Siti tidak lihat. Kemudian minuman itu disodorkannya kepada Siti sambil berkata, “Ini limun, bukan apa-apa!” Ia pun dipaksa minum sambil pistolnya dipegang-pegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum seberapa Siti meminumnya, kepalanya langsung pusing. Dua orang Belanda tadi cepat-cepat ke luar ruang dan Siti pun sepenuhnya tidak sadarkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira pukul 05.00 subuh, Siti baru tersadar. Ia langsung marah-marah mencaci maki Mayor de Bruin, “Kenapa saya disiksa begini? Kenapa tidak dibunuh saja? Kurang ajar, tidak berperikemanusiaan! Apa ini hukuman yang dijatuhkan kepada saya?!” Subuh itu juga ia tinggalkan kamar itu dan pindah ke kamarnya semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesendirian Siti meratapi nasib. “Ayah ditembak, saya tercemar dan tidak berdaya hanya Tuhanlah Yang Maha Tahu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, Westerling masih memiliki agenda lainnya. Ada beberapa desa dan wilayah yang menjadi sasaran Pasukan Khusus DST tersebut, yaitu pada 7 dan 14 Februari di pesisir Tanette, pada 16 dan 17 Februari desa Taraweang dan Bornong-Bornong. Kemudian juga di Mandar, di mana 364 orang penduduk tewas dibunuh. Pembantaian para “ekstremis” bereskalasi di desa Kulo, Amperita dan Maruanging di mana 171 penduduk dibunuh tanpa sedikit pun dikemukakan bukti kesalahan mereka atau alasan pembunuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, di aksi-aksi terakhir, tidak seluruhnya “teroris, perampok dan pembunuh” yang dibantai berdasarkan daftar yang mereka peroleh dari dinas intel, melainkan secara sembarangan orang-orang yang sebelumnya ada di tahanan atau penjara karena berbagai sebab, dibawa ke luar dan dikumpulkan bersama terdakwa lain untuk kemudian dibunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H.C. Kavelaar, seorang wajib militer KNIL, adalah saksi mata pembantaian di alun-alun di Tanette, di mana sekitar 10 atau 15 penduduk dibunuh. Dia menyaksikan, bagaimana Westerling yang jago tembak itu dengan sendiri menembak mati beberapa orang menggunakan pistolnya, sedangkan lainnya diberondong tanpa ampun oleh peleton DST dengan senjata sten gun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di semua tempat, pengumpulan data mengenai orang-orang yang mendukung Republik, intel Belanda selalu dibantu oleh pribumi yang rela demi uang dan kedudukan. Pada aksi di Goa, Belanda dibantu oleh seorang kepala desa, Hamzah, yang tetap setia menjadi kambingnya Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa Galung Lombok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa maut Galung Lombok terjadi pada tanggal 2 Februari 1947. Ini adalah peristiwa pembantaian Westerling, yang telah menelan korban jiwa terbesar di antara semua korban yang jatuh di daerah lain sebelumnya. Pada peristiwa itu, M. Yusuf Pabicara Baru (anggota Dewan Penasihat PRI) bersama dengan H. Ma”ruf Imam Baruga, Sulaiman Kapala Baruga, Daaming Kapala Segeri, H. Nuhung Imam Segeri, H. Sanoesi, H. Dunda, H. Hadang, Muhamad Saleh, Sofyan, dan lain-lain, direbahkan di ujung bayonet dan menjadi sasaran peluru. Setelah itu, barulah menyusul adanya pembantaian serentak terhadap orang-orang yang tak berdosa yang turut digiring ke tempat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu belum termasuk korban yang dibantai habis di tempat lain, seperti Abdul Jalil Daenan Salahuddin (Qadhi Sendana), Tambaru Pabicara Banggae, Atjo Benya Pabicara Pangali-ali, ketiganya anggota Dewan Penasihat PRI, Baharuddin Kapala Bianga (Ketua Majelis Pertahanan PRI), Dahlan Tjadang (Ketua Majelis Urusan Rumah Tangga PRI), dan masih banyak lagi. Ada pula yang diambil dari tangsi Majene waktu itu dan dibawa ke Galung Lombok hanya untuk kemudian diakhiri hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh hari setelah terjadinya peristiwa yang lazim disebut “Peristiwa Galung Lombok “ itu, menyusul penyergapan terhadap delapan orang pria dan wanita, yaitu Andi Tonra (Ketua Umum PRI), A. Zawawi Yahya (Ketua Majelis Pendidikan PRI), Abdul Wahab Anas (Ketua Majelis Politik PRI), Abdul Rasyid Sulaiman (pegawai kejaksaan pro RI), Anas (ayah kandung Abdul Wahab), Nur Daeng Pabeta (kepala Jawatan Perdagangan Dalam Negeri), Soeradi (anggota Dewan Pimpinan Pusat PRI), dan tujuh hari kemudian ditahan pula Ibu Siti Djohrah Halim (pimpinan Aisyah dan Muhammdyah Cabang Mandar), yang pada masa PRI menjadi Ketua Majelis Kewanitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua di antara mereka yang disiksa adalah Andi Tonran dan Abdul Wahab Anas. Sedangkan Soeradi tidak digiring ke tiang gantungan, melainkan disiksa secara bergantian oleh lima orang tentara NICA (Nederlandsch Indië Civil Administratie), hingga akhirnya menghebuskan nafas terakhir di bawah saksi mata Andi Tonra dan Abdul Wahab Anas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Setelah itu,Oemi Hani seorang lagi perempuan biasa yang dicurigai pejuang ditangka, dibawa dan dijebloskan ke dalam tahanan di tangsi KNIL Majene. Jumlah tahanan yang ada pada saat itupun bertambah menjadi delapan puluh orang, termasuk Ibu Depu, Siti Ruaidah, Muhamad Djud Pance, dan A.R. Tamma, yang kesemuanya merupakan aktivis PRI, aktivis KRIS muda, atau kedua-duanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oemi masih meringkuk dalam kamar  tahanan, yang hanya berukuran 3 x 3 m, ketika terjadi peristiwa maut Galung Lombok yang teramat mengerikan pada tanggal 2 Februari 1947. Peristiwa pembantaian yang didalangi anjing-anjing Westerling, yang telah menelan korban jiwa terbesar di antara semua korban yang jatuh di lain-lain daerah. Pada peristiwa yang memilukan hati itu, pahlawan M. Yusuf Pabicara Baru, anggota Dewan Penasihat PRI (Pemuda Republik Indonesia), bersama dengan H. Ma’ruf Imam Baruga, Sulaiman Kapala Baruga, Daaming Kapala Segeri, H. Nuhung Imam Segeri, H. Sanoesi, H. Dunda, H. Hadang, Muhamad Saleh, Sofyan, dan lain-lain, direbahkan di ujung bayonet dan menjadi sasaran peluru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, barulah menyusul adanya pembantaian serentak terhadap orang-orang yang tak berdosa yang turut digiring ke tempat tersebut. Semua itu belum termasuk korban yang dibantai habis di tempat lain, seperti Abdul Jalil Daenan Salahuddin (Qadhi Sendana), Tambaru Pabicara Banggae, Atjo Benya Pabicara Pangali-ali, ketiganya anggota Dewan Penasihat PRI, Baharuddin Kapala Bianga (Ketua Majelis Pertahanan PRI), Dahlan Tjadang (Ketua Majelis Urusan Rumah Tangga PRI), dan masih banyak lagi yang tidak mungkin disebutkan namanya satu persatu. Ada pula yang diambil dari tangsi Majene waktu itu dan dibawa ke Galung Lombok lalu diakhiri hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh hari setelah terjadinya peristiwa yang lazim disebut “Peristiwa Galung Lombok” itu, menyusul penyergapan terhadap delapan orang pria dan wanita, yaitu Andi Tonra (Ketua Umum PRI), A. Zawawi Yahya (Ketua Majelis Pendidikan PRI), Abdul Wahab Anas (Ketua Majelis Politik PRI), Abdul Rasyid Sulaiman (pegawai kejaksaan pro RI), Anas (ayah kandung Abdul Wahab), Nur Daeng Pabeta (kepala Jawatan Perdagangan Dalam Negeri), Soeradi (anggota Dewan Pimpinan Pusat PRI), dan tujuh hari kemudian ditahan pula Ibu Siti Djohrah Halim (pimpinan Aisyah dan Muhammdyah Cabang Mandar), yang pada masa PRI menjadi Ketua Majelis Kewanitaan.&lt;br /&gt;Dua di antara mereka yang disiksa luar biasa beratnya ialah Andi Tonra dan Abdul Wahab Anas. Wahab Anas dalam keadaan terjungkir di tiang gantungan, dipukul bertubi-tubi. Darahnya bercucuran keluar dari hidung, mulut dan telinganya. Sedangkan Soeradi tidak digiring ke tiang gantungan, melainkan disiksa secara bergantian oleh lima orang bajingan NICA, sampai menghebuskan nafas terakhir di bawah saksi mata Andi Tonra dan Abdul Wahab Anas. Tapi Oemi Bersyukur tak menjadi mayat yang tersungkur karena tidak ada namanya dalam buku kematian Belanda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, masih ada beberapa desa dan wilayah yang menjadi sasaran Pasukan Khusus DST tersebut, yaitu pada 7 dan 14 Februari di pesisir Tanette; pada 16 dan 17 Februari desa Taraweang dan Bornong-Bornong. Kemudian juga di Mandar, di mana 364 orang penduduk tewas dibunuh. Pembantaian para “ekstremis” bereskalasi di desa Kulo, Amperita dan Maruanging di mana 171 penduduk dibunuh tanpa sedikit pun dikemukakan bukti kesalahan mereka atau alasan pembunuhan. Selain itu, di aksi-aksi terakhir, tidak seluruhnya “teroris, perampok dan pembunuh” yang dibantai berdasarkan daftar yang mereka peroleh dari dinas intel, melainkan secara sembarangan orang-orang yang sebelumnya ada di tahanan atau penjara karena berbagai sebab, dibawa ke luar dan dikumpulkan bersama terdakwa lain untuk kemudian dibunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H.C. Kavelaar, seorang wajib militer KNIL, adalah saksi mata pembantaian di alun-alun di Tanette, di mana sekitar 10 atau 15 penduduk dibunuh. Dia menyaksikan, bagaimana Westerling sendiri menembak mati beberapa orang dengan pistolnya, sedangkan lainnya diberondong oleh peleton DST dengan sten gun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di semua tempat, pengumpulan data mengenai orang-orang yang mendukung Republik, intel Belanda selalu dibantu oleh pribumi yang rela demi uang dan kedudukan, menghianati bangsanya sendiri. Pada aksi di Goa, Belanda dibantu oleh seorang kepala desa, Hamzah, yang selama Perang Dunia II tetap setia kepada Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan laporan yang diterimanya, Jenderal Spoor menilai bahwa keadaan darurat di Sulawesi Selatan telah dapat diatasi, maka dia menyatakan mulai 21 Februari 1947 diberlakukan kembali Voorschrift voor de uitoefening van de Politiek-Politionele Taak van het Leger – VPTL (Pedoman Pelaksanaan bagi Tentara untuk Tugas di bidang Politik dan Polisional), dan Pasukan DST ditarik kembali ke Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah pembantaian rakyat Sulawesi Selatan yang dilakukan oleh tentara Belanda yang dipimpin oleh Raymond P.P. Westerling. Berapa ribu rakyat Sulawesi Selatan yang menjadi korban keganasan tentara Belanda hingga kini tidak jelas. Tahun 1947, delegasi Republik Indonesia menyampaikan kepada Dewan Keamanan PBB, korban pembantaian terhadap penduduk, yang dilakukan oleh Kapten Raymond “Turki” Westerling sejak bulan Desember 1946 di Sulawesi Selatan mencapai 40.000 jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan Pemerintah Belanda tahun 1969 memperkirakan sekitar 3.000 rakyat Sulawesi tewas dibantai oleh Pasukan Khusus pimpinan Westerling, sedangkan Westerling sendiri mengatakan, bahwa korban akibat aksi yang dilakukan oleh pasukannya “hanya” 600 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan Westerling beserta pasukan khususnya dapat lolos dari tuntutan pelanggaran HAM karena sebenarnya aksi terornya yang dinamakan “contra-guerilla”, memperoleh “licence to kill” (lisensi untuk membunuh) dari Letnan Jenderal Spoor dan Wakil Gubernur Jenderal Dr. van Mook. Jadi yang sebenarnya bertanggungjawab atas pembantaian rakyat Sulawesi Selatan adalah Pemerintah dan Angkatan Perang Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembantaian tentara Belanda di Sulawesi Selatan ini dapat dimasukkan ke dalam kategori kejahatan atas kemanusiaan (crimes against humanity), yang hingga sekarangpun dapat dimajukan ke pengadilan internasional, karena untuk pembantaian etnis (Genocid ) layaknya Hitler dan crimes against humanity, tidak ada kadaluarsanya. Perlu diupayakan, peristiwa pembantaian ini dimajukan ke International Criminal Court (ICC) di Den Haag, Belanda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi Kapten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari permasalahan pembantaian yang terjadi di Sumatera, Belanda malah menilai Westerling dengan keberhasilan menumpas para “teroris”. Tentu saja di kalangan Belanda –baik militer mau pun sipil-  ini menjadi reputasi prestisius bagi Pasukan Khusus DST dan komandannya, Westerling kian membumbung tinggi saja. Media massa Belanda memberitakan secara superlatif. Ketika pasukan Westerling  tiba kembali ke Markas DST pada 23 Maret 1947, mingguan militer Het Militair Weekblad menyanjung dengan berita: “Pasukan si Turki kembali.”  Sang pembunuh berdarah dingin itu pun tenar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tak selang lama dari pemberitaannya yang ramai di media, Kamp DST pun kemudian dipindahkan ke Kalibata. Setelah itu, karena dianggap sudah terlalu sempit, selanjutnya dipindahkan ke Batujajar dekat Cimahi. Bulan Oktober 1947 dilakukan reorganisasi di tubuh DST dan komposisi Pasukan Khusus tersebut kemudian terdiri dari 2 perwira dari KNIL, 3 perwira dari KL (Koninklijke Leger), 24 bintara KNIL, 13 bintara KL, 245 serdadu KNIL dan 59 serdadu KL. Tanggal 5 Januari 1948, nama DST dirubah menjadi Korps Speciale Troepen – KST (Korps Pasukan Khusus) dan kemudian juga memiliki unit parasutis yang kelak akan menjadi KOPASSUS (Komando Pasukan Khusus) dengan baret merah. Westerling kini memegang komando pasukan yang lebih besar dan lebih hebat dan pangkatnya kini Kapten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Persetujuan Renville pada tanggal 17 Januari 1948, Korps Speciale Troepen yang Westerling pimpin diberi tugas untuk menduduki markas Batujajar juga untuk melakukan patroli dan pembersihan disekitar Jawa Barat. Markas tersebut berhadapan langsung dengan kedudukan tangsi Tentara Republik Indonesia. Hanya saja terhalang oleh sungai Citarum sebagai garis demakrasinya. Namun sama seperti di Sulawesi Selatan, banyak anak buah Westerling melakukan pembunuhan sewenang-wenang terhadap penduduk di sekitar Batujajar dan Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Januari  hingga Novemer 1948 menjadi bulan yang kelam bagi warga Batujajar Raymond Westerling melakukan sweeping terhadap penduduk dan membawa mereka yang dicurigai ke markasnya untuk di interogasi kemudian. Seselesainya interogasi lebam-lebam pastilah didapati disekujur tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak puas dengan jawaban dari mereka maka, oleh Westerling para tahanan tersebut dilepaskannya untuk dengan syarat menyebrangi sungai Citarum yang panjangnya sekitar 700 meter itu. Ia berkata pada para tahanan seraya menodongkan pistolnya “Berenanglah kalian dan bergabunglah bersama dengan para pejuang Indonesia di seberang sana!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bukanlah Si Turki namanya kalau dengan mudah saja membebaskan mereka tanpa luka atau menjadi mayat. Ketika para tahanan sedang berenang menyebrangi sungai, mereka pun tak pelak menjadi sasaran tembak anak buah westerling dengan menggunakan senjata otomatis laras panjang yang menggelegarkan suasana sungai citarum yang asri ketika itu. Alhasil merekapun berguguran tak tersisa dan mayatnya terbawa arus, tergerus entah kemana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian lagi-lagi tak sampai disitu, pasukan KST pun membantai dengan sadis sepuluh orang penduduk tanpa alasan yang jelas, dan kemudian mayat mereka dibiarkan tersungkur menggeletak di tengah jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Pada 17 April 1948, Mayor KL R.F. Schill, komandan pasukan 1-11 Republik Indonesia di Tasikmalaya, membuat laporan kepada atasannya, Kolonel KL M.H.P.J. Paulissen di mana Schill mengadukan ulah pasukan elit KST (Korps Speciaale Troepen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, perbuatan ini telah menimbulkan protes di kalangan tentara KL (Koninklijke Leger) dari Belanda, yang semuanya terdiri dari pemuda wajib militer dan sukarelawan Belanda. Pengaduan ini juga mengakibatkan dilakukannya penyelidikan terhadap pasukan khusus pimpinan Westerling. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata banyak kasus-kasus pelanggaran HAM yang kemudian mencuat ke permukaan. Di samping pembunuhan sewenang-wenang, juga terjadi kemerosotan disiplin dan moral di tubuh pasukan elit KST. Kritik tajam mulai berdatangan dan pers menuding Westerling telah menggunakan metode Gestapo (Geheime Staatspolizei) yaitu polisi rahasia Jerman yang terkenal kekejamannya semasa Hitler, dan hal-hal ini membuat para petinggi tentara Belanda menjadi gerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemecatan Westerling Awal Kudeta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu hal ini memaksa Jenderal Spoor sebagai atasan Westerling untuk mencopot paksa kedudukannya di militer KST walaupun Jenderal melakukannya dengan berat hati. Namun untuk menghindari pengusutan lebih lanjut serta kemungkinan tuntutan ke pangadilan militer yang bisa lebih memperparah keadaan, Spoor memilih untuk menon-aktifkan Westerling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarahpun kemudian mencatat pada 16 November 1948, setelah duasetengah tahun memimpin pasukan khusus Depot Speciaale Troepen (DST) kemudian KST, Westerling diberhentikan dari jabatannya dan juga dari dinas kemiliteran. Penggantinya sebagai komandan KST adalah Letnan Kolonel KNIL W.C.A. van Beek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pemecatan atas dirinya, entah karena ingin hidup dengan damai kemudian Westerling pun menjadi warga sipil biasa dan menikahi pacarnya Ivonne Fournier  juga menjadi pengusaha bunga di Pacet (Puncak), Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata Westerling tidak berpangku tangan dan menikmati kehidupan seorang sipil,  ia ternyata cukup gatal bila berdiam diri. Maka, ia pun malah aktif menjaga hubungan dengan bekas anak buahnya dan yang tak bisa dipercaya ia menjalin hubungan erat dengan kelompok Darul Islam di Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara diam-diam ia membangun basis kekuatan bersenjata akan digunakan untuk memukul Republik Indonesia, yang direalisasikannya pada 23 Januari 1950, dalam usaha yang dikenal sebagai “Kudeta 23 Januari”. Maka untuk mencapai itu semua tak butuh waktu yang lama dengan bantuan Darul Islam pada November 1949 kemudian Westerling mendirikan organisasi bernama “Ratu Adil Persatuan Indonesia” (RAPI) dan memiliki satuan bersenjata yang dinamakan “Angkatan Perang Ratu Adil” () dengan partisipan sebanyak 500.000 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 23 Januari 1950, segerombolan orang bersenjata di bawah pimpinan mantan Kapten KNIL Raymond “si Turki” Westerling, mantan komandan pasukan khusus KST (Korps Speciaale Troepen) masuk ke kota Bandung. Masyarakat Jawa Barat dan Divisi Siliwangi boleh jadi tidak bisa melupakan peristiwa berdarah ini karena pagi itu, tentara Belanda yang dipimpin Westerling menggemparkan Kota Bandung. Pasukan tanpa atribut itu membabi buta menembaki anggota Divisi Siliwangi yang berada di jalan. Mayor Sutikno dan Mayor Sacharin ditembak tepat di depan Hotel Savoy Homann.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letkol Adolf Lembong yang pagi itu akan menghadap Komandan Divisi Siliwangi Kolonel Sadikin di Gedung Stafkwartir yang terletak di jalan Oudhospitalweg yang kini Jalan Lembong Nomor 38, tidak luput dari sasaran kekejaman algojo peristiwa pembantaian 40.000 penduduk Sulawesi Selatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa itu mengakibatkan 79 anggota Divisi Siliwangi gugur. Dalam penyelidikan kepolisian pada awal 1955 menemukan setidaknya terdapat 15 prajurit lain, bahkan salah seorang di antaranya berpangkat kapten. Mereka dibawa lari ke hutan di kaki Gunung Tangkubanparahu di sebelah barat Lembang oleh sebagian pasukan APRA yang dipimpin Eddy Hoffman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya di jalan Lembong mereka membantai TNI tapi di hampir setiap sudut jalan ketika mendapati orang yang berseragam loreng TNI pasti mereka bunuh lagi-lagi seperti di Sulawesi, Westerling menggunakan metode siding ditempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata aksi gerombolan Westerling yang kemudian dikenal sebagai Peristiwa Kudeta APRA ini, telah direncanakan beberapa bulan sebelumnya oleh Westerling dan bahkan telah diketahui oleh pimpinan tertinggi militer Belanda.Dia juga mendapat bantuan dari temannya orang Tionghoa, Chia Piet Kay, yang dikenalnya sejak berada di kota Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 25 Desember malam, sekitar pukul 20.00 Westerling menelepon Letnan Jenderal Buurman van Vreeden, Panglima Tertinggi Tentara Belanda, pengganti Letnan Jenderal Spoor yang meninggal secara misterius. Ada yang mengatakan, bahwa Spoor bunuh diri karena kecewa atas persetujuan Roem-Royen yang membidani Konferensi Meja Bundar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jenderal bagaimana bila saya akan ganggu penyerahan kedaulatan Kemerdekaan Indonesia itu? Saya akan serbu Soekarno dan kliknya” Ucap Westerling dengan nada sedikit berbisik di telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nada sedikit meninggi van Vreden balik bertanya “ Maksudmu kau akan mengkudeta Soekarno?”  Van Vreeden pun melanjutkan dengan pendapat yang tak disangka oleh Westerling sebelumnya “Sebagai orang yang bertanggungjawab atas kelancaran penyerahan kedaulatan tanggal 27 Desember nanti tentunya saya tak akan pernah mengijinkan hal itu sampai terjadi. Bahkan dengan pernyataan seperti ini saja seharusnya kau sudah harus ku tahan dan ku jebloskan ke penjara. Berhati-hatilah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, nasihat dari Van Vreden ini tak digubris sedikitpun oleh Westerling, sifatnya yang membangkang terlalu lekat pada dirinya. Pada 5 Januari 1950 Westerling pun melangkahkan aksi nyatanya dengan mengirim surat kepada pemerintah RIS yang isinya adalah suatu ultimatum. Dia menuntut agar Pemerintah RIS (Republik Indonesia Serikat) harus menghargai Negara-Negara bagian, terutama Negara Pasundan serta Pemerintah RIS harus mengakui APRA sebagai tentara Pasundan. Pemerintah RIS harus memberikan jawaban positif dalam waktu 7 hari dan apabila ditolak, maka akan timbul perang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ultimatum Westerling ini tentu menimbulkan kegelisahan tidak saja di kalangan RIS, namun juga di pihak Belanda dan membuat bingung dr. H.M. Hirschfeld (kelahiran Jerman) sebagai Nederlandse Hoge Commissaris (Komisaris Tinggi Belanda) yang baru tiba di Indonesia. Kabinet RIS menghujani Hirschfeld dengan berbagai pertanyaan yang membuatnya menjadi sangat tidak nyaman. Akhirnya Menteri Dalam Negeri Belanda, Stikker menginstruksikan kepada Hirschfeld untuk menindak semua pejabat sipil dan militer Belanda yang bekerjasama dengan Westerling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 10 Januari 1950 Hatta menyampaikan kepada Hirschfeld, bahwa pihak Indonesia telah mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Westerling. Sebelum itu, ketika Lovink masih menjabat sebagai Wakil Tinggi Mahkota (WTM), dia telah menyarankan Hatta untuk mengenakan pasal exorbitante rechten terhadap Westerling. Hal ini tentu merupakan suatu ironi, karena Hatta sendiri serta banyak pemimpin bangsa Indonesia pernah menjadi korban exorbitante rechten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pada 10 Januari 1950 Westerling mengunjung Sultan Hamid II di Hotel Des Indes, Jakarta. Sebelumnya, mereka pernah bertemu bulan Desember 1949. Westerling menerangkan tujuannya, dan meminta Hamid menjadi pemimpin gerakan mereka. Hamid ingin mengetahui secara rinci mengenai organisasi Westerling tersebut. Namun dia tidak memperoleh jawaban yang memuaskan dari Westerling. Pertemuan hari itu tidak membuahkan hasil apapun. Setelah itu tak jelas pertemuan berikutnya antara Westerling dengan Hamid. Dalam otobiografinya Mémoires yang terbit tahun 1952, Westerling menulis, bahwa telah dibentuk Kabinet Bayangan di bawah pimpinan Sultan Hamid II dari Pontianak, oleh karena itu dia harus merahasiakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertengahan Januari 1950, Menteri UNI dan Urusan Provinsi Seberang Lautan, Mr.J.H. van Maarseven berkunjung ke Indonesia untuk mempersiapkan pertemuan Uni Indonesia-Belanda yang akan diselenggarakan pada bulan Maret 1950. Hatta menyampaikan kepada Maarseven, bahwa dia telah memerintahkan kepolisian untuk menangkap Westerling. Ketika berkunjung ke Belanda, Menteri Perekonomian RIS Juanda pada 20 Januari 1950 menyampaikan kepada Menteri Götzen, agar pasukan elit RST yang dipandang sebagai faktor risiko, secepatnya dievakuasi dari Indonesia. Sebelum itu, satu unit pasukan RST telah dievakuasi ke Ambon dan tiba di Ambon tanggal 17 Januari 1950. Pada 21 Januari Hirschfeld menyampaikan kepada Götzen bahwa Jenderal Buurman van Vreeden dan Menteri Pertahanan Belanda Schokking telah menggodok rencana untuk evakuasi pasukan RST.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun upaya mengevakuasi Reciment Speciaale Troepen, gabungan baret merah dan baret hijau terlambat dilakukan. Dari beberapa bekas anak buahnya, Westerling mendengar mengenai rencana tersebut, dan sebelum deportasi pasukan RST ke Belanda dimulai, pada 23 Januari 1950 Westerling melancarkan “kudetanya.” Subuh pukul 4.30 hari itu, Letnan Kolonel KNIL T. Cassa menelepon Jenderal Engles dan melaporkan: “Satu pasukan kuat APRA bergerak melalui Jalan Pos Besar menuju Bandung.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun laporan Letkol Cassa tidak mengejutkan Engles, karena sebelumnya, pada 22 Januari pukul 21.00 dia telah menerima laporan, bahwa sejumlah anggota pasukan RST dengan persenjataan berat telah melakukan desersi dan meninggalkan tangsi militer di Batujajar. Mayor KNIL G.H. Christian dan Kapten KNIL J.H.W. Nix melaporkan, bahwa “compagnie Erik” yang berada di Kampemenstraat juga akan melakukan desersi pada malam itu dan bergabung dengan APRA untuk ikutserta dalam kudeta, namun dapat digagalkan oleh komandannya sendiri, Kapten G.H.O. de Witt. Engles segera membunyikan alarm besar. Dia mengontak Letnan Kolonel TNI Sadikin, Panglima Divisi Siliwangi. Engles juga melaporkan kejadian ini kepada Jenderal Buurman van Vreeden di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pagi yang menyingsing pukul 8.00 Letkol Sadikin menerima kedatangan komandan RST Letkol Borghouts, yang sangat terpukul akibat desersi anggota pasukannya, dan pada pukul 9.00 Letkol Sadikin mendatangi Engles. Ketika dilakukan apel pasukan RST di Batujajar pada siang hari, ternyata 140 orang yang tidak hadir. Dari kamp di Purabaya dilaporkan, bahwa 190 tentara telah melakukan desersi, dan dari SOP di Cimahi dilaporkan, bahwa 12 tentara asal Ambon telah desersi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kota Bandung, secara membabi buta Westerling dan anak buahnya menembak mati setiap anggota TNI yang mereka temukan di jalan. Hari itu, 94 anggota TNI tewas dalam pembantaian tersebut, termasuk Letnan Kolonel Lembong, sedangkan di pihak APRA, tak ada korban seorang pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Westerling memimpin penyerangan di Bandung, sejumlah anggota pasukan RST dipimpin oleh Sersan Meijer menuju Jakarta dengan maksud menangkap Presiden Sukarno dan menduduki gedung-gedung pemerintahan. Namun dukungan dari pasukan KNIL lain dan TII (Tentara Islam Indonesia) yang diharapkan Westerling tidak muncul, sehingga serangan ke Jakarta gagal total. Demikian juga secara keseluruhan, pelaksanaan kudeta yang sebelumnya telah direncanakan tidak seperti yang diharapkan oleh Westerling dan anak buahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Westerling, setelah puas melakukan pembantaian di Bandung, seluruh pasukan RST dan satuan-satuan yang mendukungnya kembali ke tangsi masing-masing. Westerling sendiri berangkat ke Jakarta, di mana dia pada 24 Januari 1950 bertemu lagi dengan Sultan Hamid II di Hotel Des Indes. Hamid yang didampingi oleh sekretarisnya, dr. J. Kiers, melancarkan kritik pedas terhadap Westerling atas kegagalannya dan menyalahkan Westerling telah membuat kesalahan besar di Bandung. Tak ada perdebatan yang sengit ketika itu, dan sesaat kemudian Westerling pergi meninggalkan hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu terdengar berita bahwa Westerling merencanakan untuk mengulang tindakannya. Pada 25 Januari Hatta menyampaikan kepada Hirschfeld, bahwa Westerling, didukung oleh RST dan Darul Islam, akan menyerbu Jakarta. Engles juga menerima laporan, bahwa Westerling melakukan konsolidasi para pengikutnya di Garut, salah satu basis Darul Islam waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi militer yang dilancarkan oleh Westerling bersama APRA yang antara lain terdiri dari pasukan elit tentara Belanda, tentu menjadi berita utama media massa di seluruh dunia. Hugh Laming, koresponden Kantor BeritaReuters yang pertama melansir pada 23 Januari 1950 dengan berita yang sensasional. Osmar White, jurnalis Australia dari Melbourne Sun memberitakan di halaman muka: “Suatu krisis dengan skala internasional telah melanda Asia Tenggara.” Untuk dunia internasional, Belanda sekali lagi duduk di kursi terdakwa. Duta Besar Belanda di AS, van Kleffens melaporkan bahwa di mata orang Amerika, Belanda secara licik sekali lagi telah mengelabui Indonesia, dan serangan di Bandung dilakukan oleh “de zwarte hand van Nederland” (tangan hitam dari Belanda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konspirasi Belanda Menyelamatkan Westerling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kegagalan “kudeta” yang juga sangat memalukan itu, pemerintah Belanda memutuskan untuk secepat mungkin mengevakuasi pasukan RST. Pada sidang kabinet tanggal 6 Februari dipertimbangkan, untuk memindahkan pasukan RST ke Papua Barat, karena membawa mereka ke Belanda akan menimbulkan sejumlah masalah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 15 Februari 1950 Menteri Götzen memberi persetujuannya kepada Hirschfeld untuk mengirim pasukan RST yang setia kepada Belanda ke Belanda, dan pada hari itu juga gelombang pertama yang terdiri dari 240 anggota RSTdibawa ke kapal Sibajak di pelabuhan Tanjung Priok. Komandan RST Letkol Borghouts terbang ke Belanda untuk mempersiapkan segala sesuatunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disediakan tempat penampungan di kamp Prinsenbosch dekat Chaam, 15 km di sebelah tenggara kota Breda. Pada 17 Maret 1950 gelombang pertama pasukan RST tiba di tempat penampungan, dengan pemberitaan besar di media massa. Pada 27 Maret dan 23 Mei 1950 tiba dua rombongan pasukan RST berikutnya. Keseluruhan pasukan RST bersama keluarga mereka yang ditampung di Prinsenbosch sekitar 600 orang. Sekitar 400 orang telah didemobilisasi di Jakarta, dan di Batujajar sekitar 200 orang pasukan RST, sedangkan 124 orang pasukan RST yang terlibat dalam aksi Westerling, ditahan di pulau Onrust menunggu sidang pengadilan militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah tentara Belanda yang ditahan untuk disidangkan jelas sangat kecil, dibandingkan dengan yang tercatat telah ikut dalam aksi kudeta Westerling, yaitu lebih dari 300 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah akhir yang memalukan bagi pasukan elit Reciment Speciaale Troepen (RST) yang merupakan gabungan baret merah (1e para compagnie) dan baret hijau (Korps Speciaale Troepen) yang pernah menjadi kebanggaan Belanda, karena “berjasa” menduduki Ibukota Republik Indonesia, Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagi Westerling dan anak buahnya yang tertangkap, ceritanya belum berhenti di sini. Westerling sendiri masih membuat pusing pimpinan Belanda, baik sipil mau pun militer di Jakarta. Dia merencanakan untuk lari ke Singapura, di mana dia dapat memperoleh bantuan dari teman-temannya orang Tionghoa. Maka dia kemudian menghubungi relasinya di Staf Umum Tentara Belanda di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kegagalan tanggal 23 Januari, Westerling bersembunyi di Jakarta, dan mendatangkan isteri dan anak-anaknya ke Jakarta. Dia selalu berpindah-pindah tempat, antara lain di Kebon Sirih 62 a, pada keluarga de Nijs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 8 Februari 1950 isteri Westerling menemui Mayor Jenderal van Langen, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Staf, di rumah kediamannya. Isteri Westerling menyampaikan kepada van Langen mengenai situasi yang dihadapi oleh suaminya. Hari itu juga van Langen menghubungi Jenderal Buurman van Vreeden, Hirschfeld dan Mr. W.H. Andreae Fockema, Sekretaris Negara Kabinet Belanda yang juga sedang berada di Jakarta. Pokok pembicaraannya adalah masalah penyelamatan Westerling, yang di mata banyak orang Belanda adalah seorang pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perbincangan tersebut akhirnya mempertimbangkan antara lain untuk membawa Westerling ke Papua Barat. Namun sehari setelah itu, pada 9 Februari Hatta menyatakan, bahwa apabila pihak Belanda berhasil menangkap Westerling, pihak Republik akan mengajukan tuntutan agar Westerling diserahkan kepada pihak Indonesia. Hirschfeld melihat bahwa mereka tidak mungkin menolong Westerling karena apabila hal ini terungkap, akan sangat memalukan Pemerintah Belanda. Oleh karena itu ia menyampaikan kepada pimpinan militer Belanda untuk mengurungkan rencana menyelamatkan Weterling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tanpa sepengetahuan Hirschfeld, pada 10 Februari Mayor Jenderal van Langen memerintahkan Kepala Intelijen Staf Umum, Mayor F. van der Veen untuk menghubungi Westerling dan menyusun perencanaan untuk pelariannya dari Indonesia. Dengan bantuan Letkol Borghouts -pengganti Westerling sebagai komandan pasukan elit KST- pada 16 Februari di mess perwira tempat kediaman Ajudan KL H.J. van Bessem di Kebon Sirih 66 berlangsung pertemuan dengan Westerling, di mana Westerling saat itu bersembunyi. Borghouts melaporkan pertemuan tersebut kepada Letkol KNIL Pereira, perwira pada Staf Umum, yang kemudian meneruskan hasil pertemuan ini kepada Mayor Jenderal van Langen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Westerling pindah tempat persembunyian lagi dan menumpang selama beberapa hari di tempat Sersan Mayor KNIL L.A. Savalle, yang kemudian melaporkan kepada Mayor van der Veen. Van der Veen sendiri kemudian melapor kepada Jenderal van Langen dan Jenderal Buurman van Vreeden, Panglima tertinggi Tentara Belanda. Dan selanjutnya, Van Vreeden sendiri yang menyampaikan perkembangan ini kepada Sekretaris Negara Andreae Fockema. Dengan demikian, kecuali Hirschfeld, Komisaris Tinggi Belanda, seluruh jajaran tertinggi Belanda yang ada di Jakarta –baik militer maupun sipil- mengetahui dan ikut terlibat dalam konspirasi menyembunyikan Westerling dan rencana pelariannya dari Indonesia. Andreae Fockema menyatakan, bahwa dia akan mengambil alih seluruh tanggungjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 17 Februari Letkol Borghouts dan Mayor van der Veen ditugaskan untuk menyusun rencana evakuasi. Disiapkan rencana untuk membawa Westerling keluar Indonesia dengan pesawat Catalina milik Marineluchtvaartdienst – MLD (Dinas Penerbangan Angkatan Laut) yang berada di bawah wewenang Vice Admiral J.W. Kist. Rencana ini disetujui oleh van Langen dan hari itu juga Westerling diberitahu mengenai rencana ini. Van der Veen membicarakan rincian lebih lanjut dengan van Langen mengenai kebutuhan uang, perahu karet dan paspor palsu. Pada 18 Februari van Langen menyampaikan hal ini kepada Jenderal van Vreeden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Van der Veen menghubungi Kapten (Laut) P. Vroon, Kepala MLD dan menyampaikan rencana tersebut. Vroon menyampaikan kepada Admiral Kist, bahwa ada permintaan dari pihak KNIL untuk menggunakan Catalina untuk suatu tugas khusus. Kist memberi persetujuannya, walau pun saat itu dia tidak diberi tahu penggunaan sesungguhnya. Jenderal van Langen dalam suratnya kepada Admiral Kist hanya menjelaskan, bahwa diperlukan satu pesawat Catalina untuk kunjungan seorang perwira tinggi ke kepulauan Riau. Tak sepatah kata pun mengenai Westerling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja selanjutnya sangat mudah. Membeli dolar senilai f 10.000,- di pasar gelap; mencari perahu karet; membuat paspor palsu di kantor Komisaris Tinggi (tanpa laporan resmi). Nama yang tertera dalam paspor adalah Willem Ruitenbeek, lahir di Manila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Rabu tanggal 22 Februari, satu bulan setelah “kudeta” yang gagal, Westerling yang mengenakan seragam Sersan KNIL, dijemput oleh van der Veen dan dibawa dengan mobil ke pangkalan MLD di pelabuhan Tanjung Priok. Westerling hanya membawa dua tas yang kelihatan berat. Van der Veen menduga isinya adalah perhiasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar konspirasi ini ternyata terendus pula oleh pihak RIS. Sehingga akhirnya pada Kamis, 23 Februari 1950, pukul 10 pagi Letnan Sanjoto yang mendapat informasi bahwa Westerling berada di Pelabuhan II Tanjung Priok menugasi Letnan Kusuma dan Letnan Supardi menangkap Westerling hidup atau mati. Pukul 19.00 mereka mengendarai jip Willys, mendatangi Westerling. Rencananya, mereka akan mengajak ngobrol sebentar, lalu Supardi menembak Westerling, dan Kusuma meledakkan granat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi tak berjalan sesuai skenario. Sebelum rencana terlaksana, Westerling malah menghampiri mereka, mengajak minum bir. Mereka tak kuasa menolak. Tapi tugas tetap dilaksanakan kedua letnan itu mengatakan kepada Westerling bahwa ia diharap datang ke markas Tanjung Priok sebentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berangkat dengan kendaraan masing-masing. Di tengah perjalanan Westerling dan anak buahnya memberondong mobil Kusuma dan Supardi hingga terbalik dan merekapun luka. Mayor Brentel Susilo dan Letnan J.C. Princen, yang menguntit jejak Westerling, ganti mengejarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi terlambat, hari itu juga Westerling terbang ke Singapura dengan pesawat Catalina yang dipersiapkan sebelumnya di Tanjung Pinang yang kemudian terbang menuju Singapura. Mereka tiba di perairan Singapura menjelang petang hari. Kira-kira satu kilometer dari pantai Singapura pesawat mendarat di laut dan kemudian perjalanan Westerling dilanjutkannya sendiri dengan menggunkan perahu karet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun malangnya perahu karet yang westerling kendarai ternyata bocor dan banyak kemasukan air, hal ini sontak membuatnya panik. Beruntung dia diselamatkan oleh satu kapal penangkap ikan Cina yang membawanya ke Singapura. Setibanya di Singapura, dia segera menghubungi temanTionghoanya Chia Piet Kay, yang pernah membantu ketika membeli persenjataan untuk Gerakan Pao An Tui di Sulawesi dulu. Kemudian Diapun segera membuat perencanaan untuk kembali ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada 26 Februari 1950 ketika berada di tempat Chia Piet Kay, Westerling digerebeg dan ditangkap oleh polisi Inggris kemudian dijebloskan ke penjara Changi. Rupanya, pada 20 Februari ketika Westerling masih di Jakarta, Laming, seorang  dari Reuters, mengirim telegram ke London dan memberitakan bahwa Westerling dalam perjalanan menuju Singapura, untuk kemudian akan melanjutkan ke Eropa. Pada 24 Februari Agence Presse, Kantor Berita Perancis yang pertama kali memberitakan bahwa Westerling telah dibawa oleh militer Belanda dengan pesawat Catalina dari MLD ke Singapura. Setelah itu pemberitaan mengenai pelarian Westerling ke Singapura muncul di majalah mingguan Amerika, Life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberitaan di media massa tentu sangat memukul dan memalukan pimpinan sipil dan militer Belanda di Indonesia. Kabinet RIS membanjiri Komisaris Tinggi Belanda Hirschfeld dengan berbagai pertanyaan. Hirschfeld sendiri semula tidak mempercayai berita media massa tersebut, sedangkan Jenderal Buurman van Vreeden dan Jenderal van Langen mula-mula menyangkal bahwa mereka mengetahui mengenai bantuan pimpinan militer Belanda kepada Westerling untuk melarikan diri dari Indonesia ke Singapura. Keesokan harinya, tanggal 25 Februari Hirschfeld baru menyadari, bahwa semua pemberitaan itu betul dan ternyata hanya dia dan Admiral Kist yang tidak diberitahu oleh van Vreeden, van Langen dan Fockema mengenai adanya konspirasi Belanda untuk menyelamatkan Westerling dari penagkapan oleh pihak Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fockema segera menyatakan bahwa dialah yang bertanggung- jawab dan menyampaikan kepada Pemerintah Republik Indonesia Serikat, bahwa Hirschfeld sama sekali tidak mengetahui mengenai hal ini. Menurut sinyalemen Moor, sejak skandal yang sangat memalukan Pemerintah Belanda tersebut terbongkar, hubungan antara Hirschfeld dengan pimpinan tertinggi militer Belanda di Indonesia mencapai titik nol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Indonesia pada akhirnya bertindak tegas, sehingga pada 5 April 1950 Sultan Hamid II pun mengalami nasib yang sama dengan Westerling ia ditangkap atas tuduhan terlibat dalam “kudeta” Westerling bulan Januari 1950.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Pada 7, 8, 10 dan 11 Juli 1950 dilakukan sidang Mahkamah Militer terhadap 124 anggota pasukan RST yang ditahan di pulau Onrust, Kepulauan Seribu. Pada 12 Juli dijatuhkan keputusan yang menyatakan semua bersalah. Namun sebagian besar hanya dikenakan hukuman yang ringan, yaitu 10 bulan potong tahanan, beberapa orang dijatuhi hukuman 11 atau 12 bulan, satu orang hanya terhukum 6 bulan dan hanya Titaley yang diganjar 1 tahun 8 bulan. Dengan demikian tidak ada yang mengajukan banding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukuman yang sangat ringan yang dijatuhkan oleh Mahkamah Militer Belanda terhadap tentara Belanda yang telah membantai 94 anggota TNI, termasuk Letkol Lembong, menunjukkan, bahwa Belanda tidak pernah menilai tinggi nyawa orang Indonesia. Setelah berakhirnya Perang Dunia II di Eropa, tentara Jerman yang terbukti membunuh orang atau tawanan yang tidak berdaya dijatuhi hukuman yang sangat berat, dan bahkan para perwira yang memerintahkan pembunuhan, dijatuhi hukuman mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, setelah mendengar bahwa Westerling telah ditangkap oleh Polisi Inggris di Singapura, Pemerintah RIS segera mengajukan permintaan kepada otoritas di Singapura agar Westerling diekstradisi ke Indonesia. Pada 15 Agustus 1950, dalam sidang Pengadilan Tinggi di Singapura, Hakim Evans memutuskan, bahwa Westerling sebagai warganegara Belanda tidak dapat diekstradisi ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, sidang kabinet Belanda pada 7 Agustus telah memutuskan, bahwa setibanya di Belanda, Westerling akan segera ditahan. Pada 21 Agustus, Westerling meninggalkan Singapura sebagai orang bebas dengan menumpang pesawat Australia Quantas dan ditemani oleh Konsul Jenderal Belanda untuk Singapura, Mr. R. van der Gaag, seorang pendukung Westerling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Westerling sendiri ternyata tidak langsung dibawa ke Belanda di mana dia akan segera ditahan, namun –dengan izin van der Gaag- dia turun di Brussel, Belgia. Dia segera dikunjungi oleh wakil-wakil orang Ambon dari Den Haag, yang mendirikan Stichting Door de Eeuwen Trouw – DDET (Yayasan Kesetiaan Abadi). Mereka merencanakan untuk kembali ke Maluku untuk menggerakkan pemberontakan di sana. Di negeri Belanda sendiri secara in absentia Westerling menjadi orang yang paling disanjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal April 1952, secara diam-diam Westerling masuk ke Belanda. Namun keberadaannya tidak dapat disembunyikan dan segera diketahui, dan pada 16 April Westerling ditangkap di rumah Graaf A.S.H. van Rechteren. Mendengar berita penangkapan Westerling di Belanda, pada 12 Mei 1952 Komisaris Tinggi Indonesia di Belanda Susanto meminta agar Westerling diekstradisi ke Indonesia, namun ditolak oleh Pemerintah Belanda, dan bahkan sehari setelah permintaan ekstradisi itu, pada 13 Mei Westerling dibebaskan dari tahanan. Puncak pelecehan Belanda terhadap bangsa Indonesia terlihat pada keputusan Mahkamah Agung Belanda pada 31 Oktober 1952, yang menyatakan bahwa Westerling adalah warganegara Belanda sehingga tidak akan diekstradisi ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah keluar dari tahanan, Westerling sering diminta untuk berbicara dalam berbagai pertemuan, yang selalu dipadati pemujanya. Dalam satu pertemuan dia ditanya, mengapa Sukarno tidak ditembak saja. Westerling menjawab “Orang Belanda sangat perhitungan, satu peluru harganya 35 sen, Sukarno harganya tidak sampai 5 sen, berarti rugi 30 sen yang tak dapat dipertanggungjawabkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, Komisaris Tinggi Indonesia memprotes kepada kabinet Belanda atas penghinaan tersebut. Pada 17 Desember 1954 Westerling dipanggil menghadap pejabat kehakiman di Amsterdam di mana disampaikan kepadanya, bahwa pemeriksaan telah berakhir dan tidak terdapat alasan untuk pengusutan lebih lanjut. Pada 4 Januari 1955 Westerling menerima pernyataan tersebut secara tertulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, bagi orang Belanda pembantaian ribuan rakyat di Selawesi Selatan tidak dinilai sebagai pelanggaran HAM, juga “kudeta’ APRA pimpinan Westerling tidak dipandang sebagai suatu pelanggaran atau pemberontakan terhadap satu negara yang berdaulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Westerling kemudian menulis dua buku, yaitu otobiografinya Memoires yang terbit tahun 1952, dan De Eenling yang terbit tahun 1982. Buku Memoires diterjemahkan ke bahasa Prancis, Jerman dan Inggris. Edisi bahasa Inggris berjudul Challenge to Terror sangat laku dijual dan menjadi panduan untuk counter insurgency dalam literatur strategi pertempuran bagi negara-negara Eropa untuk menindas pemberontakan di negara-negara jajahan mereka di Asia dan Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian bagaimana dengan nasib KNIL (Koninklijk Nederlands-Indisch Leger)? Berdasarkan keputusan kerajaan tanggal 20 Juli 1950, pada 26 Juli 1950 pukul 00.00, setelah berumur sekitar 120 tahun, atau KNIL dinyatakan dibubarkan. Berdasarkan hasil keputusan Konferensi Meja Bundar, mantan tentara KNIL yang ingin masuk ke TNI harus diterima dengan pangkat yang sama. Beberapa dari mereka kemudian di tahun 70-an mencapai pangkat Jenderal Mayor TNI!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Westerling Mati Sebagai Warga Sipil Belanda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 1958, kini Westerling hidup sebagai warga normal di Belanda dan dianggap sebagai pahlawan disana. Tapi Westerling mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri sebagai warga sipil dan merakyat kepada penduduk Belanda lainnya.Untuk berjuang hidup Ia pernah membuka toko penjual buku-buku antik tentang Indonesia dan Hindia Belanda. Ia juga pernah menjadi penerbit, pemilik pabrik kursi taman dan akhirnya menjadi penyanyi opera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ketika itu Westerling pun nyaris terjun ke kancah perang lagi. Ia sempat membuat dua memorandum yang isinya mendorong agar Eropa (termasuk Belanda) berperang menghadapi Vietkong. Namun sayangnya memorandum itu tak ada yang menanggapi, hilang begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang perebutan Da Nang, Juli 1965, seseorang menghubunginya, menawarinya melatih pasukan Vietkong. Kabarnya, Westerling hampir berangkat bila tidak dicegah pemerintah Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Westerling memang khas tentara bayaran. Ia tampaknya tak pernah berpikir untuk siapa dan untuk apa dia menembak. Hingga saat-saat terakhirnya, sejauh diketahui, Westerling belum pernah mengaku bersalah atas terornya di Indonesia. Yang dilakukannya, katanya, adalah melindungi rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Westerling menulis buku keduanya yang berjudul “De Eenling” (Sang Penyendiri) pada tahun 1982 dan kemudian tutup usia pada tahun 1987 di Purmerend, Belanda pada umur 68 tahun karena sakit jantung. Si jagoan Kaptein de Turk (julukannya karena ia berdarah Turki) akhirnya ‘ditaklukkan’ bukan di medan perang, tapi di medan ilmu. Sejarawan De Jong melalui bukunya membuka kembali masa lalu De Turk, dan membuat penyakit jantungnya kambuh. Tapi ada juga yang mengatakan ia meninggal karena minum-minuman keras, dan bunuh diri tak kuat menahan sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;a href="http://indark007.wordpress.com/2010/06/10/westerling-pembantaian-kudeta-dan-kegagalan/"&gt;lihat&lt;/a&gt; juga di blog wordpress saya&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6013409643937580960-7997173109430088958?l=indark7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/7997173109430088958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2010/08/westerling-pembantaian-kudeta-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/7997173109430088958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/7997173109430088958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2010/08/westerling-pembantaian-kudeta-dan.html' title='Westerling: Pembantaian, Kudeta, dan Kegagalan'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TGgRQ9T02EI/AAAAAAAAADg/DwQ5itIyJBg/s72-c/wes.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-1051097947615624643</id><published>2010-02-21T10:45:00.000-08:00</published><updated>2010-02-21T10:46:18.586-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='internet'/><title type='text'>Your reviews is get bonus for you</title><content type='html'>This is information to everyone to get a bonus of reviews, survey or opinions. you can get additional income from it. this is LinkFromBlog.com company is established in 2008 and based in the USA in the State of Minnesota. As an American company, we are governed by the American Consumer protection laws and business regulations that keep you safe from false advertising and unsafe products.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Earning money off paid reviews is the easiest way to monetize your blog, allowing you to get revenue very quickly. just register via link below :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://linkfromblog.com/img.001.003035.gif" border="0" alt="Advertise with my Blog" width="1" height="1" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align:center;"&gt;&lt;a href="http://linkfromblog.com/#2427"&gt;&lt;img class="aligncenter" src="http://linkfromblog.com/img.005.003035.jpg" border="0" alt="Paid reviews" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Follow the instruction, after that you can start your reviews and get additional income from here, you can add your blogspot, wordpress, twitter blog or other. this is easy way to fill your PayPal account. thank you.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6013409643937580960-1051097947615624643?l=indark7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/1051097947615624643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2010/02/your-reviews-is-get-bonus-for-you.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/1051097947615624643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/1051097947615624643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2010/02/your-reviews-is-get-bonus-for-you.html' title='Your reviews is get bonus for you'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-6620406727201214260</id><published>2010-01-27T21:32:00.000-08:00</published><updated>2010-01-27T21:38:12.944-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bandung'/><title type='text'>Saung Angklung Mang Udjo</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/S2Eh8MGJ_aI/AAAAAAAAADA/-x4yRqKdFm4/s1600-h/mang-udjo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 210px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/S2Eh8MGJ_aI/AAAAAAAAADA/-x4yRqKdFm4/s320/mang-udjo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431659943508442530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa tak kenal angklung sekarang? Seni alat musik khas Jawa Barat ini pasti dapat dikenali langsung oleh banyak orang, bahkan tak hanya oleh masyarakat Jawa Barat seantero Nusantara hingga berbagai Negara pun tentu mengenali ke khasan  alat musik yang seluruhnya murni terbuat dari beberapa bilah bambu yang di bentuk dengan unik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angklung yang khas ini tak pernah bisa terlupakan dari benak masyarakat tatar sunda, nada-nadanya yang indah selalu mengingatkan para rantauan sunda mengingat Bandung. Kini angklungpun sedang bersaing dengan budaya modern yang serba elektronik. Maka untuk menyelamatkan angklung agar tak tergerus oleh liarnya peradaban modern, lahirlah Saung Angklung Mang Udjo. Seni Parahyangan ini memang harus dilestarikan dan diselamatkan agar budaya kita dapat dikenali oleh semua orang yang tak hanya dari masyarakat Jawa Barat saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saung Mang Udjo yang sekarang menjadi salah satu andalan pariwisata Bandung ini, sejak dulu memang mempunyai komitmen yang tinggi dalam mengangkat seni budaya Bandung, khususnya angklung. Padepokan seni angklung ini yang didirikan oleh Udjo Ngalagena dan istrinya Uum Sumiati sudah 44 tahun lamanya sejak tahun 1966 berdiri menjadi sebuah sanggar angklung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila menengok kedalam saung suguhan pepohonan hijau banyak menghiasi, rindang dedaunan hijaunya memberikan kenyamanan yang begitu asri, banyak pohon-pohon bambu yang dengan riangnya memberikan esensi yang khas akan lingkungan sunda yang sangat lekat. Riuh-riuh lantunan sunda kian asik menggiring pikiran mebayangkan budaya sunda dahulu kala. Saung Angklung Mang Udjo menghadirkan betapa dahsatnya aura seni sebuah nada yang dibunyikan oleh angklung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali pertunjukan yang di gelar pada sanggar yang kini berubah menjadi semacam gedung pertunjukan. Banyak anak yang menari melengak-lenggok kesana kemari menarikan tarian sunda ditemani oleh iring-iringan lagu “Tokecang” dan “Cis Kacang Buncis”, mereka sedang memperagakan “kaulinan barudak”. Ya, tak hanya seni angklung saja yang ada di Saungnya Mang Udjo ini tetapi permainan daerah pun ikut diangkat demi menjaga keunikan dan kelestariannya supaya barudak (anak-anak) sunda tidak melupakannya begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keceriaan barudak yang sedang bermain permainan daerah itu senantiasa hidup selalu meramaikan suasana kampung angklung. Aktifitas mereka merupakan ruh dari Saung Angklung Udjo, sejak berdirinya sanggar sunda ini proses regenerasi seni tradisi dilakukan dengan cara bermain sambil belajar. Di setiap sudut, senyuman dan sapaan anak-anak selalu menemani ketika mengenal suasana Saung Angklung Udjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamparan musik yang ditampilkan pada pertunjukan angklung sunda pun tak hanya melagukan lagu-lagu daerah tetapi lagu nasional karya Ismail Marzuki pun bisa di mainkan dengan khidmat para pemain angklung. Mang Udjo murid Daeng Soetigna sang Bapak Angklung Dunia ini memberikan banyak perubahan pada kesenian angklung sehingga tak hanya bisa dimainkan untuk musik daerah yang diatonis tapi juga bisa dimainkan untuk berbagai macam lagu. Dan tak hanya itu berbagai kesenian lain dari sunda pun ikut di pertontonkan kepada para turis asing maupun domestik, seperti wayang golek yang dimainkan secara apik dan meyenangkan walaupun dengan waktu yang tak begitu lama, pertunjukan angklung Helaran, serta Arumba (Alunan Rumpun Bambu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helaran, kalau anda tahu merupakan sebuah pertunjukan angklung yang dimainkan pada upacara khitanan dan panen padi. Dimainkan dengan nada yang riang untuk menghibur anak yang dikhitan atau merupakan suatu bentuk syukur pada Sang Pencipta atas segala kebesaran-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertunjukan bambu petang yasng rajin digelar pada pukul 15.30 hingga 17.30 ikut meramaikan suasana kehidupan seni di Saung Udjo. Banyak wisatawan yang terhibur mulai dari kalangan tua dan muda, baik domestik maupun turis luar negeri. Banyak turis dari Negeri kincir angin yang bernostalgia disana, mengingat-ingat kenangan ketika dulu di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak Cukup sampai disitu, para pengunjung tak hanya di suguhi tontonan-tontonan kesenian saja tapi mereka pun ikut berinteraksi dengan para pemain. Diajaknya mereka menari dan mendendangkan lagu yang di ikuti oleh arahan dari semacam dirijen ketika berupacara. Gelak tawa sering kali terjadi ketika mereka mencoba mendendangkan sebuah not lagu, anak-anak pasundan yang riang ikut membimbing ketika mereka menari dan &lt;br /&gt;bergoyang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6013409643937580960-6620406727201214260?l=indark7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/6620406727201214260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2010/01/saung-angklung-mang-udjo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/6620406727201214260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/6620406727201214260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2010/01/saung-angklung-mang-udjo.html' title='Saung Angklung Mang Udjo'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/S2Eh8MGJ_aI/AAAAAAAAADA/-x4yRqKdFm4/s72-c/mang-udjo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-5009801639470128591</id><published>2010-01-27T21:21:00.000-08:00</published><updated>2010-01-27T21:32:15.634-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bandung'/><title type='text'>Masjid Agung Bandung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/S2EgTXLGwJI/AAAAAAAAAC4/7-2OlCYlayw/s1600-h/masjid-agung-bandung.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 260px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/S2EgTXLGwJI/AAAAAAAAAC4/7-2OlCYlayw/s320/masjid-agung-bandung.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431658142595727506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari 100 tahun yang lalu, bangunan istana umat Islam di pusat kota Kembang berdiri kokoh. Seperti halnya bayi yang baru lahir, dia tidak begitu saja bisa langsung berjalan apalagi berlari. Semua ada tahapan-tahapan tertentu yang harus dilalui. Begitu pula dengan mesjid yang terletak di pusat Kota Bandung ini. Tidak serta merta bisa kokoh dan nampak indah seperti sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayatnya, Mesjid Agung Bandung dulu awal dibangun hanya berbalutkan dinding-dinding yang terbuat dari anyaman bambu. Begitu pula dengan aksesoris mesjid yang lain masih menggunakan bahan-bahan tradisional. Bahkan ada kolam cukup luas yang digunakan untuk berwudhu, sumber air ini pun bermanfaat untuk memadamkan si jago merah yang terjadi di sekitar Mesjid Agung Bandung pada waktu itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah lain mengatakan pembangunan pusat ibadah umat Islam terbesar di Kota Bandung ini “berduet” dengan pembangunan Pendopo Kabupaten Bandung di selatan pusat Kota Kembang ini. Selain itu mesjid ini adalah salah satu elemen pusat kota tradisional waktu negeri ini, di jajah oleh negeri kincir angin yaitu sebagai simbol religiusitas serta sebagai pusat keagamaan kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Priangan sangat memanfaatkan mesjid ini sebagai lahan untuk beribadah. Tidak terbatas melaksanakan shalat saja tapi juga aktivitas agama yang lain. Begitu pula yang dimanfaatkan oleh para pengelola mesjid, berusaha untuk bisa memakmurkan tempat ibadah ini dengan berbagai aktivitas seputar Islam. Contohnya adalah menggali potensi masyarakat terhadap Al-Quran dengan mengadakan pengajian, ataupun memperingati hari-hari besar umat Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesjid Agung ini juga sering disebut Bale Nyungcung (Bale: tempat pertemuan masyarakat, nyungcung: lancip). Dikatakan seperti itu, karena  bentuk atapnya yang lancip (nyungcung) seperti gunungan. Menurut catatan sejarah, mesjid yang bertempat di Alun-Alun Bandung ini berhadapan dengan Bale Bandong yang berfungsi sebagai tempat pertemuan tamu kehormatan Kabupaten Bandung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti halnya kantor lembaga biasa, mesjid ini pun memiliki struktural kepengurusan agar tata tertib dan kemakmuran mesjid lebih terjaga. Karena ketekunan para teknokrat masjid dalam melaksanakan amanahnya, syi’ar dan kemakmuran rumah Allah ini senantiasa terpancar ke setiap penjuru kota kembang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mengikuti arus zaman, pusat ibadah ini pun mengalami metamorfosis dalam perwajahannya.  Mulai dari bongkar pasang bangunan mesjid sampai perombakan di sekitarnya agar lebih luas. Beberapa ornamen masjid dibuat lebih menarik dengan gaya khas Priangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, bangunan mesjid tidak luput dari wajah tradisional Sunda dari bentuk mesjid sampai aksesoris yang terpajang pun menyampaikan bahwa seni Sunda tidak akan pernah hilang meskipun tergiring ombak perubahan zaman menjadi lebih modern. Di tahun-tahun berikutnya, Mesjid Agung dilengkapi dengan serambi depan dan sepasang menara yang tidak begitu tinggi dengan tutup menara dibuat tumpang susun di kiri-kanan bangunan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesjid yang juga dijuluki “Kaum Bandung”  ini terus mengalami pembedahan bangunan. Perubahan drastis tampak pada atap mesjid, atap mesjid tumpang susun yang dipakai dari awal mesjid ini terbentuk, kini diubah menjadi kubah model bawang bergaya Timur Tengah. Lalu dibangun menara tunggal yang berdiri tegak di halaman depan mesjid. Masa demi masa telah dilalui, seiring bergulirnya perubahan perkembangan kota yang terkenal dengan oncomnya ini, kini Masjid Agung pun menjadi pusat pendidikan Islam serta pusat kesehatan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemakmuran mesjid yang pernah menjadi tempat pertemuan besar seperti Konferensi Asia Afrika ini semakin nampak jelas. Kumandang takbir yang berkoar-koar memanggil umat Islam sekitar sana untuk segera menunaikan ibadah shalat terdengar sangat lantang. Gemuruh orang-orang yang menuntut ilmu dari anak-anak sampai kakek-nenek berkumpul disana. Pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekitar pun tak terelakan. Kini Masjid Agung memiliki multi fungsi, bukan hanya sebagai sarana ibadah saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gema tausiyah yang disampaikan oleh para da’i  bukan hanya dapat didengar oleh para jama’ah yang hadir di tempat, tetapi juga dengan mengudara melalui media elektronik seperti radio. Sehingga masyarakat juga dapat mendengarkan ceramah melalui radio. &lt;br /&gt;Setelah adanya pelantikan pemimpin baru Jawa barat pada waktu itu, Mesjid Agung dibedah total. Beberapa tubuh mesjid yang sudah tidak digunakan diwakafkan kepada mesjid-mesjid yang ada di Kota Peuyeum (tape singkong) ini. Tanpa tinggal diam, Gubernur Jawa Barat yang baru itu langsung mengerahkan pasukan untuk merombak kembali Mesjid Agung. Untuk tahap pertama yaitu, pembuatan bangunan yang menjulang tinggi serta dibuatnya jalan penghubung antara Mesjid Agung dengan pusat kota. Pembangunan itu memakan biaya puluhan juta rupiah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perombakan itu membuat wajah mesjid semakin modern. Lantai mesjid kini sudah bertingkat, semua bahan pembuatan bangunan yang terbuat dari bata dan beton, ornamen menara yang dilapisi logam, atap kubah model bawang yang diganti dengan model joglo. Namun, atap tradisional mesjid diganti dengan kubah, sehingga kesan bangunan mesjid akan lebih mudah dikenali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan ini semakin memberikan kesan modern yang kini telah menguasai arus zaman hingga mesjid pun tak luput dari korban modernitas. Meskipun demikian, bangunan baru ini dapat menampung ribuan orang, selain itu terdapat ruangan khusus untuk meminjam ataupun membaca buku bagi para pengunjung mesjid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui pula, bahwa Presiden pertama RI pun pernah berkontribusi dalam perombakan Mesjid Agung Bandung.  Namun beberapa tahun setelah kemerdekaan RI, perwajahan Mesjid Agung sungguh sangat memprihatinkan. Dinding mesjid saat itu di penuhi ornamen batu granit serta pintu gerbang yang dikerangkeng besi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan itu membuat tempat ibadah terisolasi. Di tambah dengan hiruk pikuk pertokoan yang dari tahun ke tahun semakin menghimpit mesjid bersejarah ini.  Beberapa puluh tahun kemudian, di tangan seorang arsitek, mesjid ini mengalami kembali perubahan yang cukup signfikan. Yaitu dengan diperluasnya beberapa pijakan kaki mesjid serta me-reshuffle beberapa bangunan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya renovasi besar-besaran ini mengundang  perhatian tokoh besar Jawa Barat. Maka beliau mengadakan pertemuan  dengan beberapa pasukan yang turut andil dalam pembangunan mesjid untuk merubah nama Mesjid Agung menjadi “Mesjid Raya Bandung Jawa Barat”. Proyek renovasi ini memberikan nuansa baru dengan dibangunnya dua menara kembar dengan ukuran ketinggian yang melambangkan asma Allah SWT. Bangunan yang mejulang tinggi ini juga dimanfaatkan untuk kepentingan komersial, telekomunikasi dan obyek wisata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6013409643937580960-5009801639470128591?l=indark7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/5009801639470128591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2010/01/masjid-agung-bandung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/5009801639470128591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/5009801639470128591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2010/01/masjid-agung-bandung.html' title='Masjid Agung Bandung'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/S2EgTXLGwJI/AAAAAAAAAC4/7-2OlCYlayw/s72-c/masjid-agung-bandung.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-1170415861191066939</id><published>2009-10-02T14:46:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T14:49:09.571-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='know'/><title type='text'>Titik Nadir Mudik</title><content type='html'>Senandung Takbir senantiasa bergema dengan syahdunya menandakan hari kemenangan telah tiba. Orang-orang berduyun-duyun pergi ke masjid dengan hati yang sumringah, serempak menggelar salat akbar yang setahun sekali, Iedul fitri telah datang. &lt;br /&gt;Setelah sebulan lamanya masyarakat kaum muslim menjalankan ibadah puasa menahan lapar, dahaga dan hawa nafsu yang meraung-raung dalam tubuhnya, kini semua serasa mulai terbalas apa yang telah dilakukannya. Hal ini pun diperindah dengan berkunjungnya sanak saudara yang jauh-jauh datang dari kota untuk bersilaturahmi, mengikat kembali tali-temali yang sempat merenggang dan saling bermaaf-maafan. Damai setidaknya itu kata yang mungkin tepat dalam menggambarkan situasi seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tak heran Lebaran atau Iedul fitri menjadi acara yang sangat penting, orang-orang kota perantau rela mengantri, bermacet-macetan, berpanas-panasan di terik matahari, mengendarai motor puluhan kilometer dengan hanya untuk merayakan lebaran di kampung halamannya masing-masing. “Mudik”, ya itulah kata yang pasti kita kenal. Secara bahasa kata mudik ini ternyata berasal dari kata “udik” yang artinya hulu sungai, pegunungan, kampung/ desa, orang yang pulang kampung tersebut disebut “me-udik” kemudian dipersingkat menjadi “mudik” yang kurang lebih artinya adalah pulangnya para perantau yang mengembara (mencari nafkah) di kota untuk kembali ke asalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang fenomena mudik ini menjadi salah satu tradisi religiusitas turun temurun masyrakat Indonesia dan menyerap menjadi budaya khas lebaran yang tak terkikis oleh ruang dan waktu. Fenomena bermaafan dan bersilaturahmi dapat menyimbolkan fenomena metafisik, yakni fenomena religiusitas dan komunikasi transendental antar manusia dengan Tuhannya (Habluminallah). Sehingga dapat juga dijadikan sebagai satu variabel untuk mengukur tingkat religiusitas seseorang. Salah satu konsep religiusitas dalam metodologi penelitian, misalnya, model Glock dan Stark (1989), adalah mempertanyakan apa yang diistilahkan sebagai keterlibatan ritual (ritual involvement), yaitu tingkat sejauh mana seseorang terlibat mengerjakan ritual-ritual tradisi keagamaan mereka, dan juga keterlibatan secara konsekuen (consequential involvement), yaitu tingkatan sejauh mana perilaku seseorang konsekuen dengan tradisi ajaran agamanya.&lt;br /&gt;Konsekuen religi mereka pun bisa di ukur dari segi ekonomi, tapi sayangnya prinsip asas manfaat dan budaya hemat dalam ekonomi banyak dari mereka yang mengabaikan. &lt;br /&gt;Uang hasil kerja keras di kota rela dihamburkan demi kepentingan-kepentingan mereka dan keluaraga. Hal itu tentu saja sangat berberangan dengan keyakinan islam seutuhnya, dimana riya (memamerkan) dan berboros-borosan atau berlebih itu dilarang dengan keras dalam Kalamullah. Tapi hal demikian itu mereka anggap perlu dengan alasan sebagai bukti betapa suksesnya mereka hidup di kota, tak sia-sia mereka hijrah ke kota selama ini. Mereka korbankan tabungan mereka, mereka belikan perhiasan yang mentereng, kendaraan bermotor yang anyar dan barang-barang yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi positifnya semua pengorbanan itu dianggap impas ketika mereka sampai di kampung halaman bisa bercengkrama dengan sanak saudara, ayah dan bunda mereka. Semangat kebersamaan antar umat seiman mereka perlihatkan dengan berkeliling silaturahmi saling bermaafan dan berbagi sesamanya. Uang yang hanya mengalir deras di kota itu kini mulai berputar di desa-desa, walau sesaat tapi cukup untuk mensejahterakan orang desa dan sejumlah orang miskin tak lagi mengernyitkan keningnya walaupun, itu berlaku hanya sementara saja antara satu atau dua hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mudik Jembatan Kumuhnya Kota&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tradisi mudik yang banyak menyedot perantau ini pun tak ayal menjadi jembatan kunci informasi dari kota untuk desa. Para perantau yang “berhasil”, berbagi berita dan cerita kesuksesan mereka ketika di kota, memberikan informasi pekerjaan yang layak di kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga menjadi pemicu arus urbanisasi yang kompeten setiap tahunnya, menyebabkan kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung menjadi lebih sesak lagi dengan datangnya para perantau yang mencoba menggantungkan nasibnya. Mereka berharap dengan hijrahnya dari desa ke kota bisa mendapatkan pendapatan keseharian yang lebih baik di kampungnya, padahal para migran ini tidak mempunyai skill memadai yang diperlukan di kota. Sehingga pada akhirnya banyak diantara mereka yang malah menganggur dan menambah lebih banyak lagi gelandangan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, bila melihat kedepannya patologi (kesimpangan) sosial yang terjadi di kota-kota akan lebih sulit lagi untuk di bendung karena para perantau tersebut lebih banyak yang gagal dan menjadi pengemis di kota yang menyebabkan lebih banyak lagi tempat kumuh, sehingga tingkat kriminalitas pun meninggi. Kalaupun pulang kampung mereka pasti akan merasa malu dan tidak akan pulang sebelum kesuksesan tersebut di raihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu hendaknya semangat bersilaturahmi, bermaafan dan berbagi di hari lebaran seharusnya dapat lebih ditingkatkan dan tak hanya sekedar menjadi fenomena tahunan belaka. Menjadikan lebaran sebagai akar yang kuat dan menumbuhkan pohon sosial yang penuh nilai dan makna yang solid dan peduli serta menjadikannya budaya kehidupan sehari-hari. Mungkin dengan begitu sedikitnya dapat mengimbangi patologi sosial yang terjadi di kota.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6013409643937580960-1170415861191066939?l=indark7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/1170415861191066939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/10/titik-nadir-mudik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/1170415861191066939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/1170415861191066939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/10/titik-nadir-mudik.html' title='Titik Nadir Mudik'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-7162172710221082600</id><published>2009-08-11T00:55:00.000-07:00</published><updated>2009-08-11T00:58:10.399-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hiburan'/><title type='text'>Surganya Noordin M Top</title><content type='html'>Almarhum Bendul baru seminggu meninggal dunia, oleh Malaikat jalan-jalan di akherat guna diperkenalkan dengan lingkungan barunya.Disuatu tempat Bendul melihat orang-orang yang disiksa, dicambuk dan dibakar di atas api neraka. Setelah disiksa mereka mati tapi hidup lagi lalu disiksa lagi. Begitu terus berualng-ulang. Lalu Bendul lalu bertanya kepada Malaikat. “Wahai Malaikat, tempat apakah itu namanya? dan kenapa mereka disiksa?”“O..itu namanya neraka, tempat orang-orang yang selama hidupnya suka mencuri, berzina, korupsi dan semua perbuatan berdosa lainnya.” jawab Malaikat.O.. begitu ya…lalu Bendul diajak berjalan lagi untuk melihat tempat penyiksaan yang lain sampai suatu saat Bendul melihat Noordin M Top CS sedang berada di tempat yang sejuk, indah dan pemandangannya indah sekali.Di sana Noordin M Top CS ditemani wanita-wanita cantik telanjang, diiringi musik nan merdu, di meja dihidangkan makanan yang serba lezat. Lalu dengan sedikit heran Bendul bertanya. “Wahai Malaikat tempat apakah itu namanya ?”“O..itu surganya Noordin M Top !’ Jawab malaikat. Kemudian Bendul diajak berjalan lagi.Tiba-tiba terdengar suara Bom, Bluarrr,,Bendul heran tapi masih terdiam,,mereka pun berjalan lagi. Sekitar sepuluh menit kemudian terdengar bom lagi.Bendul pun bertanya kepada Malaikat, “Suara apakah itu wahai Malaikat ?”“O..itu suara bom, setiap sepuluh menit surganya Noordin kami ledakkan..!! !” jawab sang Malaikat&lt;br /&gt;Salam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6013409643937580960-7162172710221082600?l=indark7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/7162172710221082600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/08/surganya-noordin-m-top.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/7162172710221082600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/7162172710221082600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/08/surganya-noordin-m-top.html' title='Surganya Noordin M Top'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-206399956761423968</id><published>2009-07-23T02:29:00.000-07:00</published><updated>2009-07-23T02:30:32.336-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='know'/><title type='text'>Bahaya Nasi, apakah bener bahaya?</title><content type='html'>Hasil research yang baru saja di lakukan membuktikan bahwa makan nasi ternyata tidak baik bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Buktinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    1. NASI MENYEBABKAN KECANDUAN. Responden kami yang tidak makan nasi selama sehari saja akan kelaparan dan merasa sangat ingin makan nasi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    2. SETENGAH dari seluruh siswa Indonesia yang makan nasi nilainya ada di bawah rata-rata kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    3. Suku-suku pada zaman batu yang tidak pernah makan nasi terbukti TIDAK PERNAH mengidap tumor, Alzheimer, osteoporosis, ataupun Parkinson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    4. Dokter melarang bayi yang baru lahir untuk makan nasi. Hal ini menjadi bukti bahwa nasi punya dampak berbahaya yang sudah dibuktikan oleh ilmu kedokteran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    5. Nasi yang kering biasa dimakan oleh ayam. Nah, sekarang anda perlu curiga dari mana flu burung berasal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    6. Jumlah pemakan nasi di Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pemakan nasi di negara maju. Ini mungkin salah satu penyebab keterbelakangan pada negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    7. Di warung-warung, biasanya KULI makan nasi dalam jumlah lebih banyak daripada kaum eksekutif. Hal ini membuktikan! jika makan nasi MENURUNKAN kemampuan ekonomi seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    9. Makan nasi dapat menyebabkan rasa haus alias MENYERAP air. Padahal tubuh kita sebagian besar terdiri dari air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    10. Dalam kondisi tertentu, makan nasi MENINGKATKAN resiko kematian. Misalnya makan nasi sambil menyetir mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    11. Pengidap DIABETES lebih dianjurkan makan kentang daripada nasi. Berarti nasi kurang baik bagi kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    12. Makan nasi menyebabkan keinginan mengkonsumsi sayur dan lauk. Misalnya nasi bandeng (nasi + bandeng goreng), nasi kucing (nasi + kucing goreng),dsb. Hal ini bisa menyebabkan obesitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    13. Nasi mengandung ZAT BESI yang konf elektron terluarnya 4s2. Zat lain yang elektron terluarnya 4 adalah Racun ARSENIK (4p3), Batu batere TITANIUM (4s2), dan racun yang menyerang Superman yaitu KRIPTON (4p6). Ini mengindikasikan bahwa nasi punya kesamaan dengan zat-zat berbahaya lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    14. Nasi DIMASAK dalam suhu lebih dari 100 derajat Celsius. Itu panas yang cukup untuk bunuh orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    15. Nasi menyebabkan berkurang ketelitian dalam melihat.. buktinya Anda tidak memperhatikan bahwa No. 8 tidak ada,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    so, Anda pasti akan melihat ke atas lagi untuk membuktikan No. 8 Tidak ada. Hehehehe..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6013409643937580960-206399956761423968?l=indark7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/206399956761423968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/07/bahaya-nasi-apakah-bener-bahaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/206399956761423968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/206399956761423968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/07/bahaya-nasi-apakah-bener-bahaya.html' title='Bahaya Nasi, apakah bener bahaya?'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-5945218607292507975</id><published>2009-07-15T13:55:00.001-07:00</published><updated>2009-07-15T13:55:04.219-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poetry'/><title type='text'>Atasi</title><content type='html'>Bagaimana menjawab bagaimana&lt;br /&gt;Ketika lautan kembali terbelah&lt;br /&gt;Langit membentuk warna merahnya&lt;br /&gt;Aku tak sanggup brbuat apapun&lt;br /&gt;Sujudku yang senantiasa bisa ku tapaki sendiri&lt;br /&gt;Pasrah, bukan itu yang aku inginkan&lt;br /&gt;Pedang apapun yang ku punya kan aku acungkan ke langit&lt;br /&gt;Ku robek udara pnas itu&lt;br /&gt;Kan ku datangkan musim semi yang mengiring bernyanyi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6013409643937580960-5945218607292507975?l=indark7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/5945218607292507975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/07/atasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/5945218607292507975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/5945218607292507975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/07/atasi.html' title='Atasi'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-6167129395124838130</id><published>2009-06-19T03:28:00.000-07:00</published><updated>2009-06-19T03:30:59.608-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='know'/><title type='text'>Republik Mie Instan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style';font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;&lt;i&gt;Jika dahulu kita mengenal istilah &lt;b&gt;Banana Republic&lt;/b&gt;, maka hari ini apakah kita sedang diperkenalkan dengan sebuah istilah baru, yaitu &lt;b&gt;Republik Mie Instan&lt;/b&gt; ?.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style';font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style';font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;***&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style';font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Sejak dua tahun optimal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;menulis Sketsa,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;selalu saya tulis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;di atas 1..000 kata. Karena banyak topik lucu di ranah kehidupan, maka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;mendesak waktu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;menulis Sketsa Pendek. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: black; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Tahun lalu topik mie instan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;pernah saya tuliskan. Industri mengubah pola konsumsi dari lebih sehat, macam memakan pisang, juga mengkonsumsi produk pertanian lainnya. Kini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;beragam jenis pisang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;punah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Genetic resources&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;, kekayan bangsa, terabaikan. Tega nian bila&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;mencapres memakai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;jingle&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;mie instan ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Batang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;pisang itu agak runcing di banding jenis pisang lainya. Apalagi dibandingkan pisang kepok. Tandan buah rata-rata selengan. Butir pisang berkulit buah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;kuning mengkilap, licin, tidak berbintik di kala matang. Mulus. Aroma uniknya sudah tercium dari jarak 10 meter. Kami di kampung dulu menyebutnya pisang lidi. Ada rasa manis, juga sedikit asam, segar,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;wangi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Pengalaman menebang batang pisang lidi semasa kecil dulu, hingga kini tetap lekat di hati. Sehinga jika berkesempatan pulang ke kampung, pisang lidi salah satu yang saya cari. Malangnya,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;kini si lidi sulit dicari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Di dalam literatur, sebutir pisang mengandung vitamin A, B1, B2 dan C. Pisang dapat membantu mengurangi asam lambung, menjaga keseimbangan air dalam tubuh, menanggulangi, mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti; gangguan pada lambung,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;penyakit jantung dan stroke,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;stress, menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Bahkan jenis pisang raja, dikenal mengandung antioksidan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Di benak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;saya acap melintas sosok bayi disuapi pisang yang digerus dengan sendok. Itu artinya, pisang sehat untuk bayi. Entah karena banyaknya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;manfaat pisang, almarhum ibu saya mencoba menanam pisang di atas trotoar di bilangan Karet Belakang, Karet Kuningan, Jakarta Selatan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Ia rajin menyiram baik dengan air got maupun malalui selang air bersih yang sengaja disiramkan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Saya masih ingat pernah suatu ketika sebuah mobil berpelat CD, parkir di seberang rumah ibu. Dari jok belakang keluar seorang bule bertubuh tinggi,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;berdasi. “&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;This is banana tree ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;”, ia bertanya kepada ibu. Sambil berjongkok, sosok&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;bule&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;pejabat kedutaan negara sahabat dari bilangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Eropa itu terkesima. Ia berjongkok, melihat pisang tumbuh di atas aspal di trotoar. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Saya perhatikan, kekagumannya akan pokok pisang kepok yang besar. Apalagi di atas pohon yang lumayan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;tinggi ada dua tandan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;besar buah,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;hijau menjuntai. Kekaguman bule itu menjadi-jadi. Saya perhatikan ibu begitu bangga menceritakan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;pohon pisang di tengah kota Jakarta itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Logikanya bila di atas tanah yang terbatas saja, sepokok pisang dapat tumbuh segar berbuah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;bagus, beragam hamparan luas tanah Indonesia, seharusnya mengalirkan manca-ragam pisang, yang mampu menyehatkan anak negeri melalui konsumsi salah satu bahan pangan yang amat menyehatkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Celakanya, dalam 30 tahun ini, pola konsumsi anak negeri, seakan digeser ke&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;bahan pangan signifikan lain macam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;mie instan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Rebusan pisang kepok, yang menjadi sarapan pagi atau penganan petang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;di kampung dulu, menabal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;kampungan kini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Sesuatu yang trendy itu,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;adalah yang berbau hasil industri, berbau dipromosikan melalui televisi, macam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;mie instan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;. Bukan rahasia lagi bila &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;mie instan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;, kurang cocok dikonsumsi anak-anak, namun sebaliknya fakta di lapangan kini, penggemar dominan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;mie instan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; justru kanak-kanak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Jika &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;produk yang kurang menyehatkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; itu, menjadi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;salah satu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;brand&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;mempromosikan salah seorang calon presiden, akal sehat saya mengatakan sebagai langkah penabalan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;mie instan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; menyingkirkan makanan sehat, semisal &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;pisang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;, mengusik logika akal sehat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Dari sudut para pakar komunikasi yang mengambil inisiatif memakai jingle &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;mie instan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; bagi pencapresan seseorang, bisa menjadi prestasi sakti mendraguna, karena sudah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;top of mind&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Lagunya diingat segenap anak bangsa. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Apalagi bila kemudian kuat dugaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;bahwa di saat hari pencoblosan, iklan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;produk mie sungguhan dengan jinle senada seirama diputar di teve dan radio gencar, sehingga penggirangan kuping warga kebanyakan berasosiasi ke seseorang; menjadi semcam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;co branding&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;, dalam istilah kerennya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Sayangnya, beberapa warga orang biasa yang saya temui di bilanagn tempat almarhumah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;ibu saya tinggal di mana tanaman pisang ibu kini masih berdiri-diri tumbuh dan berbuah di trotoar jalan, mereka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;percaya bahwa pisang lebih sehat. Lebih celaka lagi,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;anak-anak yang suka ngejreng gitar nongkrong di pinggir jalan bilang, “&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Itu promosi telah menghina kreatifitas anak negeri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Jika&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;sudah demikian keadaannya, bukan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;saja etika binis sebuah produk mendukung kampanye layak dipertanyakan, pengingkaran kreatifitas anak negeri menjadi-jadi,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;melupakan bahan pangan sehat yang seharusnya disosialisakan pemimpin negeri, justeru sebaliknya terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Logika sehatkah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;?.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#00007f;"&gt;Artikel ini dapat dibaca di :&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Menabalkan Mie Instan Mengalahkan Pisang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://public.kompasiana.com/2009/06/15/menabalkan-mie-instan-mengalahkan-pisang/"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#00007f;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;http://public. kompasiana. com/2009/ 06/15/menabalkan -mie-instan- mengalahkan- pisang/&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;kalau lagu kebangsaan indonesia raya boleh dipakai untuk kampanye, saya yakin lagu itu akan dipakai capres untuk kampanye. capres mana pun dia. apakah yang mengklaim paling kiri, paling tengah, atau paling kanan. semua pasti ingin memakai lagu kebangsaan yang paling diingat dan paling menggetarkan jika dinyanyikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;simpulan ini muncul saja tiba-tiba ketika di kantor presiden menunggu anggota komisi i dpr yang mau ke malaysia terdengar lagu itu. lagu ciptaan pak a riyanto dan pertama dipopulerkan pak johan untung itu digubah dan dinyanyikan kembali mas mike idol itu terdengar dari bebe salah seorang anggota ring setengah istana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;ngomong-ngomong, anda tahu kan anggota ring setengah istana ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;keheningan lantas pecah. saya tersenyum sambil tiba-tiba saja membayangkan rasa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;soto madura imitasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;luar biasa memang lagu itu. mendengar intro atau satu dua kata awal syairnya saja, aroma mi instan rasa kegemaran kita tercium di depan hidung kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;mungkin kasus seperti yang saya alami ini berlebihan.. namun, saya tidak sendiri. banyak generasi indonesia yang dibesarkan setidaknya dua puluh tahun terakhir mengenal betul lagu itu. beberapa murid sekolah dasar bahkan kerap keliru ketika diminta gurunya menyanyikan lagu “dari sabang sampai merauke”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;melekat eratnya lagu itu di benak generasi indonesia menjadi alasan utama bagi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;fox indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; untuk menungganginya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;pak choel, mallarangeng ketiga, mengamininya saat tengah menggagas menggubahnya dan meminta hak ciptanya. “&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;tak ada lagu yang begitu melekat erat di benak indonesia selama 20 tahun terus menerus selain lagu itu. lagu itu juga mencerminkan keragaman. semua bahasa utama suku-suku di indonesia memiliki syairnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;,” ujar pak choel.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;pak choel menjelaskan alasan itu di ketinggian di dalam pesawat yang disewa dan diberinya nama &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;demokrat air force one&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;daf-1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;, begitu pak choel memberi call sign untuk pesawat itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;saat bercerita tentang kampanye pilpres dengan bantuan mi instan itu, pak choel mengenakan kaca mata hitam kegemaran dan sebatang rokok tersulut bara di tangan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;sementara kandidat lain masih bertarung di internal siapa yang diajukan sebagai capres dan sibuk menakar-nakar teman koalisi, foxindonesia sudah merancang pilpres 2009.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;tidak heran jika persiapan begitu matangnya. di istana, tahapan untuk pertarungan di pilpres sudah dirancang jauh sebelum pak beye menyatakan akan nyapres lagi, september 2008.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;dengan segala persiapan panjang, dukungan paling besar baik dari sisi dana dan kendaraan, amat keterlaluan jika pak beye dan pak boed gagal menang satu putaran. apalagi, serangan udara di bawah koordinasi mantan kepala staf tni au yang kemudian menjadi panglima tni tengah gencar ditembakkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;saya yakin anda semua telah kebagian serangan-serangan itu, setidaknya aroma soto madura telah dikirim ke ruang keluarga anda saat mas mike menyanyi lagu yang memang luar bisa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;mi instan rasa apa kegemaran anda ?. kalau saya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;soto madura&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#00007f;"&gt;Artikel ini dapat dibaca di :&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Mi Instan Rasa Fox Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://wisnunugroho.kompasiana.com/2009/06/07/mi-instan-rasa-foxindonesia/"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span style="color:#00007f;"&gt;&lt;i&gt;http://wisnunugroho .kompasiana. com/2009/ 06/07/mi- instan-rasa- foxindonesia/&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Bicara soal asli dan palsu barangkali sudah menjadi makanan sehari-hari bagi kita orang Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Bukan rahasia lagi kalau bangsa kita ini termasuk penggemar setia barang palsu. Dari sekadar barang konsumsi sehari-hari sampai dunia jasa dan hiburan. Tentu kita akan dengan senang hati beroleh barang dengan merek terkenal dan tampilan ciamik dus didapat dengan harga murah pula. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Berbagai cara dilakukan untuk menciptakan dan memasarkan produk-produk palsu ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Tengok saja beberapa jenis produk makanan, mulai dari ditambahkan zat kimia tertentu dalam bentuk pewarna dan perasa sampai dengan mengubah komposisi bahan baku. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Didunia panggung dan hiburan nyaris tiada beda, dalam sekejap pemeran yang biasa-biasa saja, secara &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;instan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; bisa di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;makeover&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;menjadi luar biasa. Nyaris tidak butuh waktu lama. Tengok saja acara semacam idol-idolan atau dream girls.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Bicara soal pilpres 2009, sadar atau tidak, kita kembali dihadapkan pada fenomena ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Dalam setiap fenomena memilih, istilah asli atau palsu dengan setia akan berada di hadapan kita. Mulai dari janji palsu, slogan palsu, tampilan palsu, program palsu dan berbagai jenis makhluk abal-abal lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Tapi eits, tentu saja tidak ada yang mau mengakui secara telanjang segala jenis kepalsuan ini, karena sekarang telah ditemukan istilah baru yang nyaman di telinga yaitu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;pencitraan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;. Apapun itu, bagi pelaku dunia hiburan artinya pastilah sama dengan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;make over&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Nah sekarang mari kita bahas satu persatu, barang-barang (eh maaf, tokoh-tokoh) yang akan kita pilih sebagai presiden nanti. Kita mulai saja &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Susilo Bambang Yudhoyono :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Bicara soal tokoh yang satu ini, siapa yang tak kenal. Ibarat product, bapak yang satu ini masuk di segment &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;premium&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;. Content bagus, packaging bagus, promosi dan jalur distribusi pun bagus. Sebagai product yang menyandang kualitas premium tentu saja tidak boleh ada cacat produksi, lecet sedikit saja konsumen akan teriak-teriak mengajukan komplain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Selama ini brand yang disandang adalah santun, cerdas, hati-hati, beretika dll. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Sedangkan secara kemasan pun sudah oke yaitu dinobatkan sebagai product (eh maaf capres) yang memiliki&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;presidential look&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Promosi pun jor-joran baik lewat udara maupun darat. Tim marketing tersebar di seluruh nusantara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Lalu apa kurangnya ?.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Yah, kembali ke soal kualitas premium tadi, satu ketika di bulan lalu sang capres muncul dengan wajah angker dan mengecam lawannya. “&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Jangan galak-galak ya !&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;”, begitu kata sang capres dengan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;roman wajah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; yang mengingatkan konsumen pada &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;sang penguasa orde baru&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Sontak saja media-media menayangkan berulang-ulang kemasan terbaru ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Hasilnya ?. Orang-orang pada kaget dan tidak percaya, tidak sedikit pula yang mengecam karena &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;product premium mereka ternyata sekarang sudah tidak sesuai spesifikasi awal lagi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Bagaimana ini ?.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Sebenarnya yang asli yang mana ?. Yang kemarin itu atau yang sekarang ini ?.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Jusuf Kalla :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Nah yang satu ini katanya baru bercita cita menjadi premium. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Selama ini sudah punya diferensiasi yang cukup kuat. Bolehlah kita bilang sebagai product yang merakyat. Selayaknya Indomie dan Rinso, mayoritas orang sudah tahu rasa dan kualitasnya sehingga dirasa tidak perlu lagi merombak tampilan kemasan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Distribusi pun sudah merata di seluruh negri, walaupun banyak orang beranggapan masih belum pantas masuk golongan premium quality.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Bagaimana dengan tim marketing ?. Seolah sependapat dengan mayoritas konsumen, mereka pun tidak tergiur dengan ide pemolesan kemasan, cukup memasyarakatkan keunggulan citarasa dan kualitas, dan berharap moga-moga tambah banyak yang suka. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Cuma tidak mudah juga untuk menempuh cara ini, karena untuk segmen product seperti ini biasanya saingannya banyak dan semua mengaku yang terbaik atau yang pertama ?.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Bagaimana dong ?. Bicara soal asli atau palsu, Anda bisa nilai sendiri lah, hehehe&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Megawati Soekarnoputri :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Terakhir ini adalah contoh product unik. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Anda tentu sering bertemu konsumen fanatik dimana-mana. Tidak peduli zaman berubah dan musim berganti, bicara soal product pilihan tidak akan pernah kelain hati. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Selama ini Megawati biasa tampil dalam dua rasa, yaitu rasa pedas dan rasa gurih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Rasa pedas dipasarkan di tengah-tengah lapangan, di bawah teriknya matahari dan gegap gempitanya suasana. Warna kemasan biasanya merah menyala. Slogan adalah Merdekan!!!. Biasanya dalam kemasan ini, sang capres akan berpidato dengan lantang dan berapi-api, meniru kebiasaan sang ayahanda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Rasa gurih baru dipasarkan beberapa bulan terakhir. Pertamakali launching di tayangan Kick Andy MetroTV dan teranyar di hadapan pengurus KADIN. Ibu yang mengaku paling cantik ini tampil layaknya ibu rumah tangga biasa, murah senyum dan tak pelit bercanda. Lugu, orisinil dan sederhana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Menurut hemat saya kedua rasa ini merupakan product asli ?.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Bagaimana menurut Anda ?.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Nah sekarang berpulang kepada konsumen, pilihan didepan mata. Ada produk premium, produk merakyat dan produk terpercaya. Barangkali nanti tim marketing juga akan meluncurkan berbagai promosi dan bonus, seperti bonus bisa menyanyi yang laku lima tahun yang lalu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Kita lihat saja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#00007f;"&gt;Artikel ini dapat dibaca di :&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Genuine President vs Artificial President&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://public.kompasiana.com/2009/05/28/genuine-president-vs-artificial-president/"&gt;&lt;span style="font-family:'bookman old style', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#00007f;"&gt;http://public. kompasiana. com/2009/ 05/28/genuine- president- vs-artificial- president/&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6013409643937580960-6167129395124838130?l=indark7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/6167129395124838130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/06/republik-mie-instan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/6167129395124838130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/6167129395124838130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/06/republik-mie-instan.html' title='Republik Mie Instan'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-2481322941863531284</id><published>2009-05-29T20:28:00.000-07:00</published><updated>2009-06-10T00:57:36.797-07:00</updated><title type='text'>PACARAN SEBAGAI KEBUDAYAAN KONTEMPORER REMAJA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana yang telah kita ketahui istilah pacaran ini dulu sangatlah asing dan tak dikenal oleh para remaja seperti sekarang ini, namun pada dewasanya pacaran sudah merebak bak jamur di musim penghujan baik itu dalam lingkup kota maupun desa pada kalangan remaja di abad ini. Para remaja ini seolah membuat suatu tradisi kebudayaan baru yang dalam hal ini mengusung pacaran sebagai suatu budaya pada masanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya mungkin itu adalah sautu kewajaran yang biasa dalam pergaulan remaja kini bahkan pacaran ini sekarang dianggap sebagai suatu kewajiban dalam prosesi pergaulan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal ketika dahulu prosesi pacaran ini tidaklah ada bahkan khususnya di Indonesia, pacaran itu dianggap sebagai suatu hal yang dianggap tabu dan bahkan sangat dilarang karena tidak sejalan dengan nilai dan norma khususnya dalam pandangan agama yang pada saat itu sifatnya sangat mengikat kuat terhadap masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kenapa pacaran sekarang seolah menjadi tradisi yang sudah tak mungkin lepas dari kehidupan remaja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum membahas hal tersebut, kebudayaan sebagaimana yang telah kita ketahui adalah hasil dari cipta, karsa, dan rasa manusia atau dalam pengertian lain, yakni berupa keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedangkan pacaran menurut para remaja sendiri adalah suatu ikatan perasaan cinta dan kasih antara dua individu yakni lelaki dan perempuan untuk menjalin suatu hubungan yang lebih dekat yang pada esensinya untuk saling mengena lebi jauh untuk menuju proses upacara sacral (menikah) atau untuk mencari pasangan hidup yang dianggap cocok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari pendefinisian itulah pacaran dinggap sebagi salah satu budaya masyarakat khususnya remaja karena merupakan hasil ide, gagasan, dan aktivitas tingkah laku keseharian mereka. Sehingga pada efeknya sekarang banyak para remaja menganggap bahwa pacaran merupakan suatu hal yang wajib sebagai jalan mendapat jodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya pacaran ini merupakan seperti yang telah dikemukakan diatas sebagai prosesi mengenal satu sama lain dengan cara mengikat dan menyatakan hubungan mereka kedalam bentuk yang bisa dikatakan formal agar dapat mengenal secara intim. Namun pada perkembangannya pacaran disini seolah menjadi mode, bila seorang belum pernah pacaran bisa dikatakan ketinggalan zaman. Hal seperti itulah kiranya yang membuat remaja membangun persepsi wajibnya pacaran bagi kalangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pacaran ini sebenarnya implikasi dari rasa kebutuhan seseorang atau lebih karena kekurangan mereka dalam mendapat perhatian dan pengertian sebagai makhluk sosial, sehingga timbulah suatu kekuatan atau dorongan alasan yang menyebabkan orang tersebut bertindak untuk memenuhi kebutuhannya, dalam hal ini pacaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pada dasarnya sekarang motif sosiogenetis yang asalnya hanya menekankan pada individu untuk ingin dimengerti orang banyak menjadi ingin diakuinya individu pada daerah tersebut. Sebagai contohnya hari ini seseorang akan merasa dirinya minder terhadap orang lain yang mempunyai pasangan (pacar) sedangkan ia tidak. Sehingga dapat di gambarkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan               Motive                             Perilaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------&gt;&gt;&gt; -------------------&gt;&gt;&gt; ---------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersosial                   Pengakuan sosial            Pacaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga pada penilaian diatas lingkungan sosial sudah barang tentu sangat mempengaruhi seseorang. Terkait masalah lingkungan sosial yang terjadi, ternyata pacaran sendiri sebenarnya sudah diperkenalkan kepada para remaja antara lain karena pengaruh keluarga khususnya keluarga perkotaan. Dimana sebagian orang tua menganggap jika ingin mendapatkan pasangan hidup yang cocok baiknya harus saling mengenal secara lebih intim lebih dahulu untuk mengetahui sifat-sifatnya seperti apa, apakah akan sejalan dan cocok ataukah tidak dengan menggunakan pacaran sebagai jembatan prosesi tersebut. Akibatnya sekarang dengan adanya dorongan itupun pacaran akhirnya berkembang dari suatu budaya menjadi sebuah tradisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya pacaran ini pada masyarakat Indonesia dulu tidak terlalu berkembang melesat seperti sekarang. Salah satu hal yang menjadikan budaya pacaran ini menjadi tradisi adalah pada khalayak remaja adalah tak lain karena pengaruh media teknologi abad sekarang yang selama ini serta merta menyoroti kegiatan-kegiatan remaja yang di dalamnya lebih banyak terfokus kepada pacaran tersebut. Sehingga pada efeknya melalui media para remaja menganggap pacaran sebagai tren atau mode berbudaya pada abad ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya pacaran tidak semudah itu merangsek masuk kedalam culture masyarakat Indonesia karena dianggap tidak sesuai dengan nilai dan norma masyarakat khususnya umat beragama Islam. Akan tetapi pacaran yang sebelumnya orang menganggap sebagai sosiopatik atau sakit secara sosial karena menyimpang terhadap norma, sekarang perlahan melumer dan berakulturasi dengan budaya lingkungan sekitar yang karena pengaruhnya ini dibantu oleh media sebagai produk kemajuan teknologi, mekanisasi, industrialisasi dan urbanisasi pada masyarakat modern yang dimana amalgamasi (sambungan, campuran, keluluhan) yang kompleks terjadi dan menghasilkan pacaran sebagai sebuah tradisi kebudayaan pada para remaja khususnya pada perkotaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dalam hal ini penulis menganggap bahwa pacaran juga merupakan tingkah laku yang dahulu dianggap menyimpang terhadap norma, yang kemudian sejatinya sekarang menjadi meluas pada masyarakat sehingga berlangsunglah deviasi situasional yang kumulatif. Akan tetapi sebenarnya pacaran tidaklah terlalu menyimpang terlalu jauh selama para remaja masih bisa memegang teguh terhadap nilai budaya masyarakat yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kesimpulan akhir penulis berpendapat bahwa pacaran pada buktinya menyatakan adanya inter-dependensi (saling ketergantungan) atau ada ketergantungan-organik diantara disorganisasi social dan pribadi sehingga mempengaruhi kebudayaan sebelumnya pada kebudayaan sekarang dengan mengaitkan pacaran sebagai budaya dan tradisi kontemporer. Pacaran ini pun pada esensinya sangat dipengaruhi oleh media sebagai hasil teknologi yang menyebabkan proses asimilasi menjadi begitu mudah karena lingkup asimilasi kini menjangkau pada ideologi dan budaya setiap individu dengan kemungkinan waktu bersamaan secara kumlatif atau menyeluruh, sehingga terjadilah anggapan ataupun pandangan masyarakat khususnya remaja mengenai pacaran sebagai prosesi kehidupan yang harus dicoba dan dilalui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koentjaraningrat, 1990. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmadi, Abu., 2002. Psikologi Sosial. Jakarta: Rineka Cipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartono, Kartini., Patologi Sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6013409643937580960-2481322941863531284?l=indark7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/2481322941863531284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/05/pacaran-sebagai-kebudayaan-kontemporer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/2481322941863531284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/2481322941863531284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/05/pacaran-sebagai-kebudayaan-kontemporer.html' title='PACARAN SEBAGAI KEBUDAYAAN KONTEMPORER REMAJA'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-7028156169961566166</id><published>2009-05-27T21:42:00.001-07:00</published><updated>2009-05-27T21:52:16.979-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='know'/><title type='text'>belajar dari monyet</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Saya pernah  membaca artikel menarik tentang teknik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; berburu monyet  di hutan-hutan Afrika.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; Caranya begitu unik. Sebab, teknik itu  memungkinkan si&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup  tanpa cedera sedikitpun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; Maklum, ordernya memang begitu. Sebab, monyet-  monyet itu akan digunakan sebagai hewan percobaan atau binatang sirkus di  Amerika.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Cara menangkapnya sederhana saja. Sang pemburu hanya menggunakan  toples berleher panjang dan sempit.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Toples itu diisi kacang yang telah diberi  aroma.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Tujuannya,agar mengundang monyet-monyet datang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Setelah diisi  kacang, toples-toples itu ditanam dalam tanah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;dengan menyisakan mulut toples  dibiarkan tanpa tutup.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Para pemburu melakukannya di sore hari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Besoknya,  mereka tinggal meringkus monyet-monyet yang tangannya terjebak di dalam botol  tak bisa dikeluarkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Kok, bisa? Tentu kita sudah tahu  jawabnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Monyet-monyet itu tertarik pada aroma yang keluar dari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;setiap  toples.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang-kacang  yang ada di dalam. Tapi karena menggenggam kacang,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;monyet-monyet itu tidak  bisa menarik keluar tangannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Selama mempertahankan kacang-kacang itu,  selama itu pula mereka terjebak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Toples itu terlalu berat untuk  diangkat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Jadi, monyet-monyet itu tidak akan dapat pergi ke mana-mana  !&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Mungkin kita akan tertawa melihat tingkah bodoh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;monyet-monyet itu.  Tapi, tanpa sadar sebenamya kita mungkin sedang menertawakan diri  sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Ya, kadang kita bersikap seperti monyet-monyet itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Kita  mengenggam erat setiap permasalahan yang kita miliki layaknya monyet mengenggam  kacang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Kita sering mendendam, tak mudah memberi maaf, tak mudah melepaskan  maaf.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih ada di dalam  dada.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Kita tak pernah bisa melepasnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Bahkan, kita bertindak begitu  bodoh, membawa "toples-toples" itu ke mana pun kita pergi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Dengan beban berat  itu, kita berusaha untuk terus berjalan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Tanpa sadar, kita sebenamya sedang  terperangkap penyakit hati yang akut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Teman, sebenarnya monyet-monyet itu  bisa selamat jika mau membuka genggaman tangannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Dan, kita pun akan selamat  dari penyakit hati jika sebelum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;tidur kita mau melepas semua "rasa tidak  enak" terhadap&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;siapapun yang berinteraksi dengan kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Dengan begitu  kita akan mendapati hari esok begitu cerah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;dan menghadapinya dengan senyum.  Dan, kita pun tahu surga itu diperuntukkan bagi orang-orang yang hatinya  bersih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Jadi, kenapa tetap kita genggam juga perasan tidak  enak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;itu?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6013409643937580960-7028156169961566166?l=indark7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/7028156169961566166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/05/belajar-dari-monyet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/7028156169961566166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/7028156169961566166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/05/belajar-dari-monyet.html' title='belajar dari monyet'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-3892139708082170232</id><published>2009-05-15T01:45:00.001-07:00</published><updated>2009-05-15T01:50:57.098-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='know'/><title type='text'>Harum Roti Cuman Tipuan?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:inherit;font-size:100%;color:#333333;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: inherit;"&gt;Pernah                nyium bau wangi roti bread talk gak pas kalo lewat deket2                situ??&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:inherit;font-size:85%;color:#333333;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://modupload.com/"&gt;&lt;span style="color:#003399;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 153); text-decoration: none;"&gt;&lt;img src="http://f761.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f623113%5fAKlzbHwAASinSguK3gaIx0KOOSc&amp;amp;pid=2&amp;amp;fid=Inbox&amp;amp;inline=1&amp;amp;stationery=1" border="0" width="500" height="374" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu ternyata bukan bau roti                asli yang sedang dipajang atau dimasak..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:inherit;color:purple;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: purple; font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;melainkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:inherit;font-size:85%;color:#333333;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(51, 51, 51); font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:inherit;color:#333333;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 51); font-family: inherit;"&gt;bau                wangi2an semprot (SPRAY) yang memiliki aroma roti                panas....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:inherit;color:#333333;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;gw tau dr pekerja                breadtalk gan pas Jumatan bareng ngobrol2.... ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tambah                kemaren curi2 fotonya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://modupload.com/"&gt;&lt;span style="color:#003399;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 153); text-decoration: none;"&gt;&lt;img src="http://f761.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f623113%5fAKlzbHwAASinSguK3gaIx0KOOSc&amp;amp;pid=3&amp;amp;fid=Inbox&amp;amp;inline=1&amp;amp;stationery=1" border="0" width="270" height="396" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang kliatan difoto ada                3..dibalik tiang ada 2 lagi..TOTAL = 5 sprayer untuk tempat                sekecil gt&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6013409643937580960-3892139708082170232?l=indark7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/3892139708082170232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/05/harum-roti-cuman-tipuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/3892139708082170232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/3892139708082170232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/05/harum-roti-cuman-tipuan.html' title='Harum Roti Cuman Tipuan?'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-3087310041931389671</id><published>2009-05-12T03:33:00.000-07:00</published><updated>2009-05-12T03:44:33.310-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='know'/><title type='text'>Islam: Hati-hati</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:130%;color:navy;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 13.5pt; color: navy; font-family: Verdana;"&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:130%;color:#303030;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(48, 48, 48); font-family: Verdana;"&gt;Buku "Ensiklopedi Alquran" Menyesatkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#111111;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(17, 17, 17); font-family: Verdana;"&gt;Saat ini telah beredar buku berjudul&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#111111;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 10pt; color: rgb(17, 17, 17); font-family: Verdana;"&gt;'Ensiklopedi Tematis Alquran'&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#111111;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(17, 17, 17); font-family: Verdana;"&gt;. Buku yang terdiri dari 6 jilid, berisi 1.100 halaman dengan 1.160 gambar berwarna serta kaligrafi itu diterbitkan oleh Penerbit Kharisma Ilmu Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ensiklopedi tersebut sangat menyesatkan karena&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#111111;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 10pt; color: rgb(17, 17, 17); font-family: Verdana;"&gt;berisi gambar-gambar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#111111;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(17, 17, 17); font-family: Verdana;"&gt; yang tidak Islami. Dan yang aneh, di dalamnya ada propaganda terselubung mengenai agama Kristen. Pada jilid pertama ketika membahas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#111111;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 10pt; color: rgb(17, 17, 17); font-family: Verdana;"&gt;masalah iman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#111111;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(17, 17, 17); font-family: Verdana;"&gt;, tidak ada juntrungannya,&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; terdapat ilustrasi penganut agama Kristen lengkap dengan salibnya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula di dua halaman  berikutnya, dengan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#111111;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 10pt; color: rgb(17, 17, 17); font-family: Verdana;"&gt;sub judul gerbang iman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#111111;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(17, 17, 17); font-family: Verdana;"&gt; kembali&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-style: italic; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#111111;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(17, 17, 17); font-style: italic; font-family: Verdana;"&gt;bergambar orang Kristen sedang berdoa di gereja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#111111;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(17, 17, 17); font-family: Verdana;"&gt;. Semua gambar tersebut jelas dan menyolok memamerkan simbol dan aktivitas  orang Kristen. Sebuah ilustrasi yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan isi yang sedang dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu banyak gambar aneh bertebaran seperti&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-style: italic; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#111111;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(17, 17, 17); font-style: italic; font-family: Verdana;"&gt;setan yang digambarkan dengan wajah menyeramkan dan bertanduk di dalam api&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#111111;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(17, 17, 17); font-family: Verdana;"&gt;;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-style: italic; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#111111;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(17, 17, 17); font-style: italic; font-family: Verdana;"&gt;laki-laki sedang meniup terompet menggambarkan malaikat Isrofil  meniup sangkalala&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#111111;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(17, 17, 17); font-family: Verdana;"&gt;;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-style: italic; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#111111;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(17, 17, 17); font-style: italic; font-family: Verdana;"&gt;pohon dengan dahan berbentuk kepala ular yang lidahnya menjulur menggambarkan pohon zaqqum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#111111;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(17, 17, 17); font-family: Verdana;"&gt; dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#111111;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 10pt; color: rgb(17, 17, 17); font-family: Verdana;"&gt;gambar wanita  seksi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#111111;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(17, 17, 17); font-family: Verdana;"&gt; yang tampak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-style: italic; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#111111;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(17, 17, 17); font-style: italic; font-family: Verdana;"&gt;pusar dan dadanya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#111111;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(17, 17, 17); font-family: Verdana;"&gt; menggambarkan wanita penghuni surga. Pada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#111111;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 10pt; color: rgb(17, 17, 17); font-family: Verdana;"&gt;sub judul 'melihat Allah di akhirat'&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#111111;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(17, 17, 17); font-family: Verdana;"&gt; tergambar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-style: italic; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#111111;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(17, 17, 17); font-style: italic; font-family: Verdana;"&gt;seorang lelaki dengan wajah mirip Yesus bersama dua wanita berjilbab&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#111111;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(17, 17, 17); font-family: Verdana;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#111111;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(17, 17, 17); font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi apabila dikaji gambar-gambar yang menyesatkan dan merusak akidah umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal buku tersebut judulnya saja Ensiklopedi Alquran. Ditulis oleh Muhammad Kamil Hasan Al Mahami dengan edisi Indonesia diberikan kata pengantar oleh Ichwan Sam, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tidak cukup dengan itu, sederet nama besar menjadi pembaca ahli, di antaranya Prof KH Alie Yafie, Prof Dr H Moh Ardani, Prof Dr Nasaruddin Umar MA, Prof Dr H Ahmad Bachmid, Lc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modus operandi penjualan ensiklopedi tersebut banyak kepada kaum awam, terutama karyawan di perkantoran maupun di perumahan elite. Buku itu dijual dengan sistem cash maupun kredit. Hal ini tentu membahayakan akidah dan pemahaman Islam seseorang yang belum kuat imannya... Tidak menutup kemungkinan bisa mengarah pada unsur SARA atau penodaan atas agama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#111111;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(17, 17, 17); font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, kami meminta pihak penerbit Kharisma Ilmu segera menarik ensiklopedi tersebut dari peredaran dan memperbaiki isi maupun gambar-gambar di dalamnya. Juga kepada umat Islam agar menahan diri tidak membeli ensiklopedi tersebut meskipun kelihatannya Islami dan penampilan yang menarik (lux). Kepada MUI yang telah terlanjur memberikan sambutan sebaiknya mengklarifikasi keikutsertaannya di dalam penerbitan buku tersebut, tak terkecuali para pembaca ahli yang meng-endorse buku tersebut. Semoga Allah memberikan rahmat kepada kita dengan melindungi akidah umat Islam dari rongrongan orang-orang yang tidak menyukainya. Wallahu a'lam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0" width="100%"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td bgcolor="white" width="100%"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 13.5pt; font-family: Arial;"&gt;2. Awas ! Bibel Masuk Rumah Kita &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-style: italic; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;a rel="nofollow"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-style: italic; font-family: Arial;"&gt;Fakta &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-style: italic; font-family: Arial;"&gt;17 Aug, 06 - 10:19 pm &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Mahfud berbelanja buku-buku bacaan islami di toko buku Karisma Depok. Karena di toko itu dijual juga kaligrafi Arab, maka dibelinya kaligrafi yang dikiranya dari ayat Al-Qur?an tersebut dua buah untuk menghiasi rumah yang baru ditempatinya. Rencananya, satu dipajang di ruang tamu dan satu lagi dipajang di ruang shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai dirumah, kaligrafi ukuran setengah meter itu dipajang di tempat yang dimaksud. Setelah diamat-amati, Mahfud merasakan keganjilan dalam kaligrafi Arab tersebut. Meski tidak hafal Al Qur?an, tapi Mahfud biasa baca memutar kaset murattal di rumahnya. Maka ketika membaca kaligrafi yang bertuliskan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://swaramuslim.net/images/uploads/murtadin/atribut_islam/Kaligrafi-Abana-b.jpg"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;?abana alladzi fis-samawat? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;, dia langsung curiga. ?Kayaknya ini bukan ayat Al Qur?an?, katanya dalam hati. Lalu dicarinya kata ?Abana alladzi fis-samawat? dengan komputer, ternyata kata itu tidak ditemukannya di program ?Holy Qur?an 6,5". Setelah dilaporkan kepada ustadz yang memahami perbandingan agama, terbuktilah bahwa kaligrafi itu bukan ayat Al Qur?an, melainkan ayat Bibel, yaitu &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Injil Matius 6:9-13 &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;yang dikaligrafikan dalam bahasa Arab dari .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, bila punya hobi membaca kisah para Nabi Allah, kini kita harus berhati-hati dalam memilih buku bacaan. Jika tidak, maka kita akan tertipu dengan buku-buku Kristen berwajah Islam. Seperti buku berjudul Islami, Mutiara Hikmah Nabi Sulaiman terbitan Galang Press Yogyakarta. Di berbagai toko buku (Gramedia, Kharisma, Gunung Agung, dll), buku tersebut dipajang di counter buku-buku Islam deretan kisah-kisah para nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemasannya memang tidak menunjukkan gejala Kristen, bahkan bergaya Islami. Misalnya, penerjemahan &lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;?Salomo? &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;(versi Kristen) menjadi &lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;?Nabi Sulaiman alaihissalam? &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;dalam buku ini meyakinkan pembaca bahwa buku ini adalah bacaan Islam. Padahal, sesungguhnya buku tersebut adalah terjemah dari Bibel yang dikemas bergaya Islam. Karena buku ini adalah ayat-ayat Bibel yang dikemas dalam bentuk puisi dengan menghilangkan namasurat , nomor ayat dan perikopnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua contoh kasus di atas sepenggal cuplikan pengalaman nyata dalam buku yang ditulis oleh Tim FAKTA ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kacamata ilmu perbandingan agama, buku ini tergolong lain daripada yang lain. Karena dalam pembuktian superioritas Islam, penulisnya mengawali setiap topik dengan latar belakang kasus-kasus pemurtadan yang sangat beragam. Mulai dari kasus pemurtadan janda muslimah, pemurtadan urang Sunda, muallaf gadungan, pemurtadan dalam masjid, fitnah pendeta terhadap KH Zainuddin MZ, tipuan kaligrafi Kristiani, Asmaul Husna versi pendeta, kasus pemberkatan puluhan ribu pendeta dan umat Kristen kepada Gus Dur, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya lain buku ini, dengan paparan semi ilmiah, semi investigasi dan semi cerita, memudahkan pembaca untuk memetik khasiat ganda, sekaligus, yaitu wawasan kristologi dan kesadaran akan bahaya pemurtadan yang klimaks pada sikap kewaspadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, ?Buku ini sangat patut dibaca untukmemahami siapa sesungguhnya yang tidak toleran?? tulis Husein Umar, Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesiapada cover belakang. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:180%;color:red;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; color: red; font-family: Arial;"&gt;Awas ! Bibel Masuk Rumah Kita &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyunting: M.U. Salman&lt;br /&gt;M. Nurcholis Ridwan&lt;br /&gt;Pengantar: Abu Deedat Syihab MH&lt;br /&gt;Penerbit: Qalamas, Jakarta&lt;br /&gt;Cet. I, September 2005&lt;br /&gt;xvi + 238 halaman &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;sumber : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.muhammadiyah-tabligh.or.id/"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;www.muhammadiyah- tabligh.or. id &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;color:red;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 12pt; color: red; font-family: Arial;"&gt;Ingat.. Pemurtadan dengan Berbaju Islam adalah cara yang paling ampuh saat ini untuk memurtadkan umat Islam.... waspadalah.. . &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:blue;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: blue; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;Sebarkan informasi ini kepada saudara saudara sesama Muslim!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6013409643937580960-3087310041931389671?l=indark7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/3087310041931389671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/05/islam-hati-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/3087310041931389671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/3087310041931389671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/05/islam-hati-hati.html' title='Islam: Hati-hati'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-2111721493116931515</id><published>2009-04-30T01:16:00.000-07:00</published><updated>2009-04-30T01:19:41.192-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='know'/><title type='text'>Virus Confiker : Virus abad ini</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   Tanpa bantuan Lembaga Survei manapun, tentunya para pengguna komputer sepakat  bahwa Conficker merupakan virus jawara yang paling banyak menyebar di dunia,  terumasuk Indonesia. Virus yang mengeksploitasi celah keamanan RPC Dcom MS  08-067 secara de facto telah membuat pusing semua pengguna komputer, khususnya  administrator jaringan karena kemampuannya menyebar di jaringan dengan sangat  efektif dan untuk membasmi virus ini sangat sulit. Untuk mengeyahkan Conficker  dari komputer yang terinfeksi sangat sulit karena ia menempel pada proses  Windows svchost yang jika di stop akan menyebabkan komputer restart. Jadi sekali  menginfeksi komputer ibarat orang kalau digigit tokek, kata nenek tidak akan  lepas sampai ada geledek menyambar &lt;img class="wp-smiley" alt=":P" src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif" /&gt;  ./P&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   Celakanya, rupanya pembuat Conficker tidak mudah puas dengan “prestasinya”  dimana varian A dan B berhasil menginfeksi belasan juta komputer di seluruh  dunia. Terakhir muncul Conficker.C yang memberikan ancaman baru bagi pengguna  komputer, dimana pada tanggal 1 April 2009 seluruh komputer yang terinfeksi  Conficker.C ini akan secara serentak menghubungi 50.000 situs di internet untuk  mengupdate dirinya. Jika anda bertanya, mengapa 50.000 situs, dan bukan 500  situs. Bukankah bisa gempor membuat 50.000 situs ? Jawabannya adalah justru  pembuat Conficker ini ingin membuat gempor para vendor antivirus karena dia  belajar dari pengalaman dimana varian awalnya mengupdate ke ratusan situs,  tetapi karena situs-situs tersebut di blok atas permintaan vendor antivirus maka  Conficker A dan B dapat dikatakan “layu sebelum berkembang” karena misinya  mengupdate dirinya gagal. Kalau virus Conficker A dan B yang “layu sebelum  berkembang” saja sudah mampu membuat para korbannya babak belur dan menginfeksi  belasan juta komputer di seluruh dunia, lalu apa yang akan dilakukan virus  Conficker.C kalau berhasil “mekar” pada tanggal 1 April 2009 nanti ? Berdoa saja  semoga ini hanya menjadi April Mop dan pembuat Conficker.C ini tidak melakukan  update atau updatenya gagal. Tetapi yang jelas, secara teknis semua komputer  yang terinfeksi Conficker.C dan terkoneksi ke internet sudah dapat dipastikan  akan menghubungi 50.000 situs untuk mengupdate dirinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   Pengguna Gaptek dan Provider Cuek&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   Jika anda bertanya, bagaimana sebenarnya Conficker menyebar. Caranya mudah  saja, Conficker belajar dari Amway atau CNI untuk menyebarkan dirinya. Karena  sifatnya worm, ia hanya perlu menginfeksi satu komputer saja di jaringan dan  kemudian komputer tersebut akan melakukan scanning terhadap seluruh komputer  dijaringannya dan menginfeksi semua komputer yang bisa di infeksinya. Lalu, jika  komputer yang di infeksinya terkoneksi ke jaringan lain, ia akan kembali  melakukan scanning dan menginfeksi komputer di jaringan lain. Hal ini berjalan  terus menerus tanpa henti.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   Celakanya, salah satu sumber penyebaran Conficker adalah komputer-komputer  yang terkoneksi ke ISP internet baik secara dial up atau broadband. Dimana jika  satu pelanggan terinfeksi oleh Conficker, maka ia akan berusaha terus menerus  menginfeksi komputer lain yang terkoneksi melalui jaringan dan ISP yang sama.  Perlu anda ketahui, yang dimaksud ini tidak terbatas pada dial up dan broadband  konvensional tetapi juga broadband 3G. Vaksincom melakukan scanning pada salah  satu jaringan 3G Broadband milik provider terbesar Indonesia pada tanggal 31  Maret 2009 dan menemukan banyak komputer-komputer yang terinfeksi  Conficker&lt;br /&gt;   Apa yang mungkin terjadi ?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   Jika kita belajar dari kasus-kasus infeksi virus yang secara serempak  digunakan untuk menyerang satu situs tertentu, kita bisa melihat contoh virus  MyDoom yang pada tanggal 1 Februari 2004 berhasil memberikan “kiamat” (down)  bagi situs Santa Cruz Operation karena di Ddos oleh jutaan komputer yang  terinfeksi virus MyDoom. Sebabnya SCO di Ddos kemungkinan adalah karena dua hal,  pertama karena SCO berseteru dengan para pengguna Linux dan yang kedua adalah  karena mereka pada tanggal 27 Januari 2004 menawarkan US $ 250.000 bagi siapapun  yang bisa memberikan informasi untuk menangkap pembuat virus MyDoom. Sebenarnya  situs Microsoft juga sempat di Ddos oleh MyDoom pada tanggal 3 Februari 2004,  tetapi “untung” tidak sampai mengakibatkan “kiamat” bagi situs Microsoft. Apakah  Ddos ini disebabkan karena Microsoft juga mengeluarkan sayembara hadian US $  250.000 bagi yang bisa membantu menangkap pembuat virus MyDoom …. Hanya pembuat  MyDoom yang tahu. Yang jelas, Microsoft juga mengeluarkan sayembara US $ 250.000  bagi yang bisa membantu menangkap pembuat Conficker.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   Cerita lain dari MyDoom adalah pada tanggal 26 Juli 2004 MyDoom juga  menyerang 3 search engine terpopuler saat itu, Google, AltaVista dan Lycos dan  serangan ini berhasil mengganggu beberapa fungsi search Google dan mengakibatkan  kelambatan yang signifikan pada situs AltaVista dan Lycos.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   Selain Ddos pada situs, kira-kira hal apa yang mungkin dilakukan oleh virus  Conficker.C pada 1 April 2009 nanti ? Kalau virus Conficker.C tidak memiliki  kebiasaan buruk dan hanya melakukan Ddos dan menggunakan komputer korbannya  untuk mengirimkan SPAM, kerugian yang mungkin kita alami adalah lalu lintas  internet akan sangat padat dan kemungkinan para pengguna internet pada 1 April  2009 akan mengalami kelambatan koneksi. Baik karena Ddos, penyebaran ulang  varian baru Conficker ataupun karena SPAM yang disebarkan oleh komputer-komputer  yang terinfeksi Conficker.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   Tetapi jika pembuatnya memiliki niat jahat seperti mencuri data komputer  korbannya dan menjual kepada pihak yang berminat, maka kasus serupa dengan  “Goshnet” bukan tidak mungkin akan terjadi. Maka jika anda pengguna komputer  yang terkoneksi ke internet dan memiliki data penting yang kalau hilang bisa  membuat anda nangis bombay, Vaksincom menyarankan anda untuk melakukan backup  atas data anda. Jika anda memiliki data yang conficential dan di incar orang  seperti rahasia negara atau sejenisnya, khususnya untuk pekerja di kedutaan  besar. Sebisa mungkin hindari menggunakan jaringan internet tanpa perlindungan  yang memadai dalam berkomunikasi dan jangan sekali-kali mencampurkan komputer  yang memproses data classified dengan data pribadi anda. Ingat jaringan internet  adalah jalan umum yang bisa dilalui siapa saja dan jika anda mengobrol di jalan  umum, kemungkinan untuk didengar orang lain sangat besar. Usahakan menggunakan  jalan khusus seperti VPN, atau kalau mampu seperti Presiden Obama menggunakan  jaringan GSM khusus yang terpisah dari umum untuk komunikasi Barrackberrynya  (Sectera Edge).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;sumber: &lt;a href="http://reportermilist.multiply.com/" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://reportermili st.multiply. com/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6013409643937580960-2111721493116931515?l=indark7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/2111721493116931515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/04/virus-confiker-virus-abad-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/2111721493116931515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/2111721493116931515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/04/virus-confiker-virus-abad-ini.html' title='Virus Confiker : Virus abad ini'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-640463360463895019</id><published>2009-04-16T00:23:00.000-07:00</published><updated>2009-04-23T00:05:16.371-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='know'/><title type='text'>Indonesia Punya Mobil</title><content type='html'>Setelah 64 tahun merdeka, akhirnya Indonesia bakal punya mobil sendiri. Tantangan terbesarnya pada proses pengecoran mesin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuknya seperti mobil mini keluaran Jepang atau Korea. Bahkan lebih gagah. Dengan lampu depannya yang besar dan ventilasi mesinnya yang mirip lokomotif, ia seperti seekor capung. Meski, sayangnya, interiornya tidak seindah penampilan luar. Kabin mobil yang muat lima&lt;br /&gt;orang dewasa—dua di depan, tiga di belakang—ini kelihatannya diselesaikan dengan tergesa-gesa, masih harus dipoles di sana-sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah cikal-bakal mobil idaman Indonesia sejak dulu: mobil buatan negeri sendiri. Namanya GEA, singkatan dari Gulirkan Energi Alternatif. Untuk sebuah mobil, ini nama yang terdengar aneh. Tapi mobil ini memang memakai mesin yang pada awalnya dikembangkan untuk kendaraan dengan bahan bakar alternatif (lihat ”Dapur Pacu dari Dapur Sendiri”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, mesin 500 cc dengan dua silinder untuk pedesaan itu tangguh dipakai di kota. Departemen Perhubungan sudah memberikan lampu hijau untuk produksi massal. Sebelumnya, GEA juga telah lulus uji kelaikan jalan. Nah, rencananya mobil itu sudah akan dijual akhir tahun ini. Harganya sedikit di atas harga satu motor Kawasaki Ninja 4 tak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak mobil yang diklaim sebagai ”mobil nasional”. Setidak­nya, istilah ini sudah ramai disebut sejak keluarnya sedan Timor, mobil yang belum ”seratus persen Indonesia”. GEA berbeda. Semua komponennya buatan dalam negeri, kecuali karburator. ”Jadi memang baru 98 persen, karena komponen pengatur asupan bensin itu masih kami impor,” ujar Nyoman Jujur, Ketua Riset Unggulan Strategis Nasional Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, agar mobil ini sera­tus persen Indonesia, Pusat Teknologi Material di badan itu sedang mengembangkan teknologi electro­nic fuel injection (EFI) sebagai pengganti karburator impor. Peranti lunak untuk EFI sudah dibuat, tinggal hardware-nya. Rencananya, pembuatannya&lt;br /&gt;bakal dipandu ko­mputer. ”Dengan cara mekanik, pengaturan lubang EFI harus dibor sedikit demi sedikit, sedangkan dengan komputer bisa lebih detail sehingga pengapian jauh ­lebih baik,” kata Nyoman Jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nyoman Jujur, GEA merupakan hasil karya gotong-royong. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi mendapat tugas membangun mesin mobil yang ditujukan sebagai city car ini. Soal rangka dan bodi GEA, pemerintah menyerahkannya kepada PT Industri Kereta Api (Inka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pabrik kereta api di Madiun, Jawa Timur, itu memang memiliki pengalaman dalam membuat bodi mobil. Inka bahkan pernah membuat mobil Kancil. Sayang, mobil pengganti bajaj yang dipesan PT Kurnia Abadi Niaga Citra Indah Lestari pada 2003 itu gagal di pasaran. Padahal PT&lt;br /&gt;Inka sudah memproduksi 40 ribu unit mobil ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala juru bicara INKA, Fathoer Rosyid, menjamin GEA bakal lebih baik dari­pada Kancil. Terbuat dari bahan serat gelas yang alot dan tahan karat, kabinnya akan dilengkapi sistem penyejuk udara. Ada pula seperangkat sistem audio. Speaker-nya ditempatkan di dekat jok&lt;br /&gt;belakang. Ruang di belakang jok itu difungsikan sebagai bagasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mobil dengan diameter ban berukuran 13 inci ini merupakan mobil mini, dashboard-nya didesain minimalis. Panel kecepatan diletakkan di bagian tengah. Ini membuat informasinya bisa dipantau dari semua tempat duduk. Tak banyak yang ditampilkan dalam panel tersebut. Hanya&lt;br /&gt;ada jarum penunjuk kecepatan serta indikator bahan bakar, temperatur, oli, dan lampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf, tak ada power window untuk membuka dan menutup kaca pintu depan. Kaca ini dibuka dengan engkol. Tapi kaca pintu bagian belakang dioperasikan dengan­ mesin dari pintu ke­mu­di.­&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan kebanyakan mobil mini buatan Jepang atau Korea, yang memiliki empat pintu penumpang plus satu pintu bagasi, GEA hanya punya tiga pintu. Satu berada di sisi kemudi dan dua lainnya di samping kiri. Alhasil, untuk menaruh barang di bagasi, Anda harus melakukannya&lt;br /&gt;dari dalam mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bagian yang unik di bodi mobil ini adalah ventilasi mesin. Bayangkan lokomotif kereta api. Lubang angin yang dipasang di antara lampu besar depan itu dibuat menyerupai ventilasi mesin lokomotif kereta api. Agaknya Inka tak ingin kehilangan identitas sebagai&lt;br /&gt;pembuat lokomotif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara lampu depan dibikin besar, lampu belakang dibuat bergaya minimalis. Semuanya ramping dengan tiga susunan lampu berbeda. Masing-masing berwarna kuning, putih, dan merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam uji ketahanan mobil selama 100 jam nonstop, GEA sukses besar. Padahal, ujar Nyoman Jujur, kondisi jalan saat pengujian itu dibuat semirip mungkin dengan keadaan sehari-hari. Saat mobil melaju di jalan bebas hambatan, putaran mesin tinggi dikombinasikan dengan beban&lt;br /&gt;rendah. Sebaliknya, pada jalan menanjak dan putaran mesin rendah, beban yang ditanggung di­tinggikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang uji ketahanan itu, tenaga mesin tetap stabil. Ini artinya dari segi material dan geometri tidak ada masalah pada mesinnya. Selama 100 jam itu, mesin bertahan dengan daya torsi yang stabil dengan rata-rata daya 10,5 kW dan torsi 30 Nm. Saat digeber, prototipe&lt;br /&gt;GEA itu bisa berlari dengan kecepatan maksimum 90 kilometer per jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lolos uji ketahanan, mesin GEA masuk trial production. Tes ini dilakukan di PT Nefa di Tegal, Jawa Tengah, yang berpengalam­an membuat mesin diesel. Targetnya adalah menghasilkan mesin skala produksi dengan kualitas yang tidak jauh berbeda dengan prototipenya. Tahun lalu telah dihasilkan lima mesin. Salah satunya dikirim ke Inka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Nyoman Jujur, hasil uji produksi mesin tak kalah menggembirakan. Jika satu mesin prototipe menghabiskan biaya sekitar Rp 50 juta, saat trial production ongkosnya bisa ditekan hingga Rp 15 juta. Dengan konsep chip and fixture, ujarnya, harganya nanti bisa ditekan lagi&lt;br /&gt;menjadi Rp 8 juta per mesin. Alhasil, ”Wajar kalau nanti harga mobilnya Rp 20 juta dan harga mesinnya Rp 8 juta,” katanya. Mobil Indonesia seharga hanya Rp 28 juta, wow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Atmakusuma, Akbar Tri Kurniawan, Hari Tri Wasono (Madiun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbuat dari bahan serat gelas yang alot dan tahan karat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya punya tiga pintu. Satu berada di sisi kemudi dan dua lainnya di samping kiri.&lt;br /&gt;Ruang di belakang jok itu difungsikan sebagai bagasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menaruh barang di bagasi hanya bisa dari dalam mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diameter ban berukuran 13 inci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilengkapi sistem penyejuk udara. Ada pula seperangkat sistem audio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesin 500 cc dua silinder. Kecepatan maksimum 90 kilometer per jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/04/13/ILT/mbm.20090413.ILT130010.id.html&lt;br /&gt;Dapur Pacu dari Dapur Sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama mesin GEA itu Rusnas Engine. Rusnas kependekan dari Riset Unggulan Strategis Nasional. Mesin itu memang berkah dari program riset ung­gulan yang disponsori pemerintah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah dapur pacu yang pembuatannya memakan waktu kurang-lebih tujuh tahun. Kini mesin itu sudah mendapat sertifikasi laik jalan dari Pusat Penelitian Ilmu Penge­tahuan dan Teknologi, Serpong, Tangerang. Menurut ­Nyoman Jujur, total biaya riset untuk pembuatan mesin ini US$&lt;br /&gt;300-400 ribu (Rp 3-4 miliar). Angkanya terbilang kecil jika dibandingkan dengan dana riset serupa di luar negeri. ”Di sana, untuk menciptakan satu prototipe mesin, dana risetnya mencapai US$ 10 juta,” kata Ketua Riset Unggulan Strategis Nasional itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, mesin Rusnas diciptakan untuk digunakan di pedesaan, terutama untuk mesin-mesin pertanian. Mesin yang dibuat menggunakan konsep chip and fixture dengan mesin konvensional ini juga diperuntukkan bagi microcar, perahu, dan mobil berbahan bakar gas. Eh, mesin ini ternyata bisa dicangkokkan ke city car GEA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disiapkan sejak 2002, hanya dalam setahun mesin Rusnas sudah bisa menyala. Tapi, kata Nyoman Jujur, tantang­an terbesar dalam pembuatan mesin ini memang tidak di situ. ”Persoalan terbesarnya ada pada proses pengecoran logam untuk mesin,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses itu membutuhkan presisi tinggi agar silinder head dan blok mesin sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Ini susah dipenuhi karena bahan baku blok mesin itu logam aluminium yang mudah menyerap gas, mudah keropos, dan tingkat penyusutannya tinggi. Ini tak boleh terjadi karena, ”Di dalam side head ada water jacket, ada air yang mengalir, dan di atasnya ada oli. Kalau ada yang keropos, keduanya bisa bercampur,” ujar Nyoman Jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tak ada logam yang lebih baik untuk menggantikan aluminium. Ini karena aluminium ringan dan power spesifiknya lebih tinggi. Setelah berkali-kali gagal, akhirnya para peneliti menemukan metode pengecoran aluminium yang pas. Menurut Nyoman Jujur, kuncinya ternyata ada pada casting layout. ”Logam kan mengalir, terus cair, lalu memadat. Di saat&lt;br /&gt;memadat itu, kami mengatur agar kondisi pemadatan tidak menghasilkan keropos,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dites di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, mesin Rusnas itu lolos uji unjuk kinerja. Ini peng­ujian untuk mengoptimasi parameter di dalam mesin sehingga kinerjanya optimum. ”Yang kami atur di mesin itu pembakaran tergantung dari input, campuran udara dengan bahan bakar,” ujar Nyoman Jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasianya ada pada pengaturan lubang venturi pada diameter tertentu, sehingga bahan bakar terpakai optimum. Agar diperoleh proses paling sempurna di ruang bakar, waktu pengapian pun diatur sebelum titik mati atas. Ini karena kondisi campuran bahan bakar dan udara serta ­timing&lt;br /&gt;injection emisi juga menentukan kapan waktu pengapian yang paling baik. ”Karena pembakaran sempurna, emisi gas buang pun rendah,” kata Nyoman Jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Atmakusuma, Akbar Tri Kurniawan, Hari Tri Wasono (Madiun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/04/13/ILT/mbm.20090413.ILT130011.id.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6013409643937580960-640463360463895019?l=indark7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/640463360463895019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/04/indonesia-punya-mobil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/640463360463895019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/640463360463895019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/04/indonesia-punya-mobil.html' title='Indonesia Punya Mobil'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-4933068582369670003</id><published>2009-04-02T01:19:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T01:21:08.572-07:00</updated><title type='text'>Komunikasi dan Budaya</title><content type='html'>&lt;ol style="margin-top: 0in; font-family: arial; text-align: justify;" start="1" type="A"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Proses      Komunikasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0in; font-family: arial; text-align: justify;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pengertian      Komunikasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 115%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menurut Aristoteles Komunikasi meru[akan proses penyampaian pesan dari komunikator (pembicara) kepada komunikan (pendengar), sedangkan menurut Carl I Hovland dan Jennis Komunikasi adalah proses dimana seorang individu menyampaikan stimulus untuk merubah tingkah laku orang lain. Sehingga dari pernyataan diatas dapat simpulkan bahwa komunikasi ialah suatu proses penyampaian pesan dari komunikan kepada komunikator yang bertujuan untuk mempengaruhi seseorang dengan ide atau pikiran yang dsampaikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0in; font-family: arial; text-align: justify;" start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hubungan      Antropologi dengan Komunikasi &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 115%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Antropologi biasanya dikenal sebagai suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang manusia dan aspek kebudayaannya guna membangun suku bangsa yang ada. Antropologi dibagi ke dalam dua bagian, yaitu : antropologi fisik dan antropologi budaya. Kali ini, kami akan mengaitkan komunikasi dengan antropologi budaya. Antropologi budaya cenderung menitikberatkan pada perilaku biologis manusia sebagai kesatuan yang konstan atau tetap dalam suatu budaya yang berbeda-beda. Menurut Nina Syam, mengemukakan konsep budaya yang relevan atau sesuai dengan komunikasi, yakni masalah symbol, bahasa, dan pemaknaan&lt;a style="" href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Jadi, dalam kaitannya komunikasi dengan kebudayaan terdapat beberapa masalah, diantaranya symbol, bahasa,dan pemaknaan.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0in; font-family: arial; text-align: justify;" start="3" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pengertian      Kebudayaan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 115%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kebudayaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berasal dari kata sansakerta “&lt;i style=""&gt;budhyah&lt;/i&gt;”, yaitu bentuk jamak dari “&lt;i style=""&gt;budhhi&lt;/i&gt;” yang berarti budi atau akal. Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan sebagai hasil dari cipta, rasa dan karya. Menurut ilmu Antropologi, kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 115%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Komunikasi antar budaya adalah suatu bentuk komunikasi dimana sumber pesan dan penerimanya berasal dari budaya yang berbeda&lt;a style="" href="#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Antropologi komunikasi adalah ranah dalam antropologi yang mempelajari cara kebudayaan yang melingkupi masyarakat melalui proses komunikasi.&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%; color: rgb(82, 100, 143);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Antropologi komunikasi merupakan sebuah perspektif yang mengatakan ketertarikan kita pada bagaimana sebuah kebudayaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ditransmisikan kepada orang-orang melalui proses komunikasi. Sebuah antropologi dari komunikasi harus mengikuti penelitian lintas budaya dalam sebuah negara kebangsaan, grup mionoritas, masyarakat asli, dan berbagai bentuk organisasi sosial yang berkembang selama abad 21. Dalam masyarakat dimana&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;belum menjadi alat transmisi kebudayaan, maka tidak akan ada tempat untuk antropologi komunikasi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; line-height: 115%; color: rgb(82, 100, 143);" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Hubungan langsung antara antropologi dan komunikasi massa dimulai. Carey (1989) menerangkan proses ini dalam &lt;i style=""&gt;C&lt;span style=""&gt;ommunication as a Culture. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;Sebagai seorang sarjana komunikasi, dia mampu menghubungkan konsep klasik, seperti ritual ke dalam sebuah teori baru, seperti simbol antropologi dan memasukkan ke dalam definisi komunikasi. Sehingga dapat dibedakan terdapat dua cara dalam memandang komunikasi yaitu &lt;i style=""&gt;transmission view&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;ritual view&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 115%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0in; font-family: arial; text-align: justify;" start="2" type="A"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Komunikasi      dan Sosiabilitas&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 115%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hubungan antara komunikasi dan sosiabilitas merupakan hubungan dalam ranah social atau budaya yang tercipta di dalam masyarakat. Sosiabilitas sendiri dpat diartikan sebagai perubahan atau perkembangan sosial dalam masyarakat. Dalam kaitannya dengan komunikasi, adalah bahwa komunikasi yang telah ada dalam masyarakat akan berubah seiring sosiabilitas dalam masyarakat tersebut. Jika terjadi perubahan yang signifikan dalam aspek social, maka komunikasi yang dilakukan akan menemukan kesulitan dalam menyesuaikan dengan perubahan yang ada. Semakin banyak perbedaan antara satu kelompok budaya dengan kelompok budaya yang lain, maka semakin tinggi perbedaan dan tingkat kesulitannya dalam komunikasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 115%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0in; font-family: arial; text-align: justify;" start="3" type="A"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Komunikasi      di Kalangan Manusia &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 115%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Komunikasi yang terjadi di kalangan manusia memiliki berbagai cara, terdiri dari aspek-aspek seperti simbol, bahasa, dan model lainnya. Bahasa merupakan cara yang paling efektif dalam berkomunikasi di kalangan manusia. Hanya saja, komunikasi lewat bahasa akan menemukan kendala saat setiap individu yang berkomunikasi berasal dari latar belakang budaya yang berbeda. Setiap masing-masing budaya memiliki kekhasan bahasa baik dari segi simbol yang digunakan, cara pengucapan ataupun pemaknaan kata yang berbeda. Berikut ini merupakan cara berkomunikasi yang bisanya digunakan oleh manusia:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0in; font-family: arial; text-align: justify;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menggunakan      &lt;i style=""&gt;Sign&lt;/i&gt; and &lt;i style=""&gt;Symbol&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 115%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;Sign&lt;/i&gt; atau tanda ini merupakan proses komunikasi yang terjadi pada khalayak manusia yang memiliki sifat:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 115%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Biologically determined&lt;/i&gt;, yang berarti proses komunikasi ini sudah ditetapkan secara awal dan lahiriah atau sifatnya alami&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 115%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Closed&lt;/i&gt;/ tertutup, artinya sign ini memiliki sifat yang tetap (paten) dan tidak dapat digabung-gabungkan.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 115%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;Symbol&lt;/i&gt; merupakan proses komunikasi antar persona yang biasanya harus dipelajari terlebih dahulu untuk mengerti dalam pengartian dan penginterpretasiannya, Symbol ini memiliki sifat:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 115%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Arbitrary&lt;/i&gt;, artinya sifatnya dipelajari&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 115%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Multi vocal&lt;/i&gt;, berarti memiliki banyak makna dalam penafsirannya, satu simbol bisa memiliki banyak makna atau bahkan sebaliknya&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 115%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Open/ terbuka&lt;/i&gt;, berarti sifatnya dapat ditambahkan atau dimodifikasi.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 115%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Abstrak,&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0in; font-family: arial; text-align: justify;" start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menggunakan      &lt;i style=""&gt;Language and&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;speech&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 115%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;Language&lt;/i&gt; atau bahasa ini merupakan salah satu proses komunikasi yang berasal dari simbol, itu berarti sifatnya dipelajari dan biasanya &lt;i style=""&gt;Language&lt;/i&gt; ini bisa berbeda dari daerah yang satu dengan daerah lainnya yang dikarenakan perbedaan budaya antar daerah masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 115%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;Language&lt;/i&gt; ini sendiri terdiri dari dua kategori yakni:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 115%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Sounds&lt;/i&gt; (suara), biasanya perbedaan yang terjadi disini berupa dialek dan logat. Ilmu yang membahas tentang kajian disiplin ini disebut Phonology&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 115%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Gramma&lt;/i&gt;r atau susunan kata-kata, merupakan perbedaan yang terjadi dari tata cara penulisan. Ilmu yang mempelajari tentang grammar ini adalah Morphology dan Syntax.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 115%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;Speech&lt;/i&gt; atau bisa juga diartikan dengan dialog yang merupakan proses/ kegiatan dalam komunikasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0in; font-family: arial; text-align: justify;" start="3" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;Other Methods of human Comunication&lt;/i&gt;      (Cara lain dalam berkomunikasi pada manusia)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 115%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Paling tidak terdapat tiga cara lain dalam berkomunikasi di kalangan manusia untuk menyampaikan pesan melalui prilaku-prilakunya, diantaranya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 115%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Facial Expressions&lt;/i&gt; (mimik wajah), contohnya mengernyitkan dahi menunjukan heran, tersenyum menandakan senang&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 115%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Voices Tones&lt;/i&gt; (nada bicara), naik turunnya nada bicara biasanya menunjukan di sedang senang atau marah&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 115%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Gestures/ body language&lt;/i&gt; (bahasa tubuh), dalam hal ini biasanya bahasa tersebut dominan dipakai oleh para penyandang tunawicara, tapi pada kenyataanya bahasa ini juga sering dipakai oleh orang normal pada kehidupan sehari-hari.&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 115%; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;  &lt;hr style="height: 2px; margin-left: 0px; margin-right: 0px;font-size:78%;"  width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Drs. Ujang Saefullah, Msi, &lt;i style=""&gt;Kapita selekta komunikasi(&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; :simbiosa rekatama media,2007), hlm 17,18.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Ibid hlm 207&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6013409643937580960-4933068582369670003?l=indark7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/4933068582369670003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/04/komunikasi-dan-budaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/4933068582369670003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/4933068582369670003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/04/komunikasi-dan-budaya.html' title='Komunikasi dan Budaya'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-5458776085239103775</id><published>2009-04-01T05:44:00.000-07:00</published><updated>2009-04-01T05:47:39.734-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info'/><title type='text'>Islam: Working for God</title><content type='html'>The Quran clearly establishes a model of the marriage relationship, ideally a partnership between equals, devoted to one another, their families, and to the cause of God. However in some circumstances, marriage to more than one woman may be more effective in establishing social well-being than strict monogamy. We also saw that divorce is highly discouraged in Islam, but in some cases, it may be in the best interests of all concerned. In order to determine adequately how best to implement the will of God, therefore, it’s necessary that man understand the circumstance for which the guidance is needed. By analogy, it is necessary to know the properties of thee medicine, but it is also essential to understand illness before prescribing the cure.&lt;br /&gt;As a result, scholarship of all kinds is highly regarded in Islam. The earliest specialists who developed in Islam were those who memorize the Quran as it is delivered, so that it would bi available for future generations. After the Quran was committed to writing, memorization was still respected, as it is today, but other level of important scholarship also developed. It became clear that careful understanding of the actual language of the Quran- Arabic, in the dialect used by Prophet Muhammad- was also necessary for understanding the message.&lt;br /&gt;An even more specialized kind of religious knowledge with the spread of Islam: that concerned with application of revelation to specific circumstances, or codification of revealed guidance for implementation on a daily basis. This kind of knowledge is called Fiqh, often called the “queen” of religious sciences; its practitioner are called fuqaha (sing: faqih), legal specialists. Judges and other legal authorities are generally chosen from among the fuqaha. In the earliest days of Islam, judges (qadis) were originally political appointees of the caliph. They were assigned to the various cities of the empire and instructed to arbitrate disputes, allowing local custom to prevail except in cases in which it conflicted with Islamic teaching. The appointee was to use his own judgment to determine whether or not this case. But within the two centuries of the Prophet’s death, Islamic scholarship had developed to the extent that only properly trained legal scholars were authorized to make such judgments&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Quoted from: Sonn, Tamara, Islam, in Neusner, Jacob. Comparing Religious Tradition: Making an Honest living. 2001: 80-91)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6013409643937580960-5458776085239103775?l=indark7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/5458776085239103775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/04/islam-working-for-god.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/5458776085239103775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/5458776085239103775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/04/islam-working-for-god.html' title='Islam: Working for God'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-3179998080777877423</id><published>2009-03-19T00:44:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T01:05:41.274-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><title type='text'>Caleg: Apakah Pantas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;color:blue;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Arial;color:blue;"  &gt;Pemilu 2009 adalah pemilu terbanyak yang melibatkan caleg atau calon legislatif &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;, sebenarnya berapa sih gaji dari anggota DPR? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;color:navy;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:navy;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Penerimaan anggota DPR terbagi menjadi tiga kategori, yaitu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Symbol;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Arial;"&gt;rutin perbulan &lt;span style="color:navy;"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;rutin non perbulan dan sesekali. Rutin perbulan meliputi : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Gaji pokok : Rp 15.510.000 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="font-family:Arial;"&gt;Tunjangan listrik : Rp 5. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;496.000 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Tunjangan Aspirasi : Rp 7.200.000 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Tunjangan kehormatan : Rp 3.150.000 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Tunjangan Komunikasi : Rp 12.000.000 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Tunjangan Pengawasan : Rp 2.100.000 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Total : Rp 46.100.000/bulan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Total Pertahun : Rp 554.000.000 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Masing-masing anggota DPR mendapatkan gaji yang sama. Sedangkan penerimaan nonbulanan atau nonrutin. Dimulai dari penerimaan gaji ke-13 setiap bulan Juni. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Gaji ke-13 :Rp 16.400.000 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dana penyerapan ( reses) :Rp 31.500.000 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dalam satu tahun sidang ada empat kali reses jika di  total selama pertahun totalnya sekitar Rp 118.000.000. Sementara penghasilan yang bersifat  sewaktu-waktu yaitu: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dana intensif pembahasan rencangan undang-undang dan honor melalui uji kelayakan dan kepatutan sebesar Rp 5.000.000/kegiatan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dana kebijakan intensif legislative sebesar Rp 1.000.000/RUU &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Jika dihitung jumlah keseluruhan yang diterima anggota DPR dalam setahun mencapai hampir 1 milyar rupiah. Data tahun 2006 jumlah pertahun dana yang diterima anggota DPR mencapai Rp 761.000.000, dan tahun 2007 mencapai Rp 787.100.000. Woww.. pantas jika mereka mengejar kursi DPR, belum lagi dana pensiunan yang mereka dapatkan ketika tidak lagi menjabat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/ScH6qZOgROI/AAAAAAAAACM/K28k0fWIFCo/s1600-h/caleg.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 218px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/ScH6qZOgROI/AAAAAAAAACM/K28k0fWIFCo/s320/caleg.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314804641507067106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:18;"  lang="SV"&gt;enak ya, kerjanya sambil tiduran di rapat, tapi digaji ... &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;color:navy;"   &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Arial;font-size:11;color:navy;"    lang="SV"&gt;Padahal di Perusahaan tempat kita BEKERJA, kerja sampai pagi &amp;amp; tidur di kantor pula, diomelin anak - istri, gaji lembur belum tentu di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;color:navy;"   &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;color:navy;"    lang="SV"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bayar, he.he.he,hehe.he.he &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;color:blue;"   &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Arial;font-size:10;color:blue;"    lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;color:navy;"   &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Arial;font-size:10;color:navy;"   &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;color:navy;"   &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Arial;font-size:10;color:navy;"   &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:130%;color:red;"   &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Arial;font-size:14;color:red;"   &gt;SELAMAT MEMILIH WAKIL RAKYAT ? 9 APRIL 2009 (PLEASE DO NOT MISS IT) ? JANGAN SALAH PILIH&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:130%;color:red;"   &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Arial;font-size:14;color:red;"   &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Sumber: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;a rel="nofollow" title="http://www.kabarinews.com" target="_blank" href="http://www.kabarinews.com/"&gt;www.kabarinews.com &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;a rel="nofollow" title="http://warnadunia.com/rahasia-kenapa-banyak-yang-ingin-jadi-anggota-dpr/" target="_blank" href="http://warnadunia.com/rahasia-kenapa...i-anggota-dpr/"&gt;http://warnadunia.com/rahasia-kenapa...i-anggota-dpr/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Default Sans Serif,Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6013409643937580960-3179998080777877423?l=indark7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/3179998080777877423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/03/pemilu-2009-adalah-pemilu-terbanyak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/3179998080777877423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/3179998080777877423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/03/pemilu-2009-adalah-pemilu-terbanyak.html' title='Caleg: Apakah Pantas'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/ScH6qZOgROI/AAAAAAAAACM/K28k0fWIFCo/s72-c/caleg.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-8511911305001045843</id><published>2009-03-16T06:07:00.000-07:00</published><updated>2009-03-16T06:08:52.125-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fun'/><title type='text'>Gombal abis</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Tadi malam aku kirim bidadari untuk menjaga tidurmu. Eh, dia buru-buru balik. Katanya, 'Ah, masa bidadari disuruh jaga bidadari?' &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:78%;color:navy;"   &gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Verdana;"&gt;---&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:78%;color:navy;"   &gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Verdana;"&gt;Huaaa!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Kalau kamu nanya berapa kali kamu datang ke pikiranku, jujur aja, cuma sekali. abisnya, ga pergi2 sih! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:78%;color:navy;"   &gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Verdana;"&gt;---&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:78%;color:navy;"   &gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Verdana;"&gt;bleeeh..!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Sempet bingung jg, kok aku bisa senyum sendiri. Baru nyadar, aku lagi mikirin kamu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;color:navy;"   &gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:78%;color:navy;"   &gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Verdana;"&gt;---&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Verdana;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:78%;color:navy;"   &gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Verdana;"&gt;WAKS!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Kalau suatu saat kamu hancurkan hatiku... akan kucintai kamu dengan kepingannya yang tersisa. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:78%;color:navy;"   &gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Verdana;"&gt;---&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:78%;color:navy;"   &gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Verdana;"&gt;Klepek klepek!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Berusaha melupakanmu, sama sulitnya dengan mengingat seseorang yang tak pernah kukenal. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Verdana;"&gt;---&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:78%;color:navy;"   &gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Verdana;"&gt;ribet ah...!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Kalau kamu ajak aku melompat bareng, aku ngga bakalan mau. Mending aku lari ke bawah, bersiap menangkapmu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:78%;color:navy;"   &gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Verdana;"&gt;--- gepeng daah!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Aku pernah jatuhkan setetes air mata di selat Sunda. Di hari aku bisa menemukannya lagi, itulah saatnya aku berhenti mencintaimu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:78%;color:navy;"   &gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Verdana;"&gt;--- jitak pletak!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Tahoma;font-size:85%;color:navy;"   &gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;8. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Ga usah janjiin bintang dan bulan untuk aku, cukup janjiin kamu bakal selalu bersamaku di bawah cahayanya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:78%;color:navy;"   &gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Verdana;"&gt;--- uhuy..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;9. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Kalau kamu nanya mana yg lebih penting buat aku: hidupku atau hidupmu, aku bakal jawab hidupku. Eits, jangan marah dulu, karena kamulah hidupku. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:78%;color:navy;"   &gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Verdana;"&gt;--- ..gubraks&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;10. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Pertama ketemu, aku takut ngomong sama kamu. Pertama ngomong sama kamu, aku takut kalau nanti suka sama kamu. Udah suka, aku makin takut kalau jatuh cinta. Setelah sekarang cinta sama kamu, aku jadi bener2 takut kehilangan kamu. Kamu emang menakutkan! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:78%;color:navy;"   &gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Verdana;"&gt;--- hwihihihi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;11. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Ketika hidup memberiku seratus alasan untuk menangis, kau datang membawa seribu alasan untuk tersenyum. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:78%;color:navy;"   &gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Verdana;"&gt;--- gubraks lagi daah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;12. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Jika aku bisa jadi bagian dari dirimu, aku mau jadi airmatamu, yang tersimpan di hatimu, lahir dari matamu, hidup di pipimu, dan mati di bibirmu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:78%;color:navy;"   &gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Verdana;"&gt;--- maksut loh?!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;13. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Orang bilang bulan itu indah...tapi aku bilang tidak. Orang bilang planet venus itu cantik...tapi menurut aku tidak. Aku bilang bumi itu indah dan cantik...karena ada kamu.   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana;font-size:78%;color:navy;"   &gt;&lt;span style="font-size: 7.5pt; font-family: Verdana;"&gt;--- tepu bener deeh...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6013409643937580960-8511911305001045843?l=indark7.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indark7.blogspot.com/feeds/8511911305001045843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/03/gombal-abis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/8511911305001045843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6013409643937580960/posts/default/8511911305001045843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indark7.blogspot.com/2009/03/gombal-abis.html' title='Gombal abis'/><author><name>indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05095690444475730627</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/TMQXipvs-2I/AAAAAAAAAD0/cg0cGxiEOHQ/S220/100_1130.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6013409643937580960.post-52610867780039571</id><published>2009-03-08T23:47:00.000-07:00</published><updated>2009-03-08T23:53:02.481-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='informasi'/><title type='text'>Tempe</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/SbS8vvS8DEI/AAAAAAAAACE/a0M4lPzVqgQ/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 113px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__z5D7mH-s84/SbS8vvS8DEI/AAAAAAAAACE/a0M4lPzVqgQ/s320/images.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311077388912430146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tempe adalah makanan yang dibuat dari fermentasi terhadap biji kedelai atau beberapa bahan lain yang menggunakan beberapa jenis kapang Rhizopus, seperti Rhizopus oligosporus, Rh. oryzae, Rh. stolonifer (kapang roti), atau Rh. arrhizus. Sediaan fermentasi ini secara umum dikenal sebagai "ragi tempe".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kapang yang tumbuh pada kedelai menghidrolisis senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana yang mudah dicerna oleh manusia. Tempe kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Berbagai macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai obat, seperti antibiotika untuk menyembuhkan infeksi dan antioksidan pencegah penyakit degeneratif.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Secara umum, tempe berwarna putih karena pertumbuhan miselia kapang yang merekatkan biji-biji kedelai sehingga terbentuk tekstur yang memadat. Degradasi komponen-komponen kedelai pada fermentasi membuat tempe memiliki rasa dan aroma khas. Berbeda dengan tahu, tempe terasa agak masam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tempe banyak dikonsumsi di Indonesia, tetapi sekarang telah mendunia. Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah menggunakan tempe sebagai pengganti daging. Akibatnya sekarang tempe diproduksi di banyak tempat di dunia, tidak hanya di Indonesia. Berbagai penelitian di sejumlah negara, seperti Jerman, Jepang, AS, dan Indonesia sekarang berusaha mengembangkan galur (strain) unggul Rhizopus untuk menghasilkan tempe yang lebih cepat, berkualitas, atau memperbaiki kandungan gizi tempe. Beberapa pihak mengkhawatirkan kegiatan ini dapat mengancam keberadaan tempe sebagai bahan pangan milik umum karena galur-galur ragi tempe unggul dapat didaftarkan hak patennya sehingga penggunaannya dilindungi undang-undang (memerlukan lisensi dari pemegang hak paten).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;• Khasiat dan Kandungan Gizi Tempe&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tempe berpotensi untuk digunakan melawan radikal bebas, sehingga dapat menghambat proses penuaan dan mencegah terjadinya penyakit degeneratif (aterosklerosis, jantung koroner, diabetes melitus, kanker, dan lain-lain). Selain itu tempe juga mengandung zat antibakteri penyebab diare, penurun kolesterol darah, pencegah penyakit jantung, hipertensi, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Komposisi gizi tempe baik kadar protein, lemak, dan karbohidratnya tidak banyak berubah dibandingkan dengan kedelai. Namun, karena adanya enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kapang tempe, maka protein, lemak, dan karbohidrat pada tempe menjadi lebih mudah dicerna di dalam tubuh dibandingkan yang terdapat dalam kedelai. Oleh karena itu, tempe sangat baik untuk diberikan kepada segala kelompok umur (dari bayi hingga lansia), sehingga bisa disebut sebagai makanan semua umur.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dibandingkan dengan kedelai, terjadi beberapa hal yang menguntungkan pada tempe. Secara kimiawi hal ini bisa dilihat dari meningkatnya kadar padatan terlarut, nitrogen terlarut, asam amino bebas, asam lemak bebas, nilai cerna, nilai efisiensi protein, serta skor p
